4 Berita Populer Padang: Rekayasa Lalu Lintas di Pasar Raya, Antrean Solar hingga Kebakaran Rumah
Rezi Azwar June 29, 2026 07:27 AM

 

Selanjutnya kebakaran rumah semi permanen hingga persiapan Semen Padang FC

1. Revitalisasi Pasar Raya Dimulai, Cek Rekayasa Lalu Lintas yang Berlaku hingga Akhir 2026

TROTOAR- Beberapa warga berjalan di atas trotoar yang berada di Pasar Raya Padang, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang, Sabtu (20/6/2026).
TROTOAR- Beberapa warga berjalan di atas trotoar yang berada di Pasar Raya Padang, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang, Sabtu (20/6/2026). (TribunPadang.com/Muhammad Afdal Afrianto)

Pemerintah Kota (Pemkot) Padang akan mulai memberlakukan rekayasa dan pengalihan arus lalu lintas di kawasan Pasar Raya Padang mulai Senin (29/6/2026) hingga 30 Desember 2026.

Pengalihan arus tersebut dilakukan untuk mendukung pelaksanaan proyek Revitalisasi Kawasan Pasar Raya Padang yang saat ini memasuki tahap konstruksi.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Padang, Fizlan Setiawan, mengatakan rekayasa lalu lintas dilakukan berdasarkan surat Dinas Perhubungan Kota Padang Nomor 500.11.6/552/Dishub-Pd/2026 tanggal 25 Juni 2026 tentang Rekayasa Lalu Lintas Masa Konstruksi Revitalisasi Pasar Raya.

Menurutnya, pengaturan arus kendaraan diperlukan agar pekerjaan revitalisasi dapat berjalan lancar tanpa mengabaikan keselamatan masyarakat yang beraktivitas di kawasan pusat perdagangan terbesar di Kota Padang tersebut.

Baca juga: SAR Padang Keluarkan Imbauan Penting untuk Pengunjung Pantai dan Sungai Saat Libur Sekolah

"Rekayasa lalu lintas ini diberlakukan mulai 29 Juni hingga 30 Desember 2026. Kami mengimbau seluruh pengguna jalan untuk mengantisipasi perjalanan, mematuhi rambu-rambu yang telah dipasang serta mengikuti arahan petugas di lapangan," ujar Fizlan, Minggu (28/6/2026).

Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang mungkin timbul selama proses pembangunan berlangsung.

"Kami berharap dukungan dan kerja sama seluruh masyarakat sehingga revitalisasi Pasar Raya Padang dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi masyarakat," katanya.

Jalan di Depan Masjid Taqwa Ditutup Total

Dalam skema rekayasa lalu lintas yang telah disusun, terdapat sejumlah ruas jalan yang akan ditutup selama masa konstruksi.

Penutupan utama berada di ruas jalan depan Masjid Taqwa Muhammadiyah hingga kawasan Sentral Pasar Raya (SPR). Ruas tersebut ditutup total sehingga kendaraan tidak dapat lagi melintas menuju lokasi proyek.

Selain itu, akses menuju Jalan Belakang Lintas dan Jalan Belakang Tangsi juga dibatasi dengan pemasangan rambu larangan (verboden), sehingga hanya kendaraan tertentu yang dapat melintas sesuai pengaturan petugas.

Baca juga: Penggerebekan Pesta Sabu di Pondok Pinggir Jalan Sijunjung, Satu Pelaku Nekat Melawan Lalu Kabur

Dari Jalan Pemuda dan Diponegoro Wajib Belok ke Jalan Bandar Olo

Bagi masyarakat yang datang dari arah Jalan Pemuda maupun Jalan Diponegoro, perubahan rute cukup signifikan.

Sebelumnya kendaraan dapat melaju lurus menuju kawasan Sentral Pasar Raya. Namun selama proyek berlangsung, jalur tersebut ditutup sehingga pengendara tidak diperbolehkan lagi melintas lurus ke arah SPR.

Sebagai gantinya, seluruh kendaraan wajib berbelok ke kiri menuju Jalan Bandar Olo.

Setelah memasuki Jalan Bandar Olo, pengendara dapat memilih dua jalur untuk menuju kawasan Pasar Raya, yakni melalui Jalan Pasar Raya I, atau Jalan Pasar Raya II.

Kedua ruas tersebut menjadi akses utama menuju pusat aktivitas perdagangan selama penutupan jalan berlangsung.

Selain dua jalur tersebut, masyarakat juga masih dapat memanfaatkan jalan di samping Gedung IWAPI maupun jalan belakang Sentral Pasar Raya (SPR) sebagai jalur alternatif apabila kondisi lalu lintas padat.

Baca juga: Antre Sejam Asal Tangki Penuh Solar, Sopir Truk: Daripada di Tengah Jalan Pusing dan Mengantre Lagi

Kendaraan dari Belakang Tangsi Dialihkan ke Jalan Adhyaksa

Sementara itu, kendaraan yang datang dari arah Jalan Bandar Belakang Tangsi tidak lagi dapat langsung menuju kawasan proyek.

Pengendara akan diarahkan berbelok ke Jalan Adhyaksa, kemudian memutar melewati Jalan Belakang Tangsi untuk melanjutkan perjalanan menuju tujuan masing-masing.

Rekayasa ini dilakukan agar kendaraan tidak memasuki area konstruksi yang sedang dikerjakan.

Akses dari Jalan Bundo Kanduang ke Air Mancur Ditutup

Perubahan arus juga berlaku bagi kendaraan dari arah Jalan Bundo Kanduang. Akses langsung menuju kawasan Air Mancur Pasar Raya ditutup di dekat lokasi proyek sehingga kendaraan tidak dapat lagi melintas melalui jalur tersebut.

Pengguna jalan diminta mengikuti petunjuk arah yang telah dipasang maupun arahan petugas di lapangan untuk memilih jalur alternatif yang tersedia.

Baca juga: Residivis Curanmor di Sijunjung Tak Berkutik Ditangkap Polisi, Sembunyikan Sabu dalam Kotak Rokok

Dari Balai Kota Lama Dialihkan ke Jalan Sandang Pangan

Pengaturan lalu lintas juga diberlakukan bagi kendaraan yang datang dari arah Kantor Balai Kota Padang Lama atau melalui Jalan M. Yamin.

Selama masa pembangunan, akses lurus dari Jalan M. Yamin menuju ujung Jalan Pasar Raya atau kawasan bundaran Air Mancur ditutup total demi keamanan proyek.

Sebagai penggantinya, kendaraan harus berbelok ke kanan sebelum titik penutupan, kemudian masuk ke Jalan Sandang Pangan.

Jalur tersebut melewati depan Kantor Balai Kota Padang Lama serta samping Gedung Fase VII Pasar Raya, sebelum kembali menuju kawasan Pasar Raya melalui ruas jalan yang masih dibuka.

Baca juga: Mandi di Pantai Gasan Gadang Padang Pariaman, Remaja 13 Tahun Asal Pekanbaru Tewas Terseret Ombak

Masyarakat Diminta Mengantisipasi Perjalanan

Fizlan mengimbau masyarakat agar menyesuaikan waktu keberangkatan selama rekayasa lalu lintas berlangsung karena potensi kepadatan kendaraan diperkirakan meningkat pada jam-jam sibuk.

Selain itu, pengguna jalan diminta memperhatikan seluruh rambu pengalihan yang telah dipasang, menggunakan jalur alternatif yang telah disiapkan, serta mengikuti arahan petugas demi menjaga kelancaran arus lalu lintas.

Menurutnya, rekayasa lalu lintas ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam mendukung percepatan pembangunan kawasan Pasar Raya agar nantinya menjadi pusat perdagangan yang lebih tertata, aman, nyaman, dan representatif bagi pedagang maupun masyarakat yang berbelanja.(*)

2. Habiskan Waktu di Kabin Panas Demi Solar, Sopir Truk di Padang: Anggap Saja Risiko Pekerjaan

ANTREAN SOLAR- Truk mengantre mengisi minyak solar di SPBU Pertamina Kayu Gadang, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, pada Minggu (28/6/2026). (TribunPadang.com/Arif Ramanda Kurnia)

Menghabiskan waktu hingga berjam-jam di dalam kabin truk yang panas demi mengantre solar, kini sudah dianggap Dava sebagai bagian dari risiko pekerjaan.

Sopir truk CPO ini pun harus menerima dengan lapang dada.

Berjuang dengan rekan sopir truk lainnya, antrean panjang di SPBU pun sudah menjadi rutinitas hidupnya. 

Sejak bahan bakar subsidi solar tak lagi mudah didapatkan kapan saja, Dava dan sesama pengemudi truk pun harus meluangkan waktu lebih banyak hanya untuk antre solar. 

Baca juga: Antre Sejam Asal Tangki Penuh Solar, Sopir Truk: Daripada di Tengah Jalan Pusing dan Mengantre Lagi

Kini waktu tidak lagi bisa digunakan secara maksimal di jalan. 

Waktu pun harus disediakan lebih banyak untuk antre solar yang tidak sebentar. 

Ditemui saat antre solar di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Pertamina Kayu Gadang, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Minggu (28/6/2026), Dava mengakui bahwa perjalanannya membawa muatan berton-ton CPO sering kali harus tersendat cukup lama hanya untuk mengamankan pasokan solar di dalam tangki kendaraannya.

"Antre Solar di sini memang butuh waktu yang sangat lama, tidak bisa sebentar atau sekadar lewat saja," keluh Dava.

Di bawah terik matahari Kota Padang, puluhan truk berukuran besar tampak mengular panjang, menciptakan barisan barikade besi yang memadati area pengisian hingga meluber ke bahu jalan raya.

Seolah Jadi Menu Wajib

Bagi para sopir truk, pemandangan antrean yang padat merayap di jalur solar bersubsidi ini sudah menjadi menu wajib yang harus mereka santap hampir setiap hari.

Durasi mengantre di SPBU Simpang Kampus tersebut menjadi sangat lambat karena volume kendaraan besar yang masuk sangat melimpah.

Tak hanya itu, setiap truk yang masuk ke jalur pengisian dipastikan akan memakan waktu lama karena rata-rata melakukan pengisian hingga kapasitas maksimal.

Langkah pengisian hingga tangki penuh (full tank) tersebut terpaksa dilakukan para sopir sebagai bagian dari strategi operasional kerja mereka selama di perjalanan.

"Sebab, rata-rata sopir yang masuk ke sini pasti langsung isi penuh tangki mereka. Ini semua demi operasional kerja di jalan," jelas Dava menerangkan situasi di lapangan.

Bagi Dava dan rekan-rekan seprofesinya, strategi langsung mengisi penuh bahan bakar ini jauh lebih efisien ketimbang mereka harus berulang kali mampir ke SPBU lain.

Baca juga: Karupuak Leak dan Langkitang Cucuik, Kuliner Incaran Wisatawan di Pantai Padang

Mereka enggan mengambil risiko kehabisan bahan bakar di tengah jalan atau harus membuang waktu berharga untuk mengantre lagi di daerah lain yang belum tentu menyediakan stok Solar.

"Daripada nanti di tengah jalan kita harus pusing dan mengantre lagi dari awal, lebih baik sekali masuk langsung kita penuhi semuanya," tambahnya.

Ia mengaku tidak keberatan jika harus kehilangan waktu berharga demi memastikan kendaraannya mendapatkan pasokan bahan bakar yang cukup untuk menempuh perjalanan jauh.

Bagi Dava, yang terpenting adalah kepastian mendapatkan Solar agar operasional armada truk pengangkut CPO yang ia kemudikan bisa berjalan dengan aman dan lancar sampai ke tujuan.

"Biar sajalah kita harus antre lama sampai satu jam lebih di sini, yang penting tujuan utama kita dapat Solar. Kalau bahan bakar sudah terisi penuh, operasional dan kerjaan kami jadi tenang,"ucapnya.

Sementara itu, Irwan seorang sopir truk jenis Colt Diesel mengaku sudah terjebak di dalam barisan antrean selama hampir tiga puluh menit.

Sabar Saja Dulu, Mau Bagaimana Lagi

"Sabar aja dulu, mau bagaimana lagi. Kemudian kita juga harus bersyukur karena harga solar sampai saat ini masih aman dan tidak mengalami kenaikan," ungkap Irwan.

Ia menilai, stabilitas harga Solar bersubsidi saat ini sangat membantu kelangsungan mata pencaharian para sopir logistik, di tengah fluktuasi harga BBM nonsubsidi lainnya.

"Harganya masih stabil, beda cerita kalau dibanding dengan Pertamax atau Dexlite yang harganya naik melejit," tuturnya membandingkan.

Lebih lanjut, Irwan berharap pemerintah bisa mempertahankan harga subsidi ini agar tidak memberatkan masyarakat kecil, khususnya para pekerja sektor transportasi.

3. Kebakaran Hanguskan Rumah Semi Permanen di Bukit Gado-Gado Padang, Kerugian Ditaksir Rp100 Juta

KEBAKARAN RUMAH- Kebakaran sebuah rumah di kawasan Kelurahan Bukit Gado-Gado, Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang, Sabtu (27/6/2026) malam.
KEBAKARAN RUMAH- Kebakaran sebuah rumah di kawasan Kelurahan Bukit Gado-Gado, Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang, Sabtu (27/6/2026) malam. (Dokumentasi/Damkar Kota Padang)

Peristiwa kebakaran hebat melanda kawasan permukiman di daerah perbukitan Kota Padang pada Sabtu (27/6/2026) malam.

Satu unit rumah tinggal semi permanen yang berlokasi di Bukit Gado-Gado, Rt 03 / Rw 01, Kelurahan Bukit Gado-Gado, Kecamatan Padang Selatan, ludes dilalap si jago merah.

Peristiwa yang terjadi menjelang tengah malam ini sempat memicu kepanikan warga sekitar mengingat lokasi kebakaran berada di area padat hunian dengan topografi yang terjal.

"Iya satu unit rumah terbakar pada malam hari. Pemadaman telah selesai dilaksanakan. Di mana titik lokasi dengan akses jalan kecil, perbukitan, ramai masyarakat dan terjal," ujar Kabid Operasi dan Sarana Prasarana Dinas Pemadam Kebakaran Kota Padang, Rinaldi, Minggu (28/6/2026).

Berdasarkan laporan resmi Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Padang, rumah yang terbakar merupakan milik warga bernama Yeni (20).

Kronologi kejadian bermula ketika seorang saksi mata di lokasi, Astri Yelmita Asri (54), melihat kobaran api sudah membesar dan bersumber dari arah dapur rumah korban.

Menyadari bahaya yang mengancam, saksi segera berinisiatif menghubungi Dinas Pemadam Kebakaran Kota Padang untuk meminta pertolongan darurat.

Laporan resmi masuk dan diterima Damkar Kota Padang pada pukul 22.43 WIB.

Baca juga: Cuaca 7 Kota di Sumbar Minggu 28 Juni 2026: Waspada Hujan Petir di Pariaman

"Usai menerima laporan, langsung dikerahkan petugas beserta armada untuk menuju lokasi kejadian," ujarnya.

Petugas berhasil tiba di titik lokasi (TKP) pada pukul 22.50 WIB dan langsung melakukan operasi pemadaman.

Dinas Pemadam Kebakaran Kota Padang mengerahkan 6 unit armada pemadam dengan kekuatan penuh mencapai 65 personel lapangan.

Operasi pemadaman ini juga mendapat dukungan penuh dan sinergi dari berbagai unsur instansi terkait di lokasi, meliputi personel TNI, Kepolisian, Camat Padang Selatan, pihak Kelurahan, serta tim medis dari Palang Merah Indonesia (PMI).

Api akhirnya berhasil dipadamkan secara total dan penanganan dinyatakan selesai pada pukul 23:28 WIB.

Baca juga: TKD Rp500 Miliar Kembali, APBD Perubahan 2026 Padang Tembus Rp3,027 Triliun

Dampak Kebakaran dan Kerugian

Akibat insiden ini, bangunan rumah semi permanen berukuran sekitar 20x15 meter persegi tersebut mengalami kerusakan berat.

Sebanyak 1 Kepala Keluarga (KK) yang terdiri dari empat orang penghuni terpaksa harus mengungsi karena kehilangan tempat tinggal.

Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka (nihil) dalam peristiwa ini.

Kerugian material akibat kebakaran diestimasi mencapai Rp100 juta.

Total aset warga yang berhasil diselamatkan dari amukan api diproyeksikan mencapai Rp 150 juta.

Hingga saat ini, penyebab pasti munculnya api dari bagian dapur rumah korban masih belum diketahui dan berada di bawah penyelidikan mendalam oleh pihak kepolisian setempat.

"Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Diharapkan masyarakat tetap waspada terhadap bahaya dan potensi kejadian kebakaran," pungkasnya.(*)

4. Semen Padang Pinjam Wonderkid Persib Zulkifli Lukmansyah, Kabau Sirah Perkuat Sektor Sayap

SEMEN PADANG FC– Pemain muda pinjaman dari Persib Bandung, Zulkifli Lukmansyah, diperkenalkan sebagai rekrutan anyar Semen Padang FC untuk menghadapi Liga 2 musim 2026/2027, Minggu (28/6/2026). Winger berusia 19 tahun tersebut diharapkan mendapat menit bermain lebih banyak sekaligus menambah daya gedor Kabau Sirah pada musim mendatang.
SEMEN PADANG FC– Pemain muda pinjaman dari Persib Bandung, Zulkifli Lukmansyah, diperkenalkan sebagai rekrutan anyar Semen Padang FC untuk menghadapi Liga 2 musim 2026/2027, Minggu (28/6/2026). Winger berusia 19 tahun tersebut diharapkan mendapat menit bermain lebih banyak sekaligus menambah daya gedor Kabau Sirah pada musim mendatang. (Dokumentasi/IG Zulkifli Lukmansyah)

Semen Padang FC kembali memperkuat skuad untuk menghadapi kompetisi Liga 2 musim 2026/2027.

Kali ini, Kabau Sirah resmi mendatangkan talenta muda Persib Bandung, Zulkifli Lukmansyah, dengan status pinjaman selama satu musim.

Pengumuman perekrutan pemain muda tersebut disampaikan melalui akun media sosial resmi Semen Padang FC pada Minggu (28/6/2026).

Kehadiran Zulkifli menjadi rekrutan ke-24 yang diperkenalkan manajemen menjelang bergulirnya kompetisi musim depan.

"New dynamic added. Zulkifli Lukmansyah resmi bergabung dengan Semen Padang FC dengan status pinjaman dari Persib Bandung untuk musim ini. Welcome, wonderkid!," tulis akun resmi @semenpadangfcid.

Baca juga: Eks Pemain Timnas U-22 Safrudin Tahar Merapat ke Semen Padang FC

Dipinjamkan demi Tambah Jam Terbang

Dilansir dari website resmi Persib Bandung, keputusan meminjamkan Zulkifli juga mendapat penjelasan dari Persib Bandung. Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Adhitia Putra Herawan, mengatakan kebijakan tersebut merupakan bagian dari komitmen klub dalam mengembangkan pemain muda.

Menurutnya, Persib ingin memberikan kesempatan kepada para pemain binaan agar memperoleh menit bermain yang lebih banyak di kompetisi.

"Komitmen kami tetap sama, yakni memberikan ruang dan kesempatan terbaik agar para pemain muda untuk terus berkembang," kata Adhitia, dikutip dari laman resmi Persib Bandung.

Ia berharap masa peminjaman bersama Semen Padang FC dapat membantu perkembangan Zulkifli, baik dari sisi pengalaman bertanding maupun mental sebagai pesepak bola profesional.

Baca juga: Rumor Ezra Walian Menguat, Semen Padang FC Minta Publik Bersabar

"Melalui masa peminjaman ini, Zulkifli diharapkan mendapatkan menit bermain yang lebih banyak sehingga proses perkembangan, pengalaman bertanding, dan kematangannya sebagai pemain profesional dapat berjalan lebih optimal," ujarnya.

Jebolan Akademi Persib

Zulkifli Lukmansyah merupakan pemain kelahiran Bandung, 8 September 2006 yang saat ini berumur 19 tahun.

Ia berposisi sebagai sayap sekaligus penyerang dan merupakan salah satu produk binaan Akademi Persib.

Namanya mulai mencuri perhatian saat tampil bersama tim Elite Pro Academy (EPA) Liga 1.

Penampilan konsistennya membuat pelatih Bojan Hodak mempromosikannya ke tim senior Persib pada putaran kedua Liga 1 musim 2024/2025.

Baca juga: Semen Padang FC Rekrut Muhammad Kemaluddin, Nilmaizar Boyong Eks Anak Asuh ke Kabau Sirah

Zulkifli juga sempat menunjukkan performa menjanjikan di ajang Piala Presiden 2025.

Kecepatan, keberanian, dan kemampuan teknik yang dimilikinya membuat ia disebut sebagai salah satu prospek masa depan Maung Bandung.

Namun, perjalanan kariernya sempat terhambat akibat cedera yang membuatnya harus menepi hampir sepanjang Liga 1 musim 2025/2026.

Selama menjalani pemulihan, Zulkifli tetap menjaga kondisi dengan bermain bersama Persib U-20 di Elite Pro Academy musim 2025/2026.

Kini, bersama Semen Padang FC, Zulkifli diharapkan mampu mendapatkan kesempatan bermain lebih banyak sekaligus menjadi tambahan kekuatan bagi Kabau Sirah dalam mengarungi Liga 2 musim 2026/2027.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.