TRIBUNNEWS.COM - Legenda Real Madrid, Toni Kroos, memberikan peringatan kepada timnas negaranya, Jerman yang akan berjibaku melawan Paraguay pada babak 32 Besar Piala Dunia 2026.
Dalam penilaiannya, timnas Jerman asuhan Julian Nagelsmann, belum memperlihatkan kemampuan yang sesungguhnya, termasuk kombinasi Jamal Musiala dan Florian Wirtz di lapangan tengah.
Toni Kroos berharap, mulai fase gugur timnas Jerman bisa mem-branding diri mereka sebagai kekuatan yang tak akan menyenangkan untuk dihadapi oleh lawan-lawannya.
Jadwal pertandingan 32 Besar Piala Dunia 2026 antara Jerman vs Paraguay dijadwalkan berlangsung di Foxborough, Massachusetts, Amerika Serikat, Selasa (29/6) pukul 03.30 WIB.
Jerman difavoritkan menang. Jika sukses melewati hadangan Paraguay, Die Mannschaft akan menantang pemenang Prancis vs Swedia di 16 Besar.
Dalam hal ini, final kepagian Jerman vs Prancis memiliki persentase besar untuk tercipta pada babak selanjutnya.
"Kalau melaju jauh bisa Jerman dan Prancis. Namun kan keduanya (Prancis dan Jerman-red) bisa bertemu di 16 Besar, jadi yang dari Eropa bisa melaju jauh ya Jerman sama Inggris," terang football enthusiast, Agung Iqbal Ramadhan, dalam podcast Super Taktik berjudul: Babak Baru Piala Dunia 2026: Eropa Saling Jegal, Argentina Mulus?, di kantor Tribunnews Solo, Karanganyar, Jawa Tengah.
Sementara opini berbeda disampaikan Hamid Anwar. Dalam kesempatan yang sama, konten kreator Analis Kampung Sebelah ini menilai Prancis justru akan melaju jauh hingga laga puncak.
"Fase perjalanan Prancis itu lebih mudah ketimbang Inggris. Kan Prancis bisa menghadapi Jerman, setelah itu Kanada atau Belanda. Jadi saya rasa mereka bisa sampai final, dan rasa-rasanya menghadapi Argentina sesuatu yang mungkin," nilai Hamid Anwar.
Meski berstatus sebagai salah satu favorit juara, performa timnas Jerman sejauh ini dinilai belum sepenuhnya memuaskan. Penilaian tersebut juga disampaikan mantan pemain timnas Jerman, Toni Kroos.
Eks gelandang Real Madrid itu menilai Die Mannschaft masih memiliki dua kelemahan yang perlu segera dibenahi sebelum menghadapi Paraguay pada babak 32 besar.
Jerman memang berhasil lolos sebagai juara Grup E setelah meraih kemenangan atas Curacao (7-1) dan Pantai Gading (2-1).
Namun, penampilan mereka belum sepenuhnya meyakinkan. Die Mannschaft bahkan menutup fase grup dengan kekalahan 1-2 dari Ekuador setelah gagal mempertahankan keunggulan yang sempat diciptakan Leroy Sane.
Baca juga: Jadwal 32 Besar Piala Dunia 2026 - Portugal vs Spanyol dan Jerman vs Prancis Ideal di 16 Besar
Kroos mengaku tidak sependapat dengan pernyataan pelatih Julian Nagelsmann yang menilai semangat juang timnya tetap sama meski tiket ke fase gugur telah diamankan.
Menurut Kroos, rasa puas setelah memastikan kelolosan merupakan hal yang wajar dan dapat memengaruhi performa tim di lapangan.
"Ketika Anda sudah memastikan lolos, hal itu pasti ada di dalam pikiran. Itu sangat manusiawi dan tidak bisa diabaikan," ujar Kroos, dikutip dari laman ESPN
Ia juga menegaskan bahwa Jerman belum menunjukkan karakter sebagai tim yang sulit dikalahkan.
"Jerman harus menjadi tim yang tidak menyenangkan untuk dihadapi. Mereka harus mampu bertahan dengan baik dan bermain lebih tangguh. Saat ini mereka belum mampu melakukannya," katanya.
Selain masalah pertahanan, Kroos turut menyoroti performa dua bintang muda Jerman, Jamal Musiala dan Florian Wirtz.
Menurutnya, keduanya belum mampu memberikan pengaruh maksimal setelah kesulitan menghadapi permainan fisik Ekuador.
Kroos menilai kreativitas Musiala dan Wirtz akan menjadi faktor krusial jika Jerman ingin melangkah jauh di Piala Dunia 2026.
"Mereka membutuhkan Musiala dan Wirtz dalam performa terbaik. Sayangnya, saat ini kami belum melihat itu," tuturnya mengakhiri.
(Tribunnews.com/Giri)