Truk Rusak di Panorama 2 Sitinjau Lauik Padang, Arus Lalu Lintas Padat Merayap Minggu Malam
afrizal June 28, 2026 11:02 PM

TRIBUNPADANG.COM, PADANG- Arus lalu lintas di kawasan jalur ekstrem Sitinjau Lauik, Padang, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) terpantau terhambat di beberapa titik pada Minggu (28/6/2026) malam.

Berdasarkan pantauan langsung reporter TribunPadang.com, Arif Ramanda di lapangan sekitar pukul 20.13 WIB, arus kendaraan dari arah Kota Padang menuju Kabupaten Solok maupun sebaliknya mulai dari lancar hingga padat merayap.

Di Panorama Satu, arus lalu lintas sebenarnya terpantau relatif aman dan lancar tanpa adanya hambatan berarti.

Jalur di kawasan ini masih didominasi oleh kendaraan roda empat atau mobil pribadi yang melintas dengan kecepatan normal.

Baca juga: Ternyata Ada 4 Truk Rusak di Sitinjau Lauik Padang yang Picu Macet Akhir Pekan

Namun, situasi mulai berubah bagi para pengendara yang hendak melanjutkan perjalanan dari arah Panorama Satu menuju Panorama Dua.

Hambatan mulai terjadi akibat adanya satu unit mobil truk yang mengalami kerusakan tepat di tengah jalur tersebut.

Truk Rusak Makan Badan Jalan 

Keberadaan truk rusak ini tak pelak memakan sebagian badan jalan, sehingga menghambat laju kendaraan lain yang datang dari kedua arah.

Kondisi serupa yang tak kalah menguras kesabaran juga terjadi langsung di titik Panorama Dua Sitinjau Lauik.

Di lokasi ini, sebuah truk berukuran besar mengalami kerusakan parah hingga mogok di area tanjakan/turunan ekstrem tersebut.

Akibat insiden truk rusak di kawasan Panorama Dua ini, arus lalu lintas di sekitarnya langsung mengalami kemacetan dan terpantau padat merayap.

Kendaraan-kendaraan berbadan besar maupun mobil pribadi terpaksa mengantre dan bergantian untuk bisa melewati titik penyempitan jalan tersebut.

Baca juga: Jalur Padang-Solok Tersendat Pagi Ini, Arus Lalin di Sitinjau Lauik Padat hingga Terjadi Antrean

Seorang pengemudi mobil, Andri, membenarkan adanya keterlambatan arus lalu lintas yang cukup signifikan di kawasan Panorama Dua malam ini.

Dia menceritakan pengalamannya saat terjebak di tengah kepadatan jalur antar-kota tersebut.

"Memang di Panorama Dua agak tersendat kondisinya malam ini. Jadi bagi sesama pengguna jalan, khususnya mobil, ya harus ekstra bersabar menunggu giliran lewat," ujar Andri, Minggu (28/6/2026).

Meskipun jalur bagi kendaraan roda empat mengalami hambatan yang cukup melelahkan, situasi berbeda justru dirasakan oleh para pengendara roda dua.

Kelincahan motor membuat para pemotor bisa lebih lihai mencari celah di tengah kemacetan total.

Rehan, seorang pengendara sepeda motor yang sedang melakukan perjalanan dari arah Padang menuju Solok, mengaku perjalanannya relatif tidak terganggu.

Ia tetap bisa melaju dengan lancar meski harus melewati kawasan yang sedang dikepung truk rusak tersebut.

"Kalau untuk motor seperti saya rasanya lancar-lancar saja dari bawah tadi. Walaupun di Panorama Dua banyak mobil yang tersendat lajunya, kami yang pakai motor tinggal lewat pinggir-pinggir saja," pungkas Rehan. 

Macet Parah Minggu Siang

Libur akhir pekan di jalur ekstrem Sitinjau Lauik, Padang, Sumatera Barat berubah menjadi ujian kesabaran bagi ratusan pengendara Minggu (28/6/2026) siang. 

Akibat truk mogok dan lonjakan volume kendaraan di akhir pekan, memaksa para pelintas dari kedua arah "jalan di tempat" hingga satu jam lamanya.

"Saya sudah satu jam tertahan macet menjelang Tunggua dari Padang ke Solok," ujar Robby, seorang pengendara yang TribunPadang.com hubungi.

Robby sedang dalam perjalanan dari Padang menuju Solok.

Jalur Sitinjau Lauik merupakan akses tercepat dari Padang ke Solok maupun sebaliknya. Jalur ini juga akses utama bagi kendaraan dari Padang yang hendak menuju ke Sijunjung, Sawahlunto, Dharmasraya hingga Provinsi Jambi.

Baca juga: Sitinjau Lauik Lumpuh Siang Ini, Truk Rusak dan Libur Akhir Pekan Jadi Pemicu Macet

Kendaraan dari arah Padang ke Solok, lanjut Robby harus antre panjang di Tunggua Sitinjau Lauik. 

Sementara dari arah sebaliknya justru kosong karena sedang diberlakukan arus buka tutup. 

Kendati demikian, ia tak mau memotong antrean, sebab bisa memperparah kemacetan yang terjadi.

Kondisi senada juga dialami pengendara lainnya Edo Kardo yang juga tertahan satu jam saat melintas dari arah Solok ke Padang. 

Edo Kardo sempat tertahan selama satu jam di jalur Sitinjau Lauik.

Ia mengaku datang dari arah Solok ke Padang, harus terjebak kemacetan karena padatnya kendaraan.

"Satu jam saya terjebak macet, namun kini sudah sampai di Indarung, dari arah Solok ke Padang," kata dia saat dikonfirmasi.

Saat melintasi jalur tersebut, titik kemacetan berpusat di Aia Bajanjang jalur Sitinjau Lauik, beberapa kendaraan banyak tertahan lantaran akses buka tutup.

Namun beruntung, meski kendaraan mengular panjang, ia sudah berhasil keluar dari jalur tersebut walau menunggu selama satu jam.

"Lokasi truk rusaknya di Aia Bajanjang, jumlahnya satu unit," sebutnya.

Ada di Punggung Bukit Barisan

Jalur Sitinjau Lauik dikenal sebagai salah satu ruas jalan ekstrem dan berbahaya di Sumatera Barat.

Berada di kawasan perbukitan terjal Kota Padang, jalur ini menjadi penghubung utama antara Kota Padang dan Kabupaten Solok, sekaligus bagian penting dari Jalan Lintas Sumatera.

Secara geografis, Sitinjau Lauik terletak di wilayah Kecamatan Lubuk Kilangan, dengan jarak sekitar 19,4 kilometer dari Kantor Gubernur Sumbar.

Jalur ini membentang di kawasan pegunungan Bukit Barisan dengan kontur medan yang menantang, berupa tanjakan dan turunan curam, tikungan tajam, serta tebing dan jurang

Malam Minggu Tertahan Lebih Lama

Macet yang lebih parah juga terjadi di Sitinjau Lauik, Sabtu (27/6/2026) malam.

Seorang pengendara bernama Arjuna mengaku terjebak kemacetan selama tiga jam di kawasan Sitinjau Lauik.

Arjuna mengaku mulai terjebak di kawasan tersebut sejak pukul 18.00 WIB.

Hingga pukul 21.35 WIB, ia masih belum bisa melanjutkan perjalanan karena arus lalu lintas di jalur Sitinjau Lauik belum juga bergerak normal.

"Saya sudah terjebak macet sejak pukul 18.00 WIB tadi, sekarang baru sampai di Rumah Makan Mintuo, sebelum perbatasan Solok dengan Padang. Kurang lebih sudah tiga jam saya di sini," kata Arjuna kepada TribunPadang.com.

Ia menyebut tidak mengetahui pasti penyebab kemacetan yang membuat ribuan kendaraan tertahan cukup lama di jalur tersebut.

"Kurang tahu penyebabnya, yang jelas sampai malam ini masih macet," ujarnya.

Hingga pukul 21.35 WIB, antrean kendaraan dilaporkan masih mengular panjang dan hampir tidak bergerak, bahkan roda dua pun kesulitan melintas karena seluruh badan jalan dipenuhi kendaraan.

Pengendara lain, Fauzan, menyebut kemacetan dipicu adanya truk yang mengalami kerusakan di kawasan Panorama 2 sejak siang hari.

Kondisi itu diperparah dengan penerapan sistem buka tutup arus lalu lintas.

"Ada truk rusak di Panorama 2 sejak siang tadi, kendaraan menumpuk di sana karena akses buka tutup," katanya.

Sementara itu, Putra, pengendara lainnya, mengaku kendaraan di kawasan Kelok S tidak bergerak sama sekali dari arah Solok menuju Padang.

"Iya, masih macet sampai malam ini. Tidak ada pergerakan di Kelok S," ujarnya.

Berdasarkan laporan sejumlah pengendara yang melintas, kemacetan mulai berlangsung di jalur Padang-Solok maupun sebaliknya itu sejak pukul 14.02 WIB.

Sementara, dalam beberapa video di lokasi yang dibagikan pengendara melalui grup Whatsapp Info Sitinjau Lauik (ISL), kendaraan dari arah Solok menuju Padang mengular sangat panjang.

Salah satu pengendara, Fauzan menjelasakan penyebab kemacetan dipicu oleh banyak kendaraan yang melintas di kawasan Sitinjau Lauik pada Sabtu siang.

"Penyebabnya, sebanyak kendaraan yang menanjak dari arah Padang ke Solok, sebanyak itu juga yang turun dari arah sebaliknya," sebut Fauzan.

Namun, pemicu lain dari kemacetan akibat truk rusak di Kelok Kuburan dan Panorama 2, arus buka tutup juga diberlakukan.

Sehingga kendaraan dari kedua arah terpaksa harus bersabar saat melintasi kawasan Sitinjau Lauik.

"Itu penyebab pastinya, ada dua truk rusak dan akses buka tutup," jelasanya.

Senada, pengendara lainnya bernama Andika juga menyebut arus lalu lintas tersendat di kawasan Sitinjau Lauik.

Namun ia yang melintas dari arah Padang ke Solok, tidak terlalu terdampak dari kemacetan. Sebab, kendaraan banyak mengular dari arah sebaliknya.

"Dari arah Padang tidak terlalu mengular, cuma dari arah sebaliknya memang panjang macetnya, jadi harap bersabar," tuturnya.

Kata dia, selain truk rusak di Kelok Kuburan dan Panorama 2, kendaraan bermuatan banyak yang menanjak dari arah Padang menuju Solok.

Oleh sebab itu, kendaraan yang datang dari arah Solok ke Padang terpaksa menganti. Kondisi ini juga diperparah akibat truk rusak dan diberlakukan akses buka tutup.

"Kalau dari Solok ke Padang, macetnya panjang, tapi yang menumpuk tampak dari Panorama 2," tambahnya. (*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.