TRIBUNMANADO.CO.ID - Tiga unit rumah di Lingkungan 4, Kelurahan Maasing, Kecamatan Tuminting, Kota Manado, Sulawesi Utara (Sulut) terbakar pada Minggu (28/6/2026).
Kelurahan Maasing berada di kawasan pesisir utara Kota Manado.
Lokasi ini berjarak sekitar 5 kilometer dari pusat Kota Manado (Kawasan Zero Point) dengan waktu tempuh sekitar 10-15 menit melalui jalur darat.
Dari Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado, jaraknya sekitar 12 kilometer atau sekitar 20-30 menit berkendara, sedangkan dari Pelabuhan Manado berjarak sekitar 3 kilometer dengan waktu tempuh sekitar 10 menit melalui jalur darat, tergantung kondisi lalu lintas.
Rumah yang terbakar itu milik Keluarga Yusuf Ota, yang juga difungsikan sebagai kos-kosan.
Dan dua unit rumah milik Keluarga Mengko-Mongula.
Wartawan Tribun Manado Rizali Posumah datang ke lokasi kebakaran pada siang hari sekitar pukul 12.00 Wita.
Cuaca Kota Manado cerah.
Sinar matahari bersinar sempurna.
Panas terik begitu terasa.
Di sekitar lokasi ada banyak orang yang berkumpul.
Rumah terbakar sudah dipasangi garis polisi.
Kondisi rumah umumnya terbakar parah.
Menyisahkan puing-puing.
Yang tersisa tinggal beton.
Semua yang berbahan kayu habis terbakar.
Menurut keterangan Lurah Maasing Ardiansyah Malu, korban dalam peristiwa ini ada dua orang.
Satu korban, pria bernama Abdul Patamani (23) meninggal.
Sementara korban lainnta Fatma Nusi hanya mengalami luka bagar di bagian teling dan sudah dilarikan ke rumah sakit.
"Fatma Nusi selamat meski mengalami luka bakar di telinga karena saat terjadinya kebakaran ia masuk ke dalam bak yang berisi air dan membasahi seluruh tubuhnya dengan air," terang pria 44 tahun tersebur saat ditemui Tribun Manado di lokasi.
Namun diduga kebakaran berasal dari korsleting listrik di rumah Keluarga Yusuf Ota.
Roni Mengko, salah seorang penghuni rumah milik Keluarga Mengko-Mongula menyebut kebakaran yang dialami rumah mereka berasal dari api yang ada di rumah tetangga (Keluarga Yusuf Ota).
"Api dari sebelah lalu merembet ke rumah ini," ujar dia.
Dalam kebakaran di Maasing itu menyisakan kisah penyelamatan dramatis seorang lansia bernama Fatma.
Cerita Ahmad, Ketua Lingkungan 4, Fatma yang berumur 69 tahun, selamat setelah nyebur di bak air.
"Dia selamat setelah nyebur di sana," kata dia.
Ungkap dia, tubuh Fatma terbilang kecil dan renta.
Sementara bak itu cukup besar.
Secara teori, ia bisa saja kelelep.
"Namun Fatma selamat dengan bertahan di air dan menyiram nyiram air pada tubuhnya," katanya.
Dikatakannya, Fatma mengalami sedikit luka bakar.
Ia kini dirawat di RS Pancaran Kasih.
"Keadaannya baik baik saja," katanya.
Kebakaran kembali terjadi di kota Manado, provinsi Sulut.
Wartawan Tribunmanado.com, Arthur Rompis, sambangi lokasi tersebut, Mnggu sekira pukul 08.00 Wita.
Suasana ramai. Warga memenuhi lorong depan dua rumah yang terbakar.
Bau angus masih tercium. Hawa panas masih menyengat kulit.
Air dari pemadam masih menggenangi beberapa titik aspal yang melapisi jalan.
Rumah yang terbakar tampak porak-poranda.
Police line terpasang depan pagar.
Seorang anggota keluarga tampak berada depan rumah pertama yang kebakaran.
Tampak ia menelepon seseorang nun di sana.
Ekspresinya sedih. Matanya basah.
Ahmad, ketua lingkungan 4 mengatakan, kebakaran terjadi pada Minggu sekira 04.00 Wita.
Ia menyebutkan korban yang meninggal adalah kerabat pemilik rumah.
Dia pemuda yang sehari harinya jadi sopir angkot.
"Dia dibawa ke RS Bhayangkara," katanya.
Sementara lansia yang alami luka bakar jalani perawatan di RS Pancaran Kasih. (Rzl/Art)