TRIBUNMANADO.CO.ID - Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara resmi mencanangkan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Aula Mapalus, Kantor Gubernur Sulut, Selasa (30/6/2026).
Pencanangan tersebut dihadiri Wakil Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) RI, Dr Sonny Harry Budiutomo Harmadi, unsur Forkopimda, serta para bupati dan wali kota se-Sulawesi Utara.
Dalam sambutannya, Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus Komaling (YSK) menegaskan pentingnya data yang akurat sebagai dasar dalam merumuskan kebijakan pembangunan daerah.
Menurutnya, data statistik tidak hanya menjadi kumpulan angka, tetapi menjadi fondasi utama pemerintah dalam menentukan arah pembangunan, menetapkan program prioritas, hingga mendorong pertumbuhan ekonomi yang merata.
"Pemda membutuhkan data yang akurat, lengkap, dan dapat dipercaya untuk menyusun perencanaan pembangunan, menentukan prioritas program, mengembangkan sektor unggulan, sekaligus mengurangi kesenjangan antarwilayah," kata YSK.
Ia menyebut pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 menjadi momentum penting di tengah pertumbuhan ekonomi Sulawesi Utara yang terus menunjukkan tren positif.
Berdasarkan data terbaru BPS, ekonomi Sulut pada Triwulan I Tahun 2026 tumbuh 5,54 persen secara tahunan (year on year).
Sektor pertanian masih menjadi penyumbang terbesar terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dengan kontribusi 21,18 persen.
Selanjutnya sektor perdagangan sebesar 13,54 persen, transportasi 11,83 persen, industri pengolahan 11,79 persen, serta konstruksi 9,25 persen.
Selain itu, YSK juga menyoroti potensi besar yang dimiliki Sulut melalui kawasan Destinasi Super Prioritas (DSP) Likupang yang terus dikembangkan dengan konsep regenerative tourism dan pariwisata hijau.
Pada pelaksanaan kali ini, Sensus Ekonomi 2026 memiliki cakupan yang lebih luas dibanding sebelumnya karena turut mendata sektor pertanian dan berbagai jenis usaha.
Melalui pendataan tersebut, pemerintah berharap dapat memperoleh gambaran menyeluruh mengenai struktur perekonomian Sulawesi Utara, mulai dari pelaku usaha mikro hingga perusahaan berskala besar, termasuk sektor formal maupun informal.
Data yang terkumpul nantinya akan menjadi acuan dalam mendukung visi Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara menuju daerah yang maju, sejahtera, dan berkelanjutan, khususnya dalam penguatan ekonomi, daya saing daerah, serta ketahanan pangan dan energi.
Untuk menyukseskan agenda nasional tersebut, Gubernur meminta seluruh bupati dan wali kota di Sulawesi Utara memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan sensus.
Ia juga menginstruksikan seluruh perangkat daerah hingga pemerintah desa dan kelurahan agar membantu memfasilitasi petugas BPS selama proses pendataan berlangsung.
Tak hanya itu, YSK mengajak seluruh pelaku usaha dan masyarakat yang menjadi responden agar memberikan data secara benar, lengkap, dan jujur.
"Kualitas data yang dihasilkan sangat bergantung pada partisipasi seluruh masyarakat. Karena itu saya mengajak semua pihak mendukung Sensus Ekonomi 2026 dengan memberikan informasi yang benar dan lengkap kepada petugas," ujarnya.
Di akhir sambutan, Gubernur menyampaikan apresiasi kepada BPS RI atas komitmennya menyediakan data statistik yang berkualitas serta menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara untuk terus bersinergi dalam mendukung pembangunan daerah berbasis data. (Ren)