Lestarikan Tradisi Leluhur, Warga Desa Selorejo Malang Gelar Kirab Puluhan Gunungan Jeruk dan Opak
Eko Darmoko June 29, 2026 05:00 PM

SURYAMALANG.COM, KABUPATEN MALANG - Suasana pagi yang cerah dan cuaca dingin mulai terasa di Desa Selorejo, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Senin (29/6/2026) pagi.

Ribuan warga desa yang dikenal luas sebagai salah satu daerah penghasil jeruk utama di Malang itu berkumpul di batu besar yang dikenal dengan Watu Gede.

Mereka akan melakukan kirab atau arak-arakan tumpeng gunungan buah jeruk dan kerupuk opak.

Itu dilakukan dalam rangka selametan desa atau Bersih Desa sebagai wujud syukur masyarakat setempat.

Sekretaris Desa (Sekdes) Desa Selorejo, Retno Kustia menyampaikan bahwa dalam pawai budaya tahun ini, warga mengarak puluhan gunungan hasil bumi yakni jeruk dan kerupuk opak.

"Ini ada tumpeng gunungan jeruk sama tumpeng gunungan opak," ujarnya kepada SURYAMALANG.COM.

Tercatat ada sekitar 6 tumpeng gunungan jeruk dan 15 tumpeng gunungan opak yang diarak dari Watu Gede hingga kantor Balai Desa Selorejo oleh ratusan warga.

Pemilihan buah jeruk sebagai ikon utama dalam gunungan ini bukan tanpa alasan.

Desa Selorejo dikenal sebagai salah satu sentra pertanian jeruk yang melimpah.

BERSIH DESA - Warga berebut tumpeng gunungan jeruk dan kerupuk opak serta hasil bumi saat acara Bersih Desa di Desa Selorejo, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Senin (29/6/2026).
BERSIH DESA - Warga berebut tumpeng gunungan jeruk dan kerupuk opak serta hasil bumi saat acara Bersih Desa di Desa Selorejo, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Senin (29/6/2026). (SURYAMALANG.COM/Purwanto)

Baca juga: MBG Berhenti saat Libur Sekolah, Harga Ayam di Kota Malang Turun Jadi Rp 30 Ribu per Kilogram

"Karena kita disini (Desa Dau) mayoritas jeruk, penghasil jeruk terbesar di Kabupaten Malang," jelasnya dengan nada senang.

Melalui momentum Bersih Desa ini, pihak pemerintah desa berharap tradisi ini membawa dampak positif bagi kesejahteraan warga ke depannya.

"Harapan kita agar warga masyarakat dengan Bersih Desa nantinya ini akan menjadi desa yang makmur, lebih adem ayem, dan lebih barokah juga untuk rezekinya masyarakat," harapnya.

Sementara itu ketua panitian Bersih Desa Dau, Imam Mustofa bilang bahwa persiapan untuk acara tersebut berlangsung sejak satu bulan.

Seluruh warga secara sukarela bergotong royong, mulai dari merangkai gunungan, menyiapkan atribut kirab, hingga mengondisikan jalur jalannya acara.

"Kita persiapan satu bulan, semua juga dibantu warga mulai dari membuat gunungan hingga jalannya acara," terang Imam.

​Kemeriahan kirab ditutup dengan prosesi yang paling dinantikan oleh warga, yakni rebutan gunungan atau yang akrab disebut istilah jabutan oleh masyarakat setempat.

Namun, sebelum gunungan tersebut menjadi rebutan, pihak panitia dan sesepuh desa terlebih dahulu menggelar doa bersama di pendopo balai desa.

​Setelah doa selesai dibacakan sebagai simbol keberkahan, ribuan warga langsung merangsek maju dengan antusias untuk mendapatkan bagian dari gunungan jeruk dan opak tersebut.

Pihak panitia memastikan, seluruh rangkaian acara dari awal hingga akhir berjalan dengan sangat aman, tertib, dan lancar tanpa kendala suatu apa pun.

Acara tahunan yang bertujuan sebagai bentuk rasa syukur atas hasil bumi ini berhasil menyedot perhatian masyarakat, salah satunya Sri, seorang warga yang turut larut dalam kemeriahan acara tersebut.

Baca juga: Meninjau Pasokan BBM di Malang, Khofifah Pastikan Biosolar di Jawa Timur Aman dan Distribusi Lancar

Dalam kesempatan tersebut, Sri menceritakan kegembiraannya karena berhasil mendapatkan berbagai macam hasil bumi yang diarak dalam acara bersih desa.

"Oh, dapat jeruk, terong, gubis, banyak lagi," ujar Sri dengan wajah sumringah saat diwawancarai di lokasi acara.

Ia juga mengaku sangat senang bisa berpartisipasi, meskipun ini baru kedua kalinya ia mengikuti tradisi tersebut.

Bagi warga setempat, tradisi Bersih Desa bukan sekadar perayaan, melainkan momen penting untuk memanjatkan doa bagi kesejahteraan desa ke depannya.

Sri berharap agar tradisi luhur ini bisa terus dilestarikan dan berjalan lancar setiap tahunnya.

"Semoga acaranya ini terus berjalan dengan lancar, dan warganya bisa menikmati hasil dari kebunnya warga biar melimpah untuk hasilnya selalu," pungkasnya penuh harap.

Baca juga: Uniknya Klepan Klepon di Pasar Klojen Malang, Jajanan Tradisional Sensasi Matcha dan Silverqueen

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.