Revitalisasi Lapangan Karebosi Ditunda? Sekda Makassar: Kita Sesuaikan Hal-hal Teknis Dulu
Alfian June 28, 2026 06:22 PM

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Rencana revitalisasi kawasan olahraga Lapangan Karebosi berpotensi mengalami penundaan bahkan batal dilaksanakan sesuai rencana tahun ini.

Hal tersebut menyusul dibatalkannya proses tender jasa manajemen konstruksi oleh Pemerintah Kota Makassar.

Informasi pembatalan itu tercantum dalam laman Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kota Makassar. 

Paket pengadaan dengan nama Belanja Modal Bangunan Gedung Tempat Olahraga- Manajemen Konstruksi Revitalisasi Kawasan Olahraga Karebosi berstatus Seleksi Batal.

Dalam keterangan pada laman LPSE disebutkan, pembatalan dilakukan berdasarkan surat Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga selaku Pengguna Anggaran sekaligus Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Nomor 262A tentang permohonan pembatalan tender manajemen konstruksi revitalisasi kawasan olahraga Karebosi.

Tender tersebut sebelumnya memiliki nilai pagu anggaran sebesar Rp2,18 miliar dengan nilai HPS mencapai Rp2,17 miliar. 

Proses pengadaan itu diperuntukkan bagi jasa konsultansi badan usaha konstruksi sebagai bagian dari tahapan awal revitalisasi kawasan olahraga Karebosi.

Pembatalan tender memunculkan pertanyaan mengenai kelanjutan proyek yang telah masuk dalam rencana pembangunan Pemerintah Kota Makassar tersebut.

Baca juga: 4 Perusahaan Bersaing Menangkan Tender Manajemen Konstruksi Revitalisasi Karebosi

Menanggapi hal itu, Sekretaris Daerah Kota Makassar Andi Zulkifly mengatakan pemerintah belum mengambil keputusan akhir mengenai kelanjutan revitalisasi Karebosi.

Menurutnya, proyek tersebut masih harus melalui pembahasan teknis yang melibatkan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) bersama Dinas Pemuda dan Olahraga sebagai organisasi perangkat daerah yang menangani proyek tersebut.

Kajian dilakukan untuk memastikan perencanaan yang telah disusun benar-benar dapat dilaksanakan tanpa menimbulkan persoalan pada tahap konstruksi nantinya.

Selain aspek anggaran, pemerintah juga sedang mengevaluasi kembali spesifikasi teknis, gambar perencanaan hingga kondisi bangunan yang saat ini sudah berdiri di kawasan Karebosi.

"Tentu ada hal-hal teknis yang harus kita lihat terkait mengenai keberhasilan dari pembangunan Karebosi ini. Mulai dari perencanaan, kemudian spesifikasi gambar, teknis apa semua. Nah ini TAPD dengan dinas pengguna olahraga akan melaksanakan rapat teknis dulu," kata Zulkifly 

Ia menjelaskan, salah satu opsi yang sedang dibahas adalah melakukan penyederhanaan desain pembangunan agar proses pengerjaannya lebih mudah dilakukan.

Namun, opsi tersebut masih harus disesuaikan dengan kondisi bangunan yang telah ada di lokasi.

Menurutnya, keberadaan struktur lama menjadi faktor penting dalam menentukan apakah revitalisasi dapat dilanjutkan atau justru harus dimulai dari awal.

"Ada opsi mengatakan bahwa ada perencanaan gambar yang lebih sederhana dan itu lebih gampang dilaksanakan. Tetapi kita lihat dulu, karena di Karebosi itu kan sudah ada bangunan existing. Nah itu yang harus kita lihat dulu. Apakah itu bisa dilanjutkan atau harus memulai dari nol," ujarnya.

Andi Zulkifly menambahkan, pemerintah tidak ingin memaksakan pembangunan apabila hasil kajian menunjukkan struktur bangunan lama sudah tidak layak digunakan.

Ia menegaskan aspek keselamatan dan kekuatan konstruksi menjadi pertimbangan utama sebelum proyek dilanjutkan.

Karena itu, pembahasan bersama Dispora akan menjadi dasar dalam menentukan arah pembangunan kawasan olahraga tersebut.

"Kalau existing-nya itu bisa, artinya kuat, bangunannya semua itu kita lanjutkan. Tapi kalau risikonya tinggi ya sebenarnya jangan dilanjutkan. Tetapi ini kita belum putuskan, karena kita harus rapatkan dulu dengan Dispora terkait kelanjutan bangunan yang sudah ada di Karebosi," tutupnya. (*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.