12 DPD II Golkar Beralih ke IAS, Pendukung Appi Sebut Rekomendasi Doubel Tak Sah
Ari Maryadi June 30, 2026 07:06 PM

 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -- Ketua DPD II Golkar Kabupaten Gowa Ambas Syam memilih setia di barisan Munafri Arifuddin.

Ambas Syam memutuskan tidak hadir dalam pertemuan Ilham Arief Sirajuddin di kediaman pribadi mantan Wali Kota Makassar itu, Jalan Batu Putih Kota Makassar Minggu (28/6/2026).

Awalnya ada 21 DPD II Golkar kabupaten/kota berada di barisan Appi, sapaan Munafri Arifuddin.

21 DPD II Golkar kabupaten/kota itu telah menyerahkan surat rekomendasi dukungan kepada Appi.

Belakangan, Rabu (24/6/2026), Ketua Umum Bahlil Lahadalia menerbitkan surat rekomendasi kepada IAS.

12 DPD II Golkar pun memenuhi undangan silaturahmi IAS.

Ketua DPD II Gowa Ambas Syam mengatakan, jika rekomendasi dikeluarkan oleh DPD II double itu dianggap tidak sah sesuai Juklak 02 DPP Golkar 2025 tentang Penyelenggaraan Musyawarah Golkar di Daerah.

"Tidak sah itu kalau dua-duanya menerbitkan rekomendasi. double itu, dianggap tidak sah," kepada Ambas Syam kepada wartawan.

Ambas melanjutkan rekomendasi dukungan nanti akan diverivikasi oleh Steering Committee Musda Golkar Sulsel.

"Nanti diperiksa rekomendasi itu oleh steering committee," ujar Ambas.

Ambas Syam setia mendukung Munafri Arifuddin di Musda Golkar Sulsel.

"Kami masih dukung Pak Appi," tegasnya.

Sebelumnya ada 9 DPD II Golkar kabupaten/kota tidak hadir silaturahmi dengan IAS.

Mereka yakni Ketua DPD II Golkar Gowa Ambas Syam, Ketua DPD II Golkar Takalar Zulkarnain Arief, Ketua DPD II Golkar Jeneponto Ikhsan Iskandar, Ketua DPD II Golkar Bantaeng Liestiaty Nurdin Abdullah, Ketua DPD Selayar M Basli Ali.

DPD II Golkar Makassar juga tetap setia bersama Appi.

Daerah lainnya yakni Ketua DPD II Golkar Pinrang Usman Marham, Ketua DPD II Golkar Luwu Patahuddin, Ketua DPD II Golkar Lutra Indah Putri Indriani.

DPD II Golkar kabupaten/kota memiliki 1 suara di arena Musda.

Hingga kini 9 DPD II Golkar kabupaten/kota setia bersama Appi.

Sebelumnya ada 21 DPD II Golkar pendukung Appi. Itu artinya ada 12 DPD II yang membelot alias berkhianat.

Total ada 30 suara di arena Musda Golkar Sulsel.

Appi sendiri menjabat Ketua DPD II Golkar Makassar sejak 2021 lalu.

Saat itu Appi terpilih menggantikan Farouk M Betta.

Beringin rindang awalnya hanya mengontrol 5 kursi DPRD Makassar, dan menempati posisi keempat hasil Pileg 2019 Makassar.

Di bawah kepemimpinan Appi, Golkar meraih suara terbanyak di Pileg 2024, namun kalah kursi dari Nasdem.

Beringin rindang keluar sebagai pemenang kedua di Makassar.

Di Pilkada Makassar 2024, Appi mengantar beringin jadi pemenang setelah 15 tahun puasa kemenangan sejak Pilkada 2009.

Daftar Ketua DPD II 'Khianati' Appi Jelang Musda Golkar Sulsel

Peta dukungan menjelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Sulawesi Selatan kembali mengalami dinamika. 

Musda Golkar merupakan tahapan strategis untuk memperkuat konsolidasi internal dan menetapkan arah perjuangan partai ke depan.

Para Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Partai Golkar kabupaten/kota terlihat menghadiri agenda silaturahmi dan konsolidasi Ilham Arief Sirajuddin (IAS) di kediamannya di Jalan Batu Putih, Makassar, Minggu (28/6/2026) kemarin sore.

DPD II adalah kepengurusan Partai Golkar di tingkat kabupaten atau kota.

DPD I kepengurusan di tingkat provinsi.

Pertemuan  usai IAS menerima Surat Keputusan (SK) Diskresi dari Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia untuk maju dalam bursa Ketua DPD I Golkar Sulsel.

Diskresi adalah kebebasan dimiliki pejabat atau badan pemerintahan untuk mengambil keputusan atau bertindak sendiri guna menyelesaikan masalah konkret dalam penyelenggaraan negara.

Hak ini digunakan ketika aturan hukum yang ada tidak lengkap, tidak jelas, memberi banyak pilihan, atau untuk mencegah stagnasi pemerintahan.

Di internal Golkar, diskresi adalah kewenangan khusus atau dispensasi diberikan Dewan Pimpinan Pusat (DPP), biasanya Ketua Umum kepada seorang kader untuk maju dalam bursa pencalonan ketua (seperti Musda) atau posisi strategis lainnya.

Kebijakan ini dikeluarkan untuk melompati aturan atau syarat administratif tertentu yang sedang berlaku.

Diskresi sering digunakan untuk memberikan izin kepada kader yang tidak memenuhi syarat baku (misalnya terkait masa pengurusan atau jenjang kaderisasi tertentu) agar tetap bisa ikut bertarung. 

Diskresi bukan tiket kemenangan.

Diskresi adalah izin untuk mendaftar atau "restu" bersaing, bukan jaminan atau tiket kemenangan mutlak dalam pemilihan.

Pemilik diskresi tetap harus melobi dan memenangkan suara dari para pemilik hak pilih di Musda.

Diskresi hak prerogatif Ketum.

Kebijakan ini merupakan hak prerogatif Dewan Pimpinan Pusat.

Biasanya diberikan ketika partai menghadapi dinamika politik yang tinggi atau untuk mengakomodasi figur senior/popule

IAS adalah putra Sulsel kelahiran Kabupaten Gowa, 16 September 1965.

Ia adalah Wali Kota Makassar 2 periode yakni 2004–2009 dan 2009–2014.

Ia pernah menjabat sebagai Anggota DPRD Sulsel Fraksi Golkar periode 1999–2004.

Pria akrab disapa Aco ini, dikenal Bapak Pembangunan Makassar karena prestasinya dalam membangun.

Selama menjabat ia mendapat 160-an penghargaan baik itu tingkat nasional maupun Internasional, di antaranya Wali Kota Terbaik Dunia (World Mayor Prize) 2012.

Ia juga merupakan manajer dan ketua umum tim sepak bola PSM Makassar. 

Pada tahun 2010 Ilham memenangkan Musyawarah Daerah Partai Demokrat Provinsi Sulsel.

Suami Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika ini kala itu, juga Ketua Organisasi Masyarakat Nasional Demokrat dan menjadi salah satu dari 45 deklarator Nasional Demokrat.

Di sisi lain, Aco pernah ditahan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas I Gunungsari, Jl Sultan Alauddin, Kota Makassar, pada Sabtu (16/2/2019).

Dia pindah dari Lapas Klas I Sukamiskin di Bandung.

 Sebelumnya, Ilham mulai ditahan, Jumat, (10/7/2015) di Rumah Tahanan Pomdam Jaya Guntur Cabang KPK, Jakarta, usai menjalani pemeriksaan di gedung KPK.

Setelah beberapa hari mendekam di Rumah Tahanan Pomdam Jaya Guntur Cabang KPK, Ilham Arief Sirajuddin dipindahkan ke Lapas Klas I Sukamiskin.

IAS menjalani hukuman penjara  selama 4 tahun atas kasus orupsi terkait kerja sama kelola dan transfer instalansi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Makassar tahun 2007-2013.

Kehadiran para Ketua DPD II tersebut menarik perhatian karena sebelumnya mayoritas pemilik suara sempat mendukung Munafri Arifuddin atau Appi menjelang Musda Golkar Sulsel.

Munafri Arifuddin adalah Wali Kota Makassar 2025-2030. Ia bersama Aliyah memenangkan Pilkada Makassar 2024.

Kehadiran para pemilik suara itu menjadi perhatian.

Sebelumnya sejumlah DPD II telah menyatakan dukungan kepada Appi sapaan Munafri menjelang Musda Golkar Sulsel.

Pantauan Tribun-Timur.com di lokasi, sejumlah Ketua DPD II hadir di antaranya Ketua Golkar Soppeng Andi Kaswadi Razak.

Andi Kaswadi Razak Bupati Soppeng periode 2016–2021 dan 2021–2024.

Pria kelahiran 1 Februari 1967 itu menjabat untuk periode kedua sejak 26 Februari 2021 setelah dilantik Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah di Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Selatan, Makassar.

Lalu Ketua Golkar Luwu Timur Aripin, Ketua Golkar Palopo Rahmat Masri Bandaso, Plt Ketua Golkar Barru Rahman Pina.

Aripin kini menjabat sebagai Ketua DPRD Luwu Timur pasca dilantik pada Kamis (27/1/2022) di ruang paripurna.

Empat bulan sebelumnya, pada Sabtu (30/10/2021) malam, Aripin terpilih sebagai Ketua DPD II Golkar Luwu Timur.

Aripin terpilih secara aklamasi pada Musda ke-4 DPD II Golkar Luwu Timur periode 2021-2026 di Hotel Novotel, Makassar.

Ketua Golkar Tana Toraja Victor Datuan Batara, Ketua Golkar Sinjai Andi Kartini Ottong, Ketua Golkar Toraja Utara Yohanis Bassang.

Rahmat Masri Bandaso atau disapa RMB pernah menjabat sebagai Wakil Wali Kota Palopo dua periode yang terpisah.

Pria kelahiran 1 Mei 1965, menjadi wakil wali kota ia mendampingi Patedungi Andi Tenriadjeng pada periode 2008–2013. 

Kemudian, ia mendampingi mantan rival di pilkada 2013, Judas Amir pada periode 2018–2023.

Rahman Pina Wakil Ketua DPRD Sulsel untuk masa jabatan 2024-2029. 

Bahlil Lahadalia, menetapkan Rahman Pina menduduki posisi tersebut.

Penunjukan ini dilakukan melalui Surat Keputusan (SK) DPP Partai Golkar nomor B-272/DPP/GOLKAR/IX/2024, yang disahkan pada 20 September 2024

Selanjutnya Ketua Golkar Pangkep Andi Ilham Zainuddin, serta Ketua Golkar Bone Andi Fahsar Mahdin Padjalangi.

Andi Ilham adalah Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) 2024-2029.

Andi Fahsar Mahdin Padjalangi atau biasa dikenal sebagai Andi Baso Fahsar, lahir 21 Juni 1963.

Ia Bupati Bone sejak 8 April 2013.

Andi Fahsar berpasangan dengan H Ambo Dalle keluar sebagai pemenang Pilkada Bone 2013-2014.

Usungan Partai Golkar, PKS, PPP dan PKB ini meraih suara 191.524 atau 47,64 persen mengungguli 5 pasangan lainnya.

Andi Fahsar menggantikan posisi A Muh Idris Galigo.

Andi Fahsar dan wakilnya H Ambo Dalle dilantik pada tanggal 8 April 2013 oleh Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo.

Andi Fahsar adalah seorang PNS dan mantan Wakil Bupati Bone periode 2003-2008 mendampingi H A Muh Idris Galigo selaku Bupati Bone.

Andi Fahsar juga pernah gagal terpilih pada Pilkada Bone tahun 2008 yang saat itu berpasangan dengan Andi Abdullah.

Sementara itu, Golkar Bulukumba diwakili Sekretaris DPD II Arkam Bohari, Sekretaris Golkar Sidrap Ahmad Shalihin Halim.

Arkam adalah calon anggota legislatif daerah pemilihan 1 meliputi Kecamatan Ujung Bulu dan Ujung Loe pada Pileg lalu.

Ahmad Shalihin pria kelahiran Sidrap 14 September 1981.

Ia anggota DPRD Sidrap dari Partai Golkar periode 2019-2024.

Golkar Parepare diwakili Taufan Pawe, Ketua Golkar Maros, Suhartina Bohari mengutus perwakilannya.

Taufan Pawe lahir 14 Oktober 1965.

Ia adalah pengacara, konsultan hukum, dan politikus asal Sulsel.

Ia saat ini menjabat sebagai Anggota DPR RI sejak Oktober 2024.

Taufan Pawe pernah menjadi Wali Kota Parepare 2 periode didampingi Faisal Andi Sapada periode 2013–2018, dan Pangerang Rahim periode 2018–2013 sebagai Wakil Wali Kota Parepare.

Suhartina Bohari atau Tina Bohari lahir 13 Juli 1981.

Ia adalah seorang politikus wanita Indonesia Wakil Bupati Maros periode 2021-2024.

Dia adalah wakil bupati wanita pertama Kabupaten Maros.

Pada kontestasi pemilihan bupati dan wakil bupati Maros, Suhartina Bohari berpasangan dengan Chaidir Syam sebagai Bupati Maros.

Selain itu, dia juga terpilih secara aklamasi sebagai Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Maros periode 2021–2026.

Tak hanya jajaran DPD II, sejumlah pimpinan organisasi pendiri, organisasi yang didirikan, hingga sayap Partai Golkar Sulsel juga terlihat hadir. 

Di antaranya Ketua Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI) Sulsel Andi Patarai Amir, Ketua MKGR Taufan Pawe, Ketua Majelis Dakwah Islamiyah (MDI) Rahim P Sanjata, serta perwakilan AMPI, KPPG, HWK, dan AMPG Sulsel.

AMPI singkatan Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia.

AMPI adalah organisasi kepemudaan yang berafiliasi dengan Partai Golkar.

Organisasi ini menjadi wadah pembinaan kader muda dan sering terlibat dalam kegiatan sosial, politik, serta pengkaderan.

KPPG singakatan Kesatuan Perempuan Partai Golkar.

KPPG merupakan organisasi sayap perempuan Partai Golkar yang fokus pada pemberdayaan perempuan, pendidikan politik, dan peningkatan partisipasi perempuan dalam pembangunan maupun politik.

HWK singkatan Himpunan Wanita Karya.

HWK adalah organisasi perempuan yang berafiliasi dengan Golkar dan telah lama menjadi bagian dari kelompok organisasi pendukung partai.

Kegiatannya banyak berkaitan dengan pemberdayaan perempuan, sosial, pendidikan, dan kemasyarakatan.

AMPG singkatan Angkatan Muda Partai Golkar.

AMPG adalah organisasi sayap resmi Partai Golkar yang menghimpun kader muda partai.

Organisasi ini berfokus pada kaderisasi, pendidikan politik, serta penguatan basis pemilih muda.

SOKSI sebelumnya bernama Sentral Organisasi Karyawan Sosialis Indonesia adalah organisasi buruh atau pekerja perusahaan-perusahaan negara (BUMN). 

SOKSI juga sebagai organisasi paling pertama yang mencetuskan dan menggunakan kata "karyawan".

SOKSI bersama Kelompok Induk Organisasi lain seperti Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR) dan Koperasi Serba Guna Gotong Royong (KOSGORO) kemudian mendirikan Sekretariat Bersama Golongan Karya (Sekber Golkar) pada 20 Oktober 1964.

Sebelumnya, kelompok pendukung Appi juga sempat menggelar konsolidasi di Hotel Novotel Makassar pada Jumat (17/4/2026). 

Konsolidasi tertutup tersebut dihadiri puluhan pemilik suara dan berlangsung sekitar empat jam.

Sebanyak 21 DPD II Partai Golkar kabupaten/kota menghadiri agenda tersebut. 

Ketua DPD II saat itu menyatakan dukungan kepada Appi untuk maju pada Musda Golkar Sulsel.

Ketua DPD II Golkar Soppeng Andi Kaswadi Razak mengakui sebelumnya berada di barisan pendukung Appi. 

Namun setelah IAS menerima diskresi dari DPP Golkar, ia mengaku mengambil langkah berbeda.

“Sebelumnya saya sudah sampaikan ke beliau (Appi) setelah kegiatan di Soppeng, saya juga berkomunikasi dengan beliau,” kata Andi Kaswadi.

Saat ditanya alasan mengalihkan dukungan setelah sebelumnya menyerahkan dukungan kepada Appi, Kaswadi menyebut dinamika internal Golkar merupakan hal yang biasa.

Mantan Bupati Soppeng juga menilai penyerahan diskresi secara langsung oleh Ketua Umum DPP Golkar didampingi Sekjen, Bendahara Umum dan sejumlah wakil ketua memiliki makna tersendiri.

“Itu sudah hal yang sangat luar biasa, tidak lazimnya penyerahan diskresi diserahkan langsung ketum,” katanya.

Kaswadi juga menepis anggapan dirinya masuk dalam kelompok pendukung garis keras salah satu kubu menjelang Musda Golkar Sulsel.

“Saya rasa bukan istilah garis keras, kami sama semua. Kapasitas kami sama. Cuma saya kan sangat memahami dinamika di Golkar itu sudah biasa, dan pengalaman kami selama di Golkar sudah bisa membaca tanda-tanda yang perlu kita sikapi, tidak perlu secara vulgar dijelaskan,” katanya.

Terkait kemungkinan mengajak DPD II lain mengikuti langkah politiknya, Kaswadi menegaskan keputusan tersebut merupakan hak masing-masing DPD II Golkar.

“Itu haknya DPD II masing-masing. Yang jelas bagi kami itu merupakan suatu keputusan kami atau kebijakan yang kami ambil,” ujarnya.

Andi Kaswadi juga mengaku mengenal sosok IAS cukup lama sehingga memahami karakter kepemimpinannya.

“Saya dengan beliau sudah lama sama-sama, saya tahu persis bagaimana pola kepemimpinan beliau, karakter beliau, kami sangat faham sekali,” ujarnya.

Di akhir pernyataannya, Kaswadi menegaskan langkah yang diambilnya didasarkan pada loyalitas terhadap partai.

“Jadi saya ini loyalis partai,” tutupnya.

IAS klaim telah mengantongi dukungan dari sejumlah pemilik suara untuk bertarung pada Musda Golkar Sulsel.

“Totalnya yang menyampaikan itu ada 15 pemilik suara yang sudah menyampaikan sikap dan memberikan rekomendasi dukungan,” kata IAS.

Rompi IAS

Selain pengurus DPD II, sejumlah unsur organisasi sayap, organisasi pendiri, serta organisasi yang didirikan Partai Golkar Sulsel juga ikut menghadiri pertemuan tersebut.

Mereka tampak kompak mengenakan rompi kuning bertuliskan nama IAS.

Terpisah, IAS mengakui agenda konsolidasi itu merupakan bagian dari langkah konsolidasi politik menjelang pelaksanaan Musda Golkar Sulsel. 

Konsolidasi itu dilakukan setelah dirinya menerima SK diskresi dari Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia. 

Menurut IAS, waktu yang tersedia menuju Musda Golkar Sulsel cukup terbatas. 

Karena itu, ia memilih mengumpulkan para Ketua DPD II dalam satu forum dibandingkan harus berkeliling ke seluruh daerah.

“Pertemuan hari ini adalah bagian dari proses konsolidasi yang saya lakukan karena mengingat keterbatasan waktu. Keterbatasan waktu saya untuk keliling ke-24 daerah bertemu dengan ketua-ketua DPD II,” ujarnya.

IAS mengatakan dirinya berupaya memanfaatkan berbagai ruang komunikasi untuk mempercepat proses konsolidasi menjelang Musda Golkar Sulsel. 

“Sehingga saya coba mencari ruang melakukan proses. Alhamdulillah hari ini yang datang lebih dari separuh, dan ada yang menyampaikan dukungan meski tidak sempat hadir,” katanya.

“Yang hadir tadi ada 12 orang pemilik suara, ada DPD II dengan ormas lengkap, sayap partai hingga organisasi pendiri dan didirikan. Jadi lengkap semua,” tambahnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.