Laporan Jurnalis TribunAmbon.com, Silmi Sirati Suailo
MALTENG,TRIBUNAMBON.COM - Panen raya padi sawah musim tanam I di Kabupaten Maluku Tengah menghasilkan berton-ton gabah kering panen (GKP).
Diketahui, panen padi varietas Inpari 43 pada hamparan sawah seluas 20 hektare, dengan rata-rata produktivitas mencapai 5 ton Gabah Kering Panen (GKP) per hektare atau 4,2 ton Gabah Kering Giling (GKG) per hektare.
Baca juga: PLN Dorong Pengolahan Sampah Organik di Hative Besar Melalui Pelatihan Eco Enzyme
Baca juga: MTQ XXXI Maluku Resmi Ditutup, Kota Tual Kembali Jadi Juara Umum
Panen raya berlangsung di Negeri Administratif Waiasih, Kecamatan Seram Utara Timur Kobi, Maluku Tengah, Sabtu (27/6/2026).
Panen raya tersebut dihadiri Bupati Maluku Tengah dan jajaran Forum Komunikasi Perangkat Daerah (Forkopimda) Maluku Tengah serta para unsur terkait.
Dalam sambutannya, Bupati Maluku Tengah, Zulkarnain Awat Amir mengapresiasi kerja keras para petani.
"Saya menyampaikan penghargaan dan terima kasih yang setulus-tulusnya kepada seluruh petani, kelompok tani, penyuluh pertanian, serta semua pihak yang telah bekerja tanpa mengenal lelah," ujar Zulkarnain.
Menurut Bupati, petani adalah garda terdepan yang menjaga dapur masyarakat tetap berasap dan memastikan ketahanan pangan di bumi Pamahanunusa tetap terjaga.
Ia menyampaikan, panen raya yang berlangsung bukan sekedar memanen padi melainkan memanen harapan. Butiran padi yang menguning adalah hasil dari doa, kerja keras, ketekunan, dan kesabaran para petani yang tidak pernah menyerah menghadapi panas, hujan, maupun berbagai tantangan di lapangan.
"Saya juga memberikan apresiasi kepada masyarakat Negeri Waimusi, khususnya kelompok penerima bantuan dana Demplot Program TEKAD Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia, yang hari ini juga melaksanakan panen padi varietas Inpari 43 pada lahan seluas 20 hektare," tukas Zulkarnain.
Ia berharap agar keberhasilan panen padi sawah ini menjadi inspirasi bagi desa-desa lain untuk terus mengembangkan sektor pertanian.
Dikatakan pula, Kecamatan Seram Utara Timur Kobi telah membuktikan dirinya sebagai salah satu sentra produksi padi yang sangat penting bagi Kabupaten Maluku Tengah.
"Keberhasilan ini tentu harus kita syukuri sekaligus kita jaga agar terus meningkat dari musim tanam ke musim tanam berikutnya," pungkas Bupati. (*)