TRIBUNMANADO.CO.ID,MANADO - Dua putra Sulawesi Utara kembali dipercayakan menduduki posisi penting di perusahaan sekelas PT Jobubu Jarum Minahasa Tbk.
Mereka berdua adalah Carlo Brix Tewu dan Jan Maringka.
Mereka diberikan tanggungjawab sebagai Dirut dan Komisaris.
Baca juga: Masuk Direksi Jobubu Jarum Minahasa, Carlo Tewu dan Jan Maringka Bertekad Jadikan Cap Tikus Mendunia
Pemegang saham menunjuk Carlo Brix Tewu sebagai Direktur Utama Jobubu Jarum Minahasa.
Sementara, Komisaris Independen dipercayakan kepada Jan Maringka.
Perusahaan asal Sulawesi Utara pertama yang melantai di Bursa Efek Indonesia ini mengumumkan pembaharuan Direksi dan Komisaris.
Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang digelar pekan lalu memutuskan Direktur Utama dan Komisaris Independen PT Jobubu Jarum Minahasa Tbk yang baru.
Baik Carlo Tewu maupun Jan Maringka, keduanya adalah putra Sulawesi Utara.
Irjen Pol Drs Carlo Brix Tewu merupakan mantan Kapolda Sulawesi Utara 2010-2012.
Ia pernah menjabat sebagai Penjabat Gubernur Sulawesi Barat pada tahun 2024.
Sebelumnya juga, Carlo Tewu merupakan Komisaris PT Bukit Asam dan pernah dipercayakan sebagai Deputi Menteri Bidang Hukum dan Perundang-undangan Kementerian BUMN serta Deputi Menteri Bidang Koordinasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat Kementerian Koordinator Polhukam.
Sedangkan Jan Samuel Maringka Sh MH notabene merupakan mantan Jaksa Agung Muda Intelejen (Jamintel) 2017-2020 dan Inspektur Kementerian Pertanian pada 2022-2023.
Kehadiran Carlo Tewu dan Jan Maringka dipercaya pemegang saham dalam mendorong emiten di bursa dengan kode BEER ini lebih progresif di pasar nasional dan global.
Komisaris Utama Jobubu, Nicho Lieke mengungkapkan alasan penunjukan Carlo Tewu dan Jan Maringka.
Katanya, Jobubu bertekad ekspansif untuk memperkenalkan produk kearifan lokal Sulawesi Utara, minuman tradisional Cap Tikus.
Dengan bergabungnya dua putra Sulawesi Utara, bisa membawa kinerja Jobubu lebih baik.
"Karena itu kita butuh tokoh Sulut yang bisa membawa perusahaan ini dipandang dan bisa memberi dampak," kata Lieke dalam pertemuan via zoom, Selasa 30 Juni 2026 sore.
Nicho bilang, melihat rekam jejak Carlo Tewu dan Jan Maringka di dunia birokrasi yang begitu panjang, itu menjadi modal penting saat bersama Jobubu.
"Legacy yang dibawa oleh Pak Carlo dan Pak Jan saya rasa akan memberi manfaat untuk ekspansi ke depan. Sebagai perusahaan Tbk, kita berusaha semaksimal mungkin bagaimana bisa ekspansi, memperluas jaringan penjualan dan distribusi produk," kata Nicho, Ketua Apindo Sulawesi Utara.
Audy Lieke, mantan Direktur Utama Jobubu memberikan pandangannya terhadap pergantian direksi dan komisaris terbaru.
Audy mengatakan, kehadiran Carlo Tewu dan Jan Maringka berangkat dari kebanggaan pada Minahasa. Sulawesi Utara pada umumnya.
Cap Tikus, produk minuman tradisional yang merupakan kearifan lokal diangkat Jobubu ke pasar nasional dan global dengan tujuan memberi dampak ekonomi lebih besar kepada daerah.
Jobubu menjadi pionir, membawa Cap Tikus yang hanya minuman kelas lokal menjadi produk legal, berstandar dan diekspor ke berbagai negara. Cap Tikus punya gengsi dan nilai jual lebih tinggi.
Bahkan, sampai IPO (Initial Public Offering) pada Januari 2023. Sesuatu yang awalnya terasa sulit.
"Sekarang, kalau kita bicara Jobubu, orang langsung tahu Cap Tikus. Seiring dengan itu, Jobubu Jarum Minahasa menjadi perusahaan pemberi penerimaan negara daerah pajak dan cukai terbesar di Sulut Gorontalo dan Sulteng," kata Audy.
Katanya, penunjukan Carlo Tewu dan Jan Maringka sebagai bagian dari kesinambungan komitmen untuk mendorong kesejahteraan warga Sulawesi Utara.(NDO)