TRIBUNSORONG.COM, SORONG – Keterlibatan dunia usaha melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) mulai diarahkan lebih strategis untuk mendukung pembangunan Kota Sorong.
Untuk pertama kalinya, Pemerintah Kota Sorong bersama asosiasi CSR menggelar forum khusus yang menghasilkan puluhan program prioritas pembangunan.
Dalam forum tersebut, sebanyak 35 program CSR disepakati untuk dijalankan secara bertahap.
Salah satu program yang menjadi perhatian utama yakni pembangunan Tempat Pembuangan Sementara (TPS) sebagai upaya mengatasi persoalan sampah yang masih menjadi tantangan di sejumlah wilayah Kota Sorong.
Ketua DPR Kota Sorong Jhon Lewerissa mengatakan, saat ini Kota Sorong baru memiliki 11 TPS, sementara kebutuhan ideal mencapai 41 titik.
Baca juga: Pemkot Sorong Gelar Musrenbang CSR Pertama untuk Perkuat Pembangunan Daerah
Keterbatasan fasilitas tersebut menyebabkan sebagian masyarakat harus membuang sampah ke lokasi TPS lain karena belum tersedianya fasilitas di lingkungan mereka.
“Ini menjadi prioritas. Tahun ini kita dorong pembangunan 11 TPS melalui CSR, dan akan dilanjutkan secara bertahap hingga seluruh kebutuhan 41 TPS terpenuhi,” kata Jhon Lewerissa kepada wartawan usai mengikuti Musrenbang CSR Tahun 2026 di Gedung Lamberth Jitmau, Jumat (26/6/2026).
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan pihak swasta melalui CSR menjadi langkah penting dalam mempercepat pembangunan kota, khususnya pada sektor lingkungan.
Selain pengelolaan sampah, penataan kota melalui pembangunan ruang terbuka hijau juga masuk dalam daftar prioritas.
Jhon mencontohkan keberhasilan Kota Surabaya yang melibatkan CSR dalam pembangunan taman kota sehingga mampu menciptakan lingkungan yang bersih, asri, dan nyaman bagi masyarakat.
Baca juga: Gelar FGD Bersama Kemendikdasmen, Pemkot Sorong Berkomitmen Perkuat Mutu Pendidikan
Baca juga: Kolaborasi Pemkot Sorong dan BPS, Sensus Ekonomi 2026 Sasar 10 Distrik dan 41 Kelurahan
“Dari pengalaman itu, kita mengusulkan pembangunan 10 titik taman kota di Kota Sorong dengan dukungan CSR,” ujarnya.
Ia menyebutkan, usulan tersebut mendapat respons positif dari asosiasi CSR. Bahkan, komitmen pembangunan taman kota tersebut direncanakan mulai direalisasikan pada tahun mendatang.
“Ketua asosiasi sudah menyatakan komitmen. Tahun depan direncanakan ada 10 taman kota yang dibangun melalui CSR,” Katanya.
Jhon menambahkan, seluruh program yang telah disepakati dalam forum tersebut akan mendapatkan pengawasan dari pihak legislatif.
Monitoring akan dilakukan secara berkala hingga akhir tahun 2026 guna memastikan program CSR berjalan sesuai rencana dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Evaluasi akhir tahun akan menjadi ukuran sejauh mana realisasi program CSR ini memberikan dampak bagi warga Kota Sorong,” pungkasnya.
Kolaborasi pemerintah dan sektor swasta ini diharapkan menjadi langkah awal mewujudkan Kota Sorong yang lebih tertata, bersih, dan berkelanjutan.(tribunsorong.com/ismail saleh)