TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Kecelakaan lalu lintas melibatkan dua mobil terjadi di Jalan AA Maramis, tepatnya di kawasan Kairagi, Kecamatan Mapanget, Kota Manado, Sulawesi Utara, Minggu (28/6/2026) sekitar pukul 03.00 Wita.
Jalan AA Maramis merupakan salah satu ruas jalan utama penghubung Bandara Internasional Sam Ratulangi dengan pusat Kota Manado.
Lokasi kecelakaan berada sekitar 4 kilometer dari Bandara Sam Ratulangi atau sekitar 7-10 menit berkendara dalam kondisi lalu lintas normal.
Sementara menuju Kawasan Zero Point Manado sebagai pusat kota berjarak sekitar 8 kilometer dengan waktu tempuh sekitar 15-20 menit.
Insiden tersebut melibatkan sebuah mobil pikap bernomor polisi DM 8404 BN dan mobil Toyota Raize DB 1063 RN.
Akibat benturan keras, mobil pikap terbalik di median jalan, sedangkan Toyota Raize terpental hingga menghantam truk yang sedang parkir dalam antrean pengisian solar.
Kepala Unit Penegakan Hukum Lalu Lintas (Kanit Gakkum) Satlantas Polresta Manado, Ipda Yamin SH, membenarkan peristiwa tersebut.
Kanit Gakkum adalah jabatan polisi di bawah Satuan Lalu Lintas (Satlantas) yang memimpin unit penanganan dan penyidikan kecelakaan lalu lintas (laka lantas), serta penegakan hukum.
Berdasarkan hasil penyelidikan sementara kepolisian, kedua kendaraan sama-sama melaju dari arah Bandara Sam Ratulangi menuju pusat Kota Manado.
Setibanya di lokasi kejadian, mobil Toyota Raize diduga menabrak bagian belakang sebelah kanan mobil pikap.
Benturan itu membuat mobil pikap terlempar ke taman pembatas jalan hingga terbalik.
Sementara itu, Toyota Raize kehilangan kendali, keluar ke sisi kiri jalan dan menabrak sebuah truk yang sedang parkir untuk mengantre pengisian solar.
Setelah menghantam truk, mobil kembali terpental ke arah median jalan.
"Informasi dari anggota piket yang mendatangi tempat kejadian perkara, pengemudi Toyota Raize diduga dalam kondisi mabuk," kata Ipda Yamin saat dikonfirmasi wartawan Tribun Manado, Indri Panigoro Minggu malam.
Meski kecelakaan mengakibatkan kerusakan cukup parah pada kedua kendaraan, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Pengemudi maupun penumpang dari kedua kendaraan telah dievakuasi ke Rumah Sakit TNI AU dr Sam Ratulangi Manado untuk mendapatkan penanganan medis.
Ipda Yamin menambahkan, penyebab pasti kecelakaan masih didalami penyidik Satlantas Polresta Manado.
Ia juga mengimbau masyarakat agar selalu mematuhi aturan lalu lintas demi keselamatan bersama.
"Jaga jarak aman saat berkendara, jangan menggunakan telepon seluler saat mengemudi, serta pastikan kondisi fisik dalam keadaan sehat sebelum mengendarai kendaraan," pesannya.
Setidaknya, ada 10 cara untuk antisipasi dan mengendalikan risiko kecelakaan di jalan raya.
1. Bila memungkinan, saat berkegiatan sebaiknya ganti moda transportasi dengan transportasi umum. Hal ini lebih aman ketimbang membawa kendaraan sendiri.
2. Kurangi potensi distraksi saat berkendara.
3. Melihat jauh ke depan, melihat potensi bahaya apa yang bisa timbul di jalan raya.
4. Biasakan berada di satu lajur. Jangan bergerak berpindah pindah jalur.
5. Antisipasi pengemudi yang memiliki sikap suka berpindah lajur. Segera jauhi kendaraan dari pengemudi semacam ini.
6. Antisipasi blindspot pada kendaraan.
7. Teliti setiap persimpangan, gang, lorong. Pelankan kendaraan untuk memantau dan menilai situasi aman untuk lewat atau tidak.
8. Jika ingin pindah jalur, ikuti prosedur yang aman untuk berpindah.
9. Jangan lawan arus.
10. Mengemudilah sesuai kondisi jalan raya dan kesehatan diri sendiri.