PDIP Soroti Momen Jokowi Injak Kepala Kerbau, Sebut Sarat Makna Politik
Wawan Akuba June 29, 2026 08:59 AM

 

TRIBUNGORONTALO.COM -- Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Mohammad Guntur Romli, menyoroti momen Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) menginjak potongan kepala kerbau saat menerima gelar kehormatan adat di Lampung, Sabtu (27/6/2026).

Menurut Guntur, momen tersebut memiliki makna simbolik sekaligus politis.

Ia mengaitkannya dengan pandangan yang sebelumnya disampaikan Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto, mengenai gaya kepemimpinan Jokowi.

Baca juga: Gempa Magnitudo 2,6 Guncang Barat Daya Wanokaka NTT, Berpusat di Kedalaman 28 Kilometer

"Apa yang dilakukan Jokowi dalam foto yang beredar semakin membuktikan kebenaran disertasi Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto bahwa Jokowi membangun identitas kepemimpinannya sebagai perpaduan 'the triangle of authoritarian populism' yang memadukan feodalisme, populisme, dan karakter Machiavellianisme," kata Guntur dalam keterangan tertulis, dikutip Minggu (28/6/2026).

Guntur juga menyinggung konsolidasi kekuasaan di lingkaran keluarga Jokowi.

Ia mengaitkannya dengan posisi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution, serta Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep.

"Tidak heran meskipun sudah menjadi presiden dua periode dan menjadikan anaknya Gibran sebagai Wapres melalui manipulasi MK, menantunya Bobby sebagai Gubernur Sumut serta Kaesang sebagai Ketua Umum PSI," ujarnya.

Menurut Guntur, kepala kerbau yang diinjak Jokowi juga memiliki makna simbolis yang mencerminkan para pendukung Jokowi dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang dinilainya terlena oleh figur kepemimpinan.

"Kepala kerbau yang diinjak melambangkan para pengikut Jokowi dan PSI yang terbuai di balik perilaku raja, padahal yang ada adalah ambisi kekuasaan tanpa batas untuk keluarga Jokowi," katanya.

Survei Sebut Jokowi Dongkrak Citra PSI

Sementara itu, hasil survei Lembaga Pemilih Indonesia (LPI) menunjukkan sosok Jokowi masih menjadi faktor utama yang meningkatkan citra positif PSI.

Direktur Riset dan Kebijakan Politik LPI, Fernando Emas, mengatakan sekitar 70,2 persen responden menilai kedekatan PSI dengan Jokowi mampu meningkatkan citra partai tersebut.

"Terhadap PSI, terjadi perpindahan persepsi dari figur kepada partai," ujar Fernando dalam keterangannya.

Survei yang sama juga mencatat sebanyak 77,8 persen responden menilai Jokowi masih memiliki pengaruh terhadap tingkat dukungan masyarakat kepada PSI.

Menurut Fernando, citra Jokowi sebagai sosok yang merakyat dan memiliki gaya kepemimpinan khas ikut memberikan dampak terhadap persepsi publik terhadap PSI. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.