Potret Warga Miskin di Ogan Ilir, Penghasilan Rp 20 Ribu Sehari, Kini Berjuang Ajukan Bedah Rumah
Moch Krisna June 28, 2026 11:00 PM

 





TRIBUNSUMSEL.COM, INDRALAYA -
Nasib warga miskin di Ogan Ilir, Sumatera Selatan ini bisa dibilang belum beruntung. Mereka terus berupaya mengajukan proposal bedah rumah kepada pemerintah daerah, namun hingga kini belum berhasil.

Adalah Sundari, seorang warga Desa Rantau Panjang Ilir, Kecamatan Rantau Panjang. Remaja berusia 20 tahun ini menjadi andalan keluarganya untuk mengajukan bantuan bedah rumah.

Sambil menahan tangis, Sundari bercerita kalau ia sudah mengajukan proposal bedah rumah sejak April lalu melalui kepala desa setempat. Sundari yang merupakan warga tak mampu, mengaku tempat tinggalnya saat ini sangat tidak layak.

"Rumah kami materialnya dari kayu. Dinding dan atapnya bolong-bolong. Kalau hujan ya kehujanan," kata Sundari kepada TribunSumsel.com dan Sripoku.com, Minggu (28/6/2026).

Pantauan di dalam rumah, lantai dapur yang terbuat dari kayu mulai lapuk dan ada bagian yang nyaris jebol. Atap seng bangunan pun banyak terdapat lubang.

Ada tujuh orang yang menghuni rumah tak layak tersebut.

"Kami ada lima bersaudara. Adik saya masih kecil-kecil. Kami tinggal dengan ibu dan ayah," ujar Sundari.

Untuk fasilitas mandi, cuci, dan kakus (MCK), keluarga ini terpaksa mengandalkan aliran anak sungai yang berada tak jauh dari rumah. Rumah dengan ukuran panjang 8 meter dan lebar 5 meter itu hanya digunakan untuk tempat tidur serta memasak.

Boro-boro membedah rumah, penghasilan sebesar Rp20 ribu per hari dirasa sangat tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan keluarga beranggotakan tujuh orang tersebut.

"Maka dari itu kami mengajukan bedah rumah sejak April lalu. Ibu dan bapak kerja tani, cuma dapat Rp20 ribu untuk kami berlima," tutur Sundari.

Mahasiswa Semester III Universitas Terbuka Palembang ini sangat berharap pemerintah daerah setempat dapat merespons proposal bedah rumah yang diajukannya.

Sementara itu, Kepala Desa Rantau Panjang Ilir, Evandri, tidak merespons saat dihubungi via telepon. Begitu juga dengan Sekretaris Desa Rantau Panjang Ilir.

Setali tiga uang, Camat Rantau Panjang, Mazlan, pun tidak memberikan respons saat diminta konfirmasi terkait hal ini.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.