Kuasa Hukum Yakin Polisi Kantongi Identitas Pria Misterius dalam Kasus Tewasnya Ruly dalam Mobil
Dwi Prastika June 29, 2026 08:46 PM

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Ahmad Faisol

TRIBUNMADURA.COM, BANGKALAN - Penyelidikan kasus kematian Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Kabupaten Bangkalan, Madura, Ruly Yunis Setiawati, yang ditemukan meninggal di dalam mobil dinas di area parkir Bandara Juanda Surabaya terus berkembang.

Kuasa hukum keluarga Ruly, Risang Bima Wijaya, meyakini penyidik telah mengantongi identitas pria misterius yang terekam bersama korban sebelum jasadnya ditemukan.

Keyakinan tersebut disampaikan setelah keluarga menerima hasil pemeriksaan luar terhadap jasad korban serta mencermati rekaman CCTV di Bandara Juanda.

Menurut Risang, rekam jejak perjalanan korban bersama pria tersebut diduga telah dipetakan penyidik melalui sejumlah kamera pengawas di berbagai lokasi, sehingga proses pengungkapan kasus tinggal menunggu waktu.

"Kami berkeyakinan bahwa penyidik sudah mengantongi identitas pelaku. Dengan segala sumber daya yang dimiliki polisi, kami sangat yakin pelaku akan tertangkap agar semua terungkap. Harapan kami (ungkap kasus) ini bisa dilakukan dengan cepat, pasti tertangkap, tinggal menunggu waktu saja," ungkap Risang kepada TribunMadura.com, Minggu (28/6/2026).  

Risang menjelaskan, dalam CCTV loket masuk parkir hingga area parkir, Sabtu (20/6/2026) pukul 16.00 WIB, terekam tidak ada orang lain dalam mobil dinas, selain almarhumah Ruly dan seorang pria bermasker yang duduk di belakang kemudi.  

Ia pun membeber ciri-ciri pria misterius itu saat berada di area Bandara Juanda, yakni memakai masker warna putih, pakai kacamata minus, rambut rapi tipis kanan-kiri, kulit putih, dan mengenakan arloji pada pergelangan tangan kiri.  

Saat keluar dari mobil, lanjutnya, sosok pria itu berpindah ke kendaraan umum dan meninggalkan Ruly dalam mobil dinas dengan seluruh pintu terkunci dari luar.

Baca juga: Beredar Video Kebersamaan Ruly Sekretaris PRKP Bangkalan yang Tewas dalam Mobil dengan Terduga Pria

Jasad Ruly ditemukan sudah dalam kondisi membusuk pada Rabu (24/6/2026) pukul 11.30 WIB.  

"Ada beberapa hal yang tidak harus kami sampaikan ke media, supaya tidak menghambat investigasi dan upaya pengejaran terhadap pelaku yang dilakukan oleh penyidik. Tapi foto sosok pria yang beredar, itu bukan, bukan seperti itu. Itu hasil rekayasa AI (Artificial Intelligence)," tegas Risang.  

Penyidik Tahu Titik-titik Pemberhentian sebelum ke Juanda 

Sebelum menghilang, Ruly masih sempat menghadiri momen pisah sambut Dandim 0829 di Pendopo Agung Bangkalan pada Rabu (17/6/2026) malam.

Pada pukul 10.00 WIB keesokan harinya, Ruly meninggalkan tempat tinggalnya di Perumahan Lavender, Kelurahan Mlajah, Bangkalan, namun tidak menuju kantor, karena pihak Dinas PRKP Bangkalan memastikan almarhumah sudah tidak masuk kantor sejak Kamis (18/6/2026). 

Baca juga: Autopsi Ungkap Dugaan Asfiksia pada Sekretaris Dinas PRKP Bangkalan, Polisi Tunggu Uji Toksikologi

Komunikasi pertama kali dengan anak semata wayang dan adiknya dilakukan Ruly pada Jumat (19/6/2026) malam melalui layanan video call WhatsApp.

Ruly juga berbagi lokasi di sebuah toko buah di Pujon, Kabupaten Malang. 

"Saya dan beberapa anggota keluarga penting sudah tahu profil pria berkacamata minus itu. Apalagi penyidik polisi tentu lebih tahu dari saya, karena mereka bisa meminta seluruh CCTV di hotel, di toko, di Indomart, atau di jalanan juga banyak CCTV. Penyidik sudah punya (profil pria misterius) dan lebih tahu dari kami," papar Risang.  

Sebelum hilang kontak pada Sabtu (20/6/2026) siang, Ruly sempat menelepon suaminya pada pukul 07.00 WIB.

Beberapa jam berikutnya atau pada pukul 16.00 WIB, mobil dinasnya terekam CCTV loket masuk parkir terminal Bandara Juanda dan jasadnya ditemukan membusuk pada Rabu (24/6/2026) pukul 11.30 WIB.  

Baca juga: Kursi Kerja Ruly Kini Kosong, Bantal Merah Tertinggal di Ruang Sekretariat Dinas PRKP Bangkalan

Disinggung titik-titik mana saja yang menjadi persinggahan almarhumah bersama pria misterius itu, Risang menyatakan, rekam jejak selama almarhumah tiga hari meninggalkan Bangkalan, yakni Kamis (18/6/2026) hingga Sabtu (20/6/2026), di luar kewenangannya selaku kuasa hukum.  

"Nah itu penyidik (Poresta Sidoarjo) yang tahu, namun kami yakin polisi sudah tahu identitasnya. Cuma memang belum ketemu saja ini, belum diketahui keberadaannya. Karena dari awal sejak dibuang Hari Sabtu dan ditemukan Rabu, itu berati sudah cukup lama atau cukup waktu untuk pelaku lari, mengilangkan jejaknya, dan bersembunyi di mana saja," pungkas Risang.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.