BANJARMASINPOST.CO.IR, AMUNTAI - Duka saat ini masih menyelimuti keluarga,kerabat dari anggota BPK Bina Bersama atas meninggalnya Ahmad Ridhani saat melakukan pemadaman kebakaran di Desa Penangkalaan, Kabupaten HSU, Senin (29/6/2026)
Terungkap saat itu Ahmad Rudhani tidak berniat ke lokasi kebakaran namun ingin ke pasar, namun saat di perjalalan ia mendapat kabar adanya kebakaran.
Jiwa pemadam kebakarannya pun terpanggil dalangsung berhenti di lokasi dan memberi kabar kepada seluruh anggota pemadam. Korban termasuk satu anggota pemadam yang tiba lebih awal di lokasi.
"Kalau dia bukan anggota pemadam mungkin dia tidak akan singgah dan langsung membantu, tapi karena dirinya merasa memiliki tanggungjawab membantu maka tanpa pikir panjang langsung singgah," ujar Yamani ayah korban.
Baca juga: BREAKING NEWS- Kebakaran di Panangkalaan Hulu HSU, Satu Anggota Pemadam Tewas Tersengat Listrik
Baca juga: Sosok Anggota Pemadam yang Meninggal di Kebakaran Panangkalaan HSU, Dikenal Aktif di BPK
Yamani mengatakan biasanya dirinya selalu membawa kotak perlengkapan kebakaran di belakang sepeda motornya namun saat itu kebetulan bukan rencana menuju lokasi sehingga peralatan tersebut tertinggal.
Teman teman relawan satu unit bahkan mengetahui adanya kebakaran dari informasi yang diberikan oleh Ahmad Ridhani. Barulah tim menyusul menuju lokasi, membantu proses pemadaman.
Almarhum dikenal sebagai anggota yang sangat aktif, sering mengikuti pelatihan dan Yamani sebagai ayah juga mendukung.
"Anak saya selalu aktif di kegiatan sosial dan keagamaan, misalnya ada kegiatan haul selalu aktif dari awal hingga akhir," tambahnya.
Gurat kesedihan juga tampak dari Aulia rekan korban yang ikut mengantar korban ke rumah sakit. Disamping tubuh Ahmad Ridhani yang sudah pucat dan tak sadarkan diri dirinya sempat menggoyangkan tubuh Ridhani berharap sahabatnya itu bisa menjawab panggilannya.
Namun takdir berkata lain, saat dirumah sakit dan diperiksa korban sudah kehilangan nyawa. Hingga sampai dirumah duka Aulia tak bisa menahan tangis menyaksikan langsung sahabatnya mengalami kejadian tersebut.
"Biasanya dia selalu pakai alat pelindung diri, saat kejadian korban masih mengenakan helm namun peralatan lain tertinggal dirumah karena awalnya memang tidak berniat menuju lokasi," ujarnya sembari menangis.
Kebakaran di Desa Panangkalaan Hulu berawal dari terbakarnya mobil yang terparkir di halaman rumah, lokasinya berada tepat di samping tiang listrik hingga menyebabkan tiang listrik patah di tengah dan roboh.
Kabel sudah turun ke bawah yang mengenai anggota pemadam kebakaran yang berada di lokasi. Kebakaran menghanguskan sebuah rumah yang dihuni oleh dua kepala keluarga yaitu Rahmatullah dan Suherman. Dirumah tersebut dihuni oleh tujuh jiwa.
Tugas mulia membantu korban kebakaran juga perlu dilengkapi dengan peralatan keselamatan.
Fajar anggota Damkar HSU yang berada di lokasi kebakaran mengatakan saat berada di lokasi kebakaran pastikan aliran listrik sudah mati. Karena aliran listrik jika terkena air justru bisa menjadi penghantar listrik dan membahayakan.
Fajar mengatakan saat mendekati lokasi kebakaran harus menggunakan perlengkapan keamanan minimal helm dan sepatu.
Agar jika ada aliran listrik di tanah tidak terkena kaki, Fajar menambahkan korban merupakan anggota BPK yang aktif mengikuti kegiatan pemadam.
Pada saat kejadian korban memang berada di dekat kabel yang menjulur ke tanah karena tiang listrik yang patah.
“Sebelum melakukan pemadaman memang harus memastikan aliran listrik di sekitar lokasi kejadian memang harus sudah dipastikan aliran listrik sudah aman,” ujarnya.
Pemadaman awal dilakukan dengan melakukan pembasahan di bangunan sekitar yaitu kanan dan kiri rumah agar tidak merambat.
Bagian yang terbakar awal bagian ke atas, dari Damkar Dinas Satpol PP dan Damkar HSU terus memberikan pelatihan mengenai cara aman dalam melakukan pemadaman kebakaran termasuk perlengkapan yang digunakan.
Dari Damkar HSU juga menyampaikan bela sungkawa terhadap meninggalnya anggota pemadam kebakaran.
Sebagai bentuk penghormatan dan belasungkawa, Bupati HSU H. Sahrujani bersama Wakil Bupati Hero Setiawan datang langsung melayat ke rumah duka di Desa Sungai Turak, Kecamatan Amuntai Utara, Senin (29/6/2026).
Tidak hanya menyampaikan belasungkawa kepada keluarga, Bupati Sahrujani dan Wakil Bupati Hero Setiawan juga turut melaksanakan salat kifayah bersama masyarakat serta mengantarkan almarhum hingga ke tempat peristirahatan terakhir dalam prosesi pemakaman.
Turut hadir mendampingi, Ketua DPRD HSU Fadillah dan Anggota DPRD HSU Almien Azhar Safari, yang bersama-sama memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum atas jasa dan pengabdiannya sebagai relawan kemanusiaan.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Sahrujani menyerahkan santunan sebesar Rp41 juta kepada keluarga almarhum sebagai bentuk kepedulian dan perhatian Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Utara.
Dalam penyampaiannya, Bupati Sahrujani mengatakan bahwa bantuan tersebut bukanlah untuk menggantikan kehilangan yang dialami keluarga, melainkan sebagai wujud empati dan kepedulian pemerintah daerah.
“Santunan sebesar Rp41 juta ini tentu tidak ada artinya dibandingkan dengan satu nyawa yang telah gugur dalam menjalankan tugas kemanusiaan. Tidak ada nilai yang mampu menggantikan pengorbanan almarhum. Bantuan ini merupakan bentuk rasa prihatin, duka cita, dan kepedulian Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Utara kepada keluarga yang ditinggalkan,” ujar Sahrujani.
Sementara itu, Ketua Relawan Pemadam Kebakaran HSU, Hanif Noor Fauzi Tanjung, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi kepada Bupati HSU H. Sahrujani dan Wakil Bupati Hero Setiawan yang hadir langsung di rumah duka hingga mengikuti salat kifayah dan proses pemakaman.
“Kami atas nama seluruh relawan pemadam kebakaran HSU mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Bupati H. Sahrujani dan Bapak Wakil Bupati Hero Setiawan atas perhatian, kepedulian, serta dukungan yang diberikan kepada keluarga almarhum. Kehadiran beliau berdua menjadi penguat bagi keluarga dan seluruh relawan. Kami juga mengapresiasi bantuan santunan yang diberikan sebagai bentuk kepedulian Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Utara,” ujar Hanif.
Bupati juga menyampaikan doa agar almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan, kekuatan, dan keikhlasan dalam menghadapi musibah tersebut.
Kepergian Ahmad Ridhani menjadi pengingat akan besarnya pengorbanan para relawan pemadam kebakaran yang dengan penuh keberanian mempertaruhkan keselamatan diri demi melindungi masyarakat. Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Utara pun menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas dedikasi dan jasa almarhum dalam menjalankan misi kemanusiaan.
(banjarmasinpost.co.id/reni kurniawati)