BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN- Antrean truk angkutan yang mengisi solar di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kalimantan Selatan masih menjadi perhatian berbagai pihak.
Selain berpotensi memicu kepadatan arus lalu lintas, kondisi tersebut dinilai perlu diantisipasi dengan penataan yang lebih baik di sekitar lokasi SPBU.
Apalagi dalam beberapa hari terakhir antrean truk mengular panjang di sejumlah ruas jalan utama di sejumlah wilayah padat lalu lintas seperti Banjarbaru dan Banjarmasin.
Ketua DPD Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kalimantan Selatan, Edy Sucipto, mengatakan selama ini pihaknya bersama petugas di lapangan terus berupaya menjaga agar antrean kendaraan tetap tertib.
Ia juga meluruskan anggapan mengenai sistem karcis yang sempat ramai diperbincangkan. “Kalau terkait penerapan karcis itu sebenarnya tidak pernah. Yang ada, kita mengatur antreannya dan selalu dijaga supaya tetap aman,” ujarnya, Senin (29/6) malam.
Baca juga: Petugas Keluhkan Jawaban Masyarakat Seadanya, Sensus Ekonomi 2026 Kalsel Capai 19,22 Persen
Baca juga: Menutup Jalur Rokok Ilegal
Menurut Edy, pengalihan jadwal pengisian solar ke malam hari juga menjadi salah satu langkah yang cukup membantu mengurangi kepadatan kendaraan pada siang hari, terutama di ruas jalan yang menjadi akses utama angkutan barang.
Meski demikian, ia menilai solusi jangka panjang tetap diperlukan agar antrean kendaraan tidak lagi meluber hingga badan jalan.
Salah satu usulan yang disampaikan Organda ialah penyediaan kantong parkir khusus di sekitar SPBU yang melayani kendaraan angkutan.
“Harapannya ke depan kalau bisa SPBU itu disiapkan kantong parkir, jadi tidak mengganggu jalan. Tapi tentu kembali lagi kepada pengusahanya, apakah mau menyediakan lahannya atau tidak karena biayanya cukup besar. Begitu juga pemerintah daerah, apakah ada dukungan anggaran untuk itu. Idealnya memang kalau ada kantong parkir, tentu jauh lebih baik,” katanya.
Ia mengakui pembangunan fasilitas tersebut memang membutuhkan investasi yang tidak sedikit. Namun menurutnya, keberadaan kantong parkir akan menjadi solusi yang lebih efektif dibanding membiarkan antrean kendaraan memanjang di tepi jalan.
Di sisi lain, Edy menilai pengaturan antrean yang berjalan saat ini sudah cukup baik. Menurutnya, petugas Organda di lapangan juga terus membantu mengarahkan kendaraan agar tetap tertib.
“Kalau untuk anggota Organda sendiri sejauh ini bagus saja. Kita terus mengawal, ada petugas juga yang membantu mengatur. Secara keseluruhan di beberapa daerah juga sudah berjalan cukup baik,” pungkasnya. (sul)