Antre Sejam Asal Tangki Penuh Solar, Sopir Truk: Daripada di Tengah Jalan Pusing dan Mengantre Lagi
Rezi Azwar June 28, 2026 01:27 PM

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Perjuangan berat harus dilalui oleh para sopir truk lintas Sumatra yang melintasi kawasan Kota Padang, Provinsi Sumatra Barat.

Demi bisa mengais rezeki dan memastikan roda perekonomian keluarga tetap berputar, para pahlawan jalanan ini harus rela mengorbankan waktu dan tenaga mereka di jalur antrean bahan bakar.

Pemandangan ini tersaji jelas di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Pertamina Kayu Gadang, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, pada Minggu (28/6/2026).

Di bawah terik matahari Kota Padang, puluhan truk berukuran besar tampak mengular panjang, menciptakan barisan barikade besi yang memadati area pengisian hingga meluber ke bahu jalan raya.

Bagi para sopir truk, pemandangan antrean yang padat merayap di jalur Solar bersubsidi ini sudah menjadi menu wajib yang harus mereka santap hampir setiap hari.

Baca juga: Jadwal Wakil Wali Kota Padang Hari Ini, Jadi Saksi Nikah hingga Hadiri Wisuda Tahfiz

Pilih Isil Tangki Kendaraan Penuh

solar langka spbu di padang 28/6/2026
ANTREAN SOLAR- Truk mengantre mengisi minyak solar di SPBU Pertamina Kayu Gadang, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, pada Minggu (28/6/2026).

Salah seorang sopir truk yang sehari-hari bertugas mengangkut minyak kelapa sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO) bernama Dava menceritakan keluh kesahnya.

Dava mengakui bahwa perjalanannya membawa muatan berton-ton CPO sering kali harus tersendat cukup lama hanya untuk mengamankan pasokan Solar di dalam tangki kendaraannya.

"Antre Solar di sini memang butuh waktu yang sangat lama, tidak bisa sebentar atau sekadar lewat saja," keluh Dava.

Menurutnya, durasi mengantre di SPBU Simpang Kampus tersebut menjadi sangat lambat karena volume kendaraan besar yang masuk sangat melimpah.

Baca juga: Ogah Merogoh Kocek Lebih untuk Pertamax, Pemotor di Padang Bertahan Pilih Pertalite demi Hemat

Tak hanya itu, setiap truk yang masuk ke jalur pengisian dipastikan akan memakan waktu lama karena rata-rata melakukan pengisian hingga kapasitas maksimal.

Langkah pengisian hingga tangki penuh (full tank) tersebut terpaksa dilakukan para sopir sebagai bagian dari strategi operasional kerja mereka selama di perjalanan.

"Sebab, rata-rata sopir yang masuk ke sini pasti langsung isi penuh tangki mereka. Ini semua demi operasional kerja di jalan," jelas Dava menerangkan situasi di lapangan.

Bagi Dava dan rekan-rekan seprofesinya, strategi langsung mengisi penuh bahan bakar ini jauh lebih efisien ketimbang mereka harus berulang kali mampir ke SPBU lain.

Baca juga: Mandi di Pantai Gasan Gadang Padang Pariaman, Remaja 13 Tahun Asal Pekanbaru Tewas Terseret Ombak

Mereka enggan mengambil risiko kehabisan bahan bakar di tengah jalan atau harus membuang waktu berharga untuk mengantre lagi di daerah lain yang belum tentu menyediakan stok Solar.

"Daripada nanti di tengah jalan kita harus pusing dan mengantre lagi dari awal, lebih baik sekali masuk langsung kita penuhi semuanya," tambahnya.

Rela Kehilangan Waktu Asalkan Pasokan Bahan Bakar Aman

Menghabiskan waktu hingga berjam-jam di dalam kabin truk yang panas demi mengantre Solar, kini sudah dianggap Dava sebagai bagian dari risiko pekerjaan yang harus diterima dengan lapang dada.

Ia mengaku tidak keberatan jika harus kehilangan waktu berharga demi memastikan kendaraannya mendapatkan pasokan bahan bakar yang cukup untuk menempuh perjalanan jauh.

Baca juga: Kebakaran Hanguskan Rumah Semi Permanen di Bukit Gado-Gado Padang, Kerugian Ditaksir Rp100 Juta

Bagi Dava, yang terpenting adalah kepastian mendapatkan Solar agar operasional armada truk pengangkut CPO yang ia kemudikan bisa berjalan dengan aman dan lancar sampai ke tujuan.

"Biar sajalah kita harus antre lama sampai satu jam lebih di sini, yang penting tujuan utama kita dapat Solar. Kalau bahan bakar sudah terisi penuh, operasional dan kerjaan kami jadi tenang,"ucapnya.

Sudah Antre 30 Menit, Sopir Colt Diesel Belum Dapat Solar

Sementara itu, Irwan seorang sopir truk jenis Colt Diesel mengaku sudah terjebak di dalam barisan antrean selama hampir tiga puluh menit.

"Sabar aja dulu, mau bagaimana lagi. Kemudian kita juga harus bersyukur karena harga solar sampai saat ini masih aman dan tidak mengalami kenaikan," ungkap Irwan.

Ia menilai, stabilitas harga Solar bersubsidi saat ini sangat membantu kelangsungan mata pencaharian para sopir logistik, di tengah fluktuasi harga BBM nonsubsidi lainnya.

"Harganya masih stabil, beda cerita kalau dibanding dengan Pertamax atau Dexlite yang harganya naik melejit," tuturnya membandingkan.

Lebih lanjut, Irwan berharap pemerintah bisa mempertahankan harga subsidi ini agar tidak memberatkan masyarakat kecil, khususnya para pekerja sektor transportasi.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.