Dinkes P2KB Sebut Angka Penderita Diabetes di Kecamatan Nunukan Capai 1.039 Kasus, Begini Alasannya 
Junisah June 29, 2026 04:14 PM

TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Nunukan mencatat Kecamatan Nunukan menjadi wilayah dengan jumlah Penderita Diabetes tertinggi di Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara mencapai 1.039 kasus. Sementara itu, Kecamatan Sembakung Atulai mencatat 19 kasus.

Kepala Dinkes P2KB Nunukan, Hj Miskia, mengatakan perbedaan angka tersebut tidak hanya dipengaruhi pola hidup masyarakat, tetapi juga kondisi geografis dan kualitas pendataan di masing-masing wilayah.

Menurutnya, wilayah terpencil seperti Kecamatan Sembakung Atulai memiliki jumlah penduduk yang lebih sedikit dengan mobilitas masyarakat yang cukup tinggi. 

Saat petugas melakukan pendataan, banyak warga tidak berada di rumah sehingga tidak seluruh masyarakat dapat terjangkau.

Baca juga: Peringati Hari Diabetes Sedunia dan HKN ke-61, Wali Kota Tarakan Khairul Ingatkan Pola Hidup Sehat

"Kalau di daerah terpencil memang masyarakat mobilitasnya tinggi. Saat kami turun mendata, tidak semua masyarakat bisa ditemui karena banyak yang tidak berada di tempat. Jumlah penduduknya juga sedikit sehingga kasus yang ditemukan memang tidak banyak," ujarnya kepada TribunKaltara.com, Senin (29/6/2026).

Berbeda dengan Kecamatan Nunukan yang merupakan wilayah perkotaan dengan jumlah penduduk terus bertambah setiap tahun.

Selain faktor jumlah penduduk, pola konsumsi masyarakat perkotaan juga dinilai berkontribusi terhadap tingginya kasus diabetes.

"Banyak masyarakat yang mengonsumsi makanan dan minuman yang kurang sehat. Di sisi lain pendataan di wilayah perkotaan juga lebih baik sehingga lebih banyak kasus yang berhasil ditemukan," katanya.

Untuk menekan angka diabetes, Dinas Kesehatan rutin melakukan edukasi, skrining kesehatan setiap bulan di Posyandu maupun fasilitas kesehatan, serta memberikan pengobatan rutin kepada pasien yang telah terdiagnosis.

Baca juga: Cegah Diabetes Sejak Dini, Kagama Balikpapan Gelar Kampanye Bahimat bagi Mahasiswa dan Santri

Selain itu, petugas juga melakukan pemantauan kepatuhan pasien dalam mengonsumsi obat hingga mengingatkan pasien untuk kembali mengambil obat apabila persediaannya habis.

"Kami juga melakukan jemput bola, memantau penggunaan obat dan mengingatkan pasien agar rutin berobat. Harapan kami masyarakat memeriksakan kesehatannya minimal setiap bulan," tuturnya.

(*)

Penulis: Fatimah Majid

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.