Kudus, Jawa Tengah (ANTARA) - Pelatih kepala MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Timo Scheunemann menyebut pembinaan pesepak bola putri saat ini sudah berjalan sistematis melalui program MLSC All-Stars dan Hydroplus Soccer League.
"Sekarang (sistem pembinaan) kita sudah sistematis, saya jadi optimistis, ke depan kita punya banyak talenta yang menjadi masa depan tim nasional putri Indonesia," kata Timo Schenemann dalam ajang MLSC All-Stars 2026 di Kudus, Jawa Tengah, Minggu.
Kedua program yang digagas Bakti Olahraga Djarum Foundation itu membina pesepak bola putri secara berjenjang dari tingkat Sekolah Dasar (SD) yang diwadahi melalui MLSC All-Stars untuk U12 dan U14, hingga Sekolah Mengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) melalui ajang Hydroplus Soccer League untuk U15 dan U18.
Timo menjelaskan bahwa berbagai turnamen tersebut menjadi seperti kolam talenta, di mana para atlet diseleksi secara berjenjang hingga menghasilkan kualitas terbaik untuk mengisi tim nasional Indonesia.
"Jadi, talent pool itu pasti, tetapi saya lebih mementingkan itu sistemnya," kata dia.
Pria yang juga duduk di kursi pelatih kepala tim nasional putri U17 Indonesia itu menambahkan, sistem pembinaan seperti itu telah dilakukan oleh negara-negara lain yang jumlah penduduknya jauh lebih kecil dibandingkan dengan Indonesia, tetapi memiliki sepak bola yang lebih maju dan tampil di Piala Dunia.
Artinya, Timo melanjutkan, jumlah penduduk bukan merupakan karena pada akhirnya, hanya dibutuhkan sekitar 23 talenta terbaik dan hanya 11 orang yang bermain di lapangan.
"Yang menentukan itu sistematis pembinaannya. Pembinaan yang bagaimana, Pemilihan pemainnya gimana gimana, semuanya harus objektif dan mengutamakan keterampilan," tutur dia.
Timo mengatakan pembinaan pesepak bola putri di Tanah Air tentu tidak hanya bergantung pada program tersebut, namun bisa jadi program-program lainnya. Namun, saat ini pihaknya belum menemukan program pembinaan secara sistematis seperti MLSC dan Hydroplus.
"Program yang ada saat ini seperti jalan tol-nya sehingga ke depan jika ada program yang hadir di kota-kota lain tinggal disinkronisasikan," ujar dia.





