Ketua Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI) Eduart Wolok membeberkan apa saja hal-hal yang banyak dibahas dalam sesi tertutup antara Presiden Prabowo dan para rektor hingga guru besar.
"Sebenarnya di sesi tertutup itu kan kita banyak membahas tentang kesamaan pandangan ya. Kesamaanpandangan terhadap kondisi kemudian apa yang dihadapi bangsa, bagaimana kita strateginya agar supayatujuan kita untuk kemajuan rakyat ini bisa tercapai," jelasnya usaiPuncak Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri (KSTI) Indonesia di Hall B Jakarta Convention Center, Jakarta, Minggu (28/6/2026).
Eduart mennyebut, terkadang ketika kesamaan pandangan tidak tercapai, maka ada misinformasi yang menyebabkan perbedaan pandangan. Menurutnya, selama tiga hari gelaran Sarasehan Kebangsaan yang berlangsung sejak Jumat (26/6/2026), setiap pihak mendapatkan informasi secara langsung.
"Presiden mengatakan a-b-c-d, menteri terkait dengan a-b-c-d juga itu hadir untuk menjelaskan detail secara itu.Nah, oleh karenanya banyak yang muncul termasuk misalnya konversi energi itu cukup dikritisi gitu,tetapi begitu juga kebijakan tentang pangan," kata dia.
"Tetapi dari kementerian teknis terkait menyikapi itu dengan bijak, kita berdiskusi dengan baik. Bahkanketika ada diskusi yang agak kurang gitu, waktunya misalnya alot, malah diberikan kesempatan, 'Yasudah Prof, Senin kita tunggu di kantor gitu langsung untuk menindaklanjut'," imbuhnya.
Ia mengatakan acara hari ini patut disyukuri karena diskusi berjalan dua arah dengan baik, lancar, dan sama-sama dengan niat baik untuk kemajuan bangsa dan negara.





