‎Pemkab Ketapang Gelar Upacara Hari Berkabung Daerah, Semangat Kepahlawanan Kembali Digaungkan
Try Juliansyah June 29, 2026 08:42 PM

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG - Semangat perjuangan para pahlawan kembali digaungkan dalam Upacara Peringatan Hari Berkabung Daerah Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2026 yang digelar Pemerintah Kabupaten Ketapang di Halaman Kantor Bupati Ketapang, Senin 29 Juni 2026. 

Bertindak sebagai inspektur upacara, Wakil Bupati Ketapang, Jamhuri Amir, memimpin langsung seluruh rangkaian kekhidmatan jalannya upacara tersebut.

Di hadapan ratusan peserta yang hadir, Wakil Bupati juga membacakan amanat tertulis dari Gubernur Kalimantan Barat.

Melalui amanat yang disampaikan, digarisbawahi bahwa Peringatan Hari Berkabung Daerah ini sama sekali bukan sekadar agenda seremonial tahunan yang rutin dilewati.

Lebih dari itu, momentum ini merupakan refleksi mendalam untuk mengenang kembali tumpahan darah dan pengorbanan tak terhitung dari para pejuang serta tokoh masyarakat Kalimantan Barat yang gugur secara tragis akibat kekejaman penjajahan Jepang di masa lampau.

"Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya. Kemerdekaan yang kita nikmati hari ini merupakan hasil perjuangan luar biasa para pendahulu yang rela berkorban demi masa depan bangsa," demikian kutipan amanat Gubernur Kalimantan Barat yang dibacakan secara tegas oleh Jamhuri Amir.

Wabup Jamhuri menyampaikan bahwa api semangat perjuangan dari para syuhada dan pahlawan tersebut mutlak perlu diwariskan secara kontinu kepada generasi muda penerus bangsa.

Nilai-nilai luhur seperti sikap pantang menyerah, keikhlasan untuk rela berkorban, rasa percaya diri atas kemampuan internal bangsa, serta penguatan esensi gotong royong harus menjadi fondasi utama dalam menghadapi tantangan dinamis pembangunan daerah saat ini.

Relevansi Tema dan Makna Perjuangan Modern

Peringatan Hari Berkabung Daerah tahun ini secara khusus mengusung tema yang sarat akan pesan emosional dan pembakar semangat, yakni: "Tidak Cukup Sekadar Anda, Tapi Kita Berharap Anda Terusikkan Semangat Juangmu untuk Memerangi Segala Bentuk Penjajahan."

Tema besar tersebut dinilai menjadi pengingat konkret bagi seluruh elemen masyarakat bahwa bentuk perjuangan di era modern tidak lagi mengangkat senjata fisik.

Baca juga: Hari Berkabung Daerah di Mandor, Harrison : Mengenang Tokoh Bangsa

Konteks perjuangan hari ini telah bertransformasi menjadi aksi nyata untuk mengatasi dan memerangi berbagai persoalan fundamental bangsa, mulai dari pengentasan kemiskinan, menekan angka pengangguran, menyelesaikan kompleksitas persoalan pendidikan dan sektor kesehatan, hingga mitigasi bencana serta penyelesaian masalah sosial lainnya.

Untuk memperkuat atmosfer historis, rangkaian upacara juga diisi dengan pembacaan sejarah singkat peristiwa kelam di Makam Juang Mandor, yang menjadi saksi bisu peristiwa berdarah hilangnya satu generasi intelektual Kalbar.

Selain itu, suasana haru sempat larut saat diputarkannya instrumen lagu nasional Gugur Bunga dan Padamu Negeri, yang kemudian ditutup dengan sesi doa bersama sebagai bentuk penghormatan kolektif tertinggi kepada para pahlawan yang telah gugur.

Pelepasan 154 Kontingen KORMI Ketapang

Menariknya, nilai semangat juang tersebut langsung diimplementasikan pada agenda berikutnya.

Segera usai upacara selesai, Pemerintah Kabupaten Ketapang langsung menggelar seremoni pelepasan terhadap 154 kontingen Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Ketapang.

Ratusan pegiat olahraga ini dijadwalkan bertolak untuk mengikuti ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) KORMI Kalimantan Barat yang diselenggarakan di Kota Singkawang.

Prosesi pelepasan kontingen ditandai secara simbolis melalui pengalungan tanda pengenal (id card) kepada perwakilan kontingen serta penyerahan bendera pataka Kabupaten Ketapang oleh Wakil Bupati sebagai simbol restu dan dukungan penuh pemerintah serta masyarakat kepada para atlet yang bertanding.

Melalui perpaduan dua agenda besar yang selaras ini, Pemerintah Kabupaten Ketapang menaruh harapan besar agar semangat kepahlawanan tidak hanya mengendap sebagai memori masa lalu yang dikenang, tetapi mewujud secara konkret dalam bentuk karya, torehan prestasi mentereng, serta kontribusi nyata bagi akselerasi kemajuan daerah. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.