32 Jamaah Haji Aceh Dapat Pelunasan Utang, Wamenhaj Sambangi Rumah Jamaah di Pijay
Nur Nihayati June 30, 2026 09:03 AM

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Muhammad Nasir | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, MEUREUDU – Musibah banjir besar yang melanda sejumlah wilayah di Aceh sempat mengganggu ekonomi para calon jamaah haji. 

Tambak, kebun, hingga sawah mereka tertimbun lumpur tebal, membuat roda perekonomian banyak keluarga lumpuh.

Di tengah kondisi sulit itu, semangat memenuhi panggilan Allah SWT tak pernah padam. 

Sebagian bahkan terpaksa berutang agar tetap bisa melunasi biaya perjalanan haji dan memenuhi kebutuhan selama berada di Tanah Suci.

Baca juga: 5.075 Jemaah Haji Aceh Telah Tiba di Tanah Air, 1 Kloter Terakhir Tiba Dinihari, 3 Masih Dirawat

Perjuangan mereka pun berbuah manis. Setelah berhasil melewati cobaan besar di kampung halaman, mereka akhirnya dapat bersimpuh di hadapan Baitullah, menunaikan rukun Islam kelima dengan penuh haru.

Beberapa hari lalu, para jamaah tersebut telah kembali ke rumah masing-masing dan berkumpul bersama keluarga. 

Namun, sebagian masih menyimpan beban berupa utang yang harus dilunasi akibat dampak bencana.

Mengunjungi rumah jamaah

Pada Senin (29/6/2026), Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj), Dahnil Anzar Simanjuntak, datang langsung mengunjungi rumah para jamaah di Kabupaten Pidie Jaya. 

Kedatangannya membawa kabar gembira berupa bantuan tunai musibah, untuk pelunasan utang bagi jamaah haji terdampak bencana.

Empat jamaah di Pidie Jaya menerima bantuan secara langsung. 

Baca juga: 12 Kloter Jamaah Haji Aceh Sudah Kembali ke Rumah, di Madinah Tersisa 2 Kloter

Mereka merupakan bagian dari 32 jamaah haji asal Aceh yang memperoleh bantuan melalui program kemanusiaan hasil kolaborasi Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Uni Emirat Arab melalui Zayed Foundation.

Suasana haru menyelimuti pertemuan tersebut. Di hadapan Wamenhaj, para jamaah menceritakan kembali perjuangan mereka saat menghadapi bencana hingga akhirnya dapat berangkat menunaikan ibadah haji.

Dahnil mengatakan, bantuan itu diberikan agar para jamaah dapat kembali menjalani kehidupan tanpa dibayangi beban utang.

"Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban mereka, termasuk membantu menyelesaikan utang yang digunakan untuk menunaikan ibadah haji," ujar Dahnil.

Menurutnya, perhatian pemerintah berawal dari semangat masyarakat Aceh yang tetap bertekad berangkat haji meski sedang dilanda musibah.

"Saat Aceh musibah, pemerintah beri relaksasi pelunasan. Namun justru Aceh menjadi salah satu provinsi yang paling cepat selesai pelunasan. Semangat itu menjadi perhatian Bapak Presiden," kata Dahnil.

Ia menjelaskan, Presiden kemudian mengamanahkan agar bantuan kemanusiaan diprioritaskan bagi jamaah yang benar-benar membutuhkan, sehingga mereka dapat pulang dari Tanah Suci dengan hati yang tenang.

"Kami ingin para jamaah pulang dengan hati yang tenang. Jangan sampai kemabruran ibadahnya masih dibayangi beban utang akibat musibah yang mereka alami. Mudah-mudahan bantuan ini bisa sedikit meringankan dan menjadi bentuk kehadiran negara di tengah masyarakat," ujarnya.

Sebanyak 32 jamaah haji Aceh menerima bantuan tersebut. Mereka berasal dari sejumlah daerah terdampak bencana, di antaranya Pidie Jaya, Aceh Tamiang, Langsa, dan Aceh Utara.

Program ini menjadi bagian dari komitmen Kementerian Haji untuk memastikan pelayanan kepada jamaah tidak berhenti setelah rangkaian ibadah di Tanah Suci selesai, sekaligus menjadi bentuk kehadiran negara bagi masyarakat yang tengah menghadapi kesulitan akibat musibah.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.