- Senjata rahasia Iran 'unjuk gigi' gempur Amerika Serikat (AS) selama Perang Ramadan.
Diakui oleh pihak Iran bahwa kecanggihan dan daya gempurnya melebihi drone tempur Arash-2.
Mengutip Tribunnews pada (29/6), hal ini diumumkan oleh juru bicara militer Iran pada Minggu (29/6/2026).
Dijelaskan olehnya bahwa Iran telah berhasil memutakhirkan teknologi persenjataannya.
Tepat, di tengah ketegangan bersenjata melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel.
Mengungkapkan bahwa menjelang berakhirnya konflik yang dikenal dengan nama Perang Ramadan tersebut, militer Iran sudah mulai mengerahkan varian drone tempur terbaru.
Sejumlah pesawat tanpa awak alais drone itu sebelumnya masih dalam fase riset dan pengembangan rahasia sebelum akhirnya diterjunkan langsung ke medan perang.
"Kami mampu menggunakannya tepat di tengah-tengah perang," ujar juru bicara militer Iran.
Jubir menambahkan bahwa capaian ini membuktikan ketangguhan industri pertahanan Iran.
Juga mengklaim bahwa drone generasi terbaru mereka ini memiliki performa yang melampaui kemampuan Arash-2.
Baik dalam hal kecanggihan hingga daya gempurnya.
"Drone yang kami perkenalkan pada hari-hari terakhir perang jauh lebih canggih daripada generasi sebelumnya, seperti Arash-2. Kami akan segera memberi tahu bangsa Iran mengenai kemampuan teknologi tersebut," katanya.
Di mana, yang selama ini menjadi tulang punggung kekuatan udara Iran.
Walaupun rincian spesifikasi teknis dan detail operasionalnya masih dijaga ketat, Iran telah memberikan konfirmasi bahwa teknologi tersebut akan segera dipublikasikan dalam waktu dekat.