Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM,Charles Abar
TRIBUNFLORES.COM, BAJAWA - Pemerintah Kabupaten Ngada kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya leluhur.
Komitmen tersebut ditunjukkan melalui kehadiran Bupati Ngada Raymundus Bena bersama Wakil Bupati Ngada Bernandinus Dhey Ngebu pada prosesi adat Ka Sa'o Koparade dan Ka Sa'o Lekabero Suku Bengu di Kampung Bogodho, Desa Tiwutodha, Kecamatan Golewa, Selasa (30/6).
Kehadiran pemerintah daerah menjadi bagian dari implementasi Program Murni Kasih yang menempatkan pelestarian budaya sebagai salah satu pilar penting pembangunan di Kabupaten Ngada.
Turut mendampingi Bupati dan Wakil Bupati dalam kegiatan tersebut Ketua TP PKK Kabupaten Ngada Blandina Mamo, para Asisten Sekretariat Daerah, pimpinan perangkat daerah, Camat Golewa, serta para kepala desa. Hadir juga para dosen dari ITB dan Universitas Brawijaya Malang.
Baca juga: 5 Pemuda Tersangka Kekerasan Seksual terhadap Pelajar SMP di Nagekeo Dilimpahkan ke Kejari Ngada
Setibanya di Kampung Bogodho, Bupati Ngada terlebih dahulu menyampaikan sapaan adat "Sa Ngaza" sebagai bentuk penghormatan kepada masyarakat adat Suku Bengu sekaligus penghargaan terhadap tata cara adat yang masih dijunjung tinggi.
Sapaan tersebut dijawab secara adat oleh para tetua sebelum rombongan dipersilakan memasuki kampung dan mengikuti seluruh rangkaian prosesi Ka Sa'o.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Ngada menegaskan bahwa warisan budaya merupakan peninggalan berharga para leluhur yang telah diwariskan jauh sebelum generasi saat ini.
Karena itu, seluruh nilai, sejarah, dan tradisi yang terkandung di dalamnya harus terus dijaga, dilestarikan, didokumentasikan, serta dituliskan agar tidak hilang maupun berubah seiring perkembangan zaman.
Menurutnya, pelaksanaan Ka Sa'o Koparade dan Ka Sa'o Lekabero menjadi bukti komitmen Pemerintah Kabupaten Ngada dalam mendukung pelestarian rumah adat beserta seluruh nilai budaya yang hidup di dalamnya. Pemerintah, kata dia, akan terus hadir memberikan dukungan terhadap berbagai kegiatan adat sebagai bagian dari upaya memajukan kebudayaan daerah.
Ia juga mengajak seluruh ana woe untuk menjadikan Sa'o sebagai ruang mempererat persaudaraan, memperkuat persatuan, serta menyelesaikan berbagai persoalan melalui musyawarah yang berlandaskan nilai-nilai adat.
Sementara itu, mewakili Mori Sa'o, tokoh adat menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Bupati, Wakil Bupati, serta seluruh rombongan yang telah hadir memberikan dukungan dan penguatan kepada masyarakat adat. Kehadiran Pemerintah Kabupaten Ngada dinilai sebagai bukti nyata perhatian pemerintah terhadap pelestarian adat dan budaya yang terus diwariskan dari generasi ke generasi.
Melalui Program Murni Kasih, Pemerintah Kabupaten Ngada berkomitmen menjadikan pelestarian dan pemajuan kebudayaan sebagai bagian integral dari pembangunan daerah. Dengan demikian, nilai-nilai adat, tradisi, serta identitas budaya Ngada diharapkan tetap lestari dan menjadi warisan berharga bagi generasi yang akan datang. (Cha)