Pemakaian BBM CN 53 di Mesin Diesel Bikin Filter dan Injektor Lebih Panjang Umur
Seno Tri Sulistiyono June 28, 2026 03:38 PM

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Di Indonesia, kendaraan bermesin diesel memiliki penggemar yang sangat luas. Karakter mesin diesel yang bertenaga besar, torsi yang melimpah di tarikan bawah, konsumsi bahan bakar yang efisiens serta tipikal mesinnya yang tidak memerlukan busi membuat mesin diesel dikenal bandel.

Mesin diesel bekerja menggunakan kompresi udara tinggi untuk menciptakan pembakaran spontan. Mesin diesel akan mampu menghasilkan tenaga lebih besar, konsumsi bahan bakar lebih hemat, dan emisi rendah, jika pemakaiannya menggunakan bahan bakar yang tepat, yakni bahan bakar yang direkomendasikan oleh pabrikan.

Agar bekerja optimal, mesin diesel membutuhkan perawatan yang benar sejak awal pembelian serta disiplin dalam perawatan berkalanya.

Baca juga: Harga BBM Solar Melonjak, Konsumen Fortuner Diesel Beralih ke Zenix Hybrid

Dr. Ing. Ir. Tri Yuswidjajanto Zaenuri, Dosen Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara Institut Teknologi Bandung (ITB) mengatakan, mesin diesel awalnya diciptakan sebagai mesin yang tangguh. 

"Mesin diesel memiliki daya yang tinggi dengan konsumsi bahan bakar yang hemat dan rendah emisi. Syarat ini bisa tercapai dengan pemakaian bahan bahar dengan Cetane Number (CN) atau angka setana yang direkomendasi sesuai kebutuhan mesin. Angka setana semakin tinggi akan mempercepat proses pembakaran," ungkapnya di Forum Diskusi Sidak Komunitas Otohub bertema: Mobil Diesel Masa Kini Dan Nanti: Ketangguhan VS Kehematan di Jakarta, Sabtu (27/6/2026).       

Tri Yuswidjajanto menjelaskan, di Indonesia bahan bakar untuk mesin yang memiliki CN tinggi ada di bahan bakar dengan Cetane Number (CN) 53 seperti Pertamina Dex. 

Bahan bakar dengan CN53 ditujukan untuk pemakaian di mesin diesel generasi terbaru berteknologi common rail direct injection yang membuat usia pemakaian filter bahan bakar dan injektor lebih panjang.

Bikin Usia Pelumas Lebih Panjang

Penggunaan bahan bakar CN53 juga membuat masa pakai pelumas menjadi lebih panjang. Untuk mobil-mobil diesel generasi baru, bahan bakar yang dipakai adalah yang menggunakan Cetane Number 51 misalnya Bio Solar.

Namun pemakaian bahan bakar ini membuat usia pakai filter bahan bakar menjadi lebih pendek, begitu juga pemakaian injektor. Jarak penggantian pelumas mesin juga menjadi lebih pendek.  

Karakteristik ini tidak terdapat pada bahan bakar CN51.  Bahan aditif di CN53 menjaga kebersihan filter dan injector, membuat performa mesin tetap stabil, memperlama usia pakai filter, memperlama usia pakai injector, dan hasilnya menghemat konsumsi bahan bakar. Selain itu, emisi yang dihasilkan dari angka setana CN53 akan ramah lingkungan.   

Fungsi Pelumas di Mesin Diesel Menyerap Jelaga

Mulianto, Senior Analys PCO & Specialties PT Pertamina Lubricants mengatakan, mesin diesel sanggup menempuh jarak hingga ratusan ribu kilometer dengan kondisi tetap prima jika dilakukan perawatan secara benar.

Dia menekankan, performa maksimal, efisien, dan umur komponen lebih lama pada mesin diesel bukanlah kebetulan tapi buah dari kedisiplinan pemakainya dalam merawat kendaraan.  Mulianto juga menekankan pentingnya peran pelumas di mesin diesel. Dia menyebutkan, musuh utama oli diesel jelaga atau soot (kerak) di ruang bakar.

Makanya, fungsi pelumas di mesin diesel juga sebagai pengikat jelaga atau soot (kerak) dari hasil pembakaran agar tidak menempel di dinding mesin. Karena itu, oli diesel akan menghitam lebih cepat.      

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.