TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memastikan Bandara Kertajati di Majalengka tetap dioptimalkan, meski pemerintah tengah bersiap mengoperasikan kembali Bandara Husein Sastranegara di Bandung mulai September 2026.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan, Bandara Kertajati tidak hanya akan difungsikan sebagai bandara komersial, tetapi juga dikembangkan menjadi pusat kegiatan industri penerbangan, termasuk perawatan pesawat atau maintenance, repair, and overhaul (MRO).
"Optimalisasi nya bagaimana? Seperti yang sudah-sudah, dan itu segera berjalan. Itu di sana ada semacam, jadi di mana tidak hanya penerbangan, tapi juga kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan penerbangan," kata Menhub Dudy dalam Media Briefing dikutip Minggu (28/6/2026).
Baca juga: Dilema Bandara Husein Sastranegara, Antara Kenyamanan Turis dan Nasib Bandara Kertajati
Menurut Dudy, pemerintah membuka peluang seluas-luasnya bagi berbagai aktivitas yang berkaitan dengan industri penerbangan agar Bandara Kertajati dapat beroperasi lebih optimal.
Ia mengungkapkan, GMF AeroAsia saat ini telah berproses memindahkan fasilitas MRO helikopter ke Bandara Kertajati.
Selain itu, Kementerian Pertahanan juga tengah menjajaki kerja sama dengan pabrikan asal Amerika Serikat untuk menjadikan Kertajati sebagai lokasi perawatan pesawat angkut C-130 Hercules.
"Kemudian dari Kementerian Pertahanan memang ada pembicaraan dengan pihak pabrikan Amerika untuk perawatan dari pesawat Hercules. Kita terbuka apa saja yang berkaitan dengan optimalisasi Bandara Kertajati," tutur Menhub Dudy.
Dudy menegaskan pemerintah akan mendukung seluruh kegiatan yang dapat meningkatkan pemanfaatan Bandara Kertajati.
"Kita fokusnya supaya bandara itu bisa beroperasi secara optimal. Kegiatan apa pun yang berkaitan dengan kebandaraan Itu pasti kita akan dorong, baik itu untuk penerbangannya, maupun pengoperasian perawatan pesawat, dan sebagainya. Itu yang kita lakukan," imbuhnya menegaskan.
Era pemerintahan Joko Widodo
Bandara Kertajati di Majalengka resmi beroperasi penuh melayani penerbangan domestik dan internasional pada Minggu 29 Oktober 2023 silam.
Bandara ini merupakan bandara kedua terbesar di Indonesia setelah Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng, Tangerang dengan luas mencapai 1.800 hektar.
Bandara Kertajati ini memang dirancang untuk melayani penerbangan haji. Hal itu dilakukan agar para jemaah haji tidak menumpuk di satu bandara yakni Bandara Soekarno-Hatta.
Dengan konsep Aerocity, Bandara Kertajati juga diharapkan menjadi pusat kegiatan ekonomi yang didukung oleh potensi besar sumber daya alam dan pertanian.
Pada periode ini, seluruh penerbangan komersial dari Bandara Husein Sastranegara di Bandung dialihkan ke Bandara Kertajati di Majalengka.
Bahkan kala itu pemerintah menawarkan insentif bagi maskapai untuk membuka penerbangan di Kertajati.