TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – Nama Ata yang diduga merupakan Andi Taufiq Aris ikut terseret dalam video viral yang berisi pengakuan dua kepala sekolah terkait dugaan praktik jual beli jabatan kepala sekolah di Kota Makassar.
Dalam video yang beredar, salah seorang perempuan mengaku telah menitipkan uang kepada Ata melalui Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Dinas Pendidikan Kota Makassar, Muh Yunus Sanusi.
Pengakuan tersebut muncul dalam potongan video kedua yang direkam di lokasi yang sama dengan video pengakuan Kepala Sekolah Suryama.
Perempuan berbaju pink yang duduk di samping Suryama mengaku diminta menghubungi Ata setelah uang yang disebut sebagai titipan diserahkan kepada Yunus.
"'Jangki lupa nah, telepon Pak Ata, bahwa uang sudah kita titip sama Pak Yunus,'" ucap calon kepala sekolah tersebut menirukan percakapan yang diklaim terjadi.
Calon kepala sekolah itu mengaku peristiwa tersebut berlangsung saat dirinya berada di Kantor Dinas Pendidikan Kota Makassar.
Video tersebut kemudian menjadi perhatian publik karena menyeret nama sejumlah pihak, termasuk Yunus, Alfian dan Ata.
Menanggapi tudingan tersebut, Yunus membenarkan bahwa perempuan yang dimaksud memang pernah datang ke ruang kerjanya sambil membawa sebuah amplop putih.
Namun, Yunus membantah menerima uang tersebut.
Ia mengaku sejak awal telah menolak ketika kepala sekolah itu menawarkan untuk mengirim uang melalui rekening maupun secara tunai.
"Saya jawab, mohon maaf Bu, kami tidak boleh menerima apa pun berkaitan dengan jabatan kami," kata Yunus.
Menurut Yunus, perempuan tersebut tetap datang ke kantornya dan meletakkan amplop putih di laci meja kerjanya tanpa sepengetahuannya.
"Saya tidak pernah sentuh itu uang. Dia sendiri yang simpan di laci saya," ujarnya.
Yunus mengaku langsung menghubungi Ata setelah mengetahui ada amplop yang ditinggalkan di ruang kerjanya.
"Saya hubungi Pak Ata, saya bilang ini ada orang datang simpan uang," tuturnya.
Ia juga mengaku tidak pernah membuka amplop tersebut karena ingin menjadikannya sebagai barang bukti.
"Saya tidak tahu berapa isinya, karena saya tidak pernah buka," katanya.
Yunus menjelaskan perempuan itu sempat meminta nomor telepon Ata.
Ia mengaku hanya memberikan nomor tersebut dan tidak mengetahui komunikasi selanjutnya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Ata saat ini menjabat sebagai Dewan Pengawas PDAM Makassar.
Selain itu, ia juga merangkap sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Umum PDAM Makassar.
Tribun-Timur telah berupaya menghubungi Ata untuk meminta tanggapan terkait penyebutan namanya dalam video viral maupun keterangan Yunus.
Namun, saat dikonfirmasi, Ata memilih tidak memberikan komentar.
"Saya tidak mau komentar soal itu," katanya
Sementara itu, Inspektorat Kota Makassar tengah melakukan pemeriksaan terhadap pihak-pihak yang disebut dalam video viral tersebut untuk mengklarifikasi dugaan yang beredar di tengah masyarakat. (*)