Marc Marquez dan Fabio Di Giannantonio terlibat insiden yang mirip dengan insiden yang dialaminya saat bertarung dengan Rossi tahun 2015. Begini kata Marquez soal insiden tersebut.
Marc Marquez gagal mengulang kesuksesan di MotoGP Belanda 2025. Kalau pada balapan tahun lalu dia finis di posisi terdepan, pada seri kesepuluh MotoGP musim 2026 itu The Baby Aliens hanya berhasil finis ketujuh. Di MotoGP Belanda 2026 itu, Marquez terlibat insiden dengan rider VR46 Racing Fabio di Giannantonio saat mempertahankan posisi keempat di tikungan terakhir ketika enam lap tersisa.
Keduanya bersenggolan dan membuat Marquez melebar ke gravel. Juara bertahan itu langsung kehilangan momentum dan turun ke posisi keenam sementara Diggia tetap di posisi keempat. Akibat insiden itu, Diggia diganjar long lap penalty dan turun ke peringkat keenam.
Tapi rupanya meski sudah diganjar penalti, Diggia justru berhasil kembali menyalip Marquez bersaudara dan kembali merebut posisi keempat.
[Gambas:Instagram]
"Itu adalah insiden balapan. Kadang ada sesuatu terjadi di akhir tikungan. Saya sedikit melebar dan Race Direction memberikan dia penalti bukan karena kontak, tapi karena memotong tikungan. Jadi menurut mereka, itu insiden balapan," ujar Marquez dalam wawancara dengan DAZN.
"Ya itulah kondisi balapan. Saya menerima keputusan Race Direction. Kalau mereka bilang itu insiden balapan ya itu saja," sambungnya lagi.
[Gambas:Instagram]
Insiden Marquez vs Diggia itu mengingatkan kita pada insiden serupa yang dialami Marquez vs Rossi tahun 2015. Kala itu, Rossi dan Marquez bersenggolan di tikungan terakhir dan membuat The Doctor melebar ke gravel. Namun pada akhirnya, Rossi finis pertama dan Marquez kedua. Kala itu, tak ada penalti yang diberikan untuk kedua rider tersebut.
"Ya, tapi setiap situasi berbeda. Tikungannya sangat rumit dan hal itu terjadi. Saat ini terjadi pada saya tapi di lain waktu bisa jadi dialami yang lain," ucapnya.





