TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG – Bupati Pati nonaktif Sudewo banjir dukungan saat menjalani sidang keempat di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang, Senin (29/6/2026).
Selain kehadiran loyalis dari Pati, ada pula deretan karangan bunga dukungan di kawasan Pengadilan Tipikor Semarang.
Karangan bunga tersebut berisi berbagai pesan dukungan, mulai dari harapan agar Sudewo dibebaskan hingga seruan untuk memulihkan nama baik Sudewo.
Sementara, puluhan orang yang tergabung dalam Aksi Pati Bangkit juga datang untuk memberi dukungan.
Baca juga: Tiba di Pengadilan Tipikor Semarang, Bupati Pati Nonaktif Sudewo Disambut Teriakan "Bebaskan Sudewo"
Koordinator Aksi Pati Bangkit, Sutirto menyebut, para pendukung yang hadir berasal dari berbagai kalangan masyarakat.
Menurutnya, banyak di antara mereka rela meninggalkan pekerjaan demi memberikan dukungan kepada Sudewo.
"Yang pedagang rela tidak berdagang. Yang petani, wong tani kabeh tumplek nang nggone Pengadilan Tipikor Semarang sekarang," ujar Sutirto.
Ia mengajak majelis hakim melihat langsung kondisi masyarakat Kabupaten Pati yang, menurutnya, masih menginginkan Sudewo kembali memimpin daerah tersebut.
"Untuk itu, kami, sekali lagi mengetuk hati nurani Bapak Hakim. Inilah rakyat Pati. Bapak bisa survei sendiri," katanya.
Sutirto juga mengeklaim, pembangunan di Kabupaten Pati mengalami perlambatan sejak Sudewo ditahan.
"Setelah Pak Dewo ditahan, pembangunan mangkrak."
"Program yang sudah dianggarkan akhirnya hanya tambal sulam. Karena Pak Dewo betul-betul peduli rakyat dan memikirkan wong cilik," ucapnya.
Dalam orasi tersebut, Sutirto kembali menyampaikan keyakinan kelompoknya bahwa Sudewo menjadi korban kriminalisasi.
Baca juga: Dukung Bupati Pati Sudewo, Husein Naik ke Pagar Pengadilan TIpikor Semarang: Pak Dewo, Ini Saya, Pak
Ia meminta suara masyarakat Pati turut menjadi perhatian dalam proses persidangan.
Menutup orasinya, Sutirto menyatakan, para loyalis siap bertahan di depan Pengadilan Negeri Semarang apabila tuntutan mereka tidak mendapat tanggapan.
"Apabila tuntutan kami tidak didengarkan, kami akan tidur di depan Pengadilan Negeri Semarang," ujarnya yang disambut teriakan setuju dari massa.
Hingga proses persidangan berlangsung, situasi di sekitar Pengadilan Tipikor Semarang terpantau kondusif dengan pengamanan aparat kepolisian. (*)