Cara Deschamps Jaga Kekompakan Skuad Prancis, Boleh Jalan-jalan tapi Harus Tidur di Markas
Muhammad Nursina Rasyidin July 01, 2026 12:09 PM

 

TRIBUNNEWS.COM - Pelatih Timnas Prancis, Didier Deschamps, punya cara tersendiri untuk menjaga kekompakan tim asuhannya selama mengarungi Piala Dunia 2026.

Deschamps memilih tak melarang anak asuhnya atau staf Prancis untuk menikmati area di sekitar tempat mereka menginap selama turnamen ini berlangsung.

Prancis sendiri menginap di Four Seasons Hotel, di Boston, Massachussets, Amerika Serikat.

Namun ada hal yang menjadi perhatian bagi Deschamps di tengah kelonggaran aturan itu.

Ia benar-benar tak akan memberikan toleransi kepada siapa pun di tim Prancis yang menghabiskan seluruh malam di luar hotel.

Dirinya ingin para pemain dan staf tetap beristirahat dan tidur di hotel yang sudah disewa selama Piala Dunia berlangsung.

Sejauh ini, kebijakan itu berbuah manis bagi Prancis.

Tim berjuluk Les Bleus ini selalu bisa mendapatkan kemenangan penting dengan skor yang nyaman.

Termasuk saat mereka mengalahkan Swedia dengan skor 3-0 di babak 32 besar, Rabu (1/7/2026).

"Prancis kita tahu di dua edisi Piala Dunia sebelum ini, selalu bisa sampai ke final, satunya juara dan satunya lagi runner up," kata Adrian dari Spieltag Indonesia, dalam podcast Super Taktik di kantor Tribunnews Solo, Karanganyar, Jawa Tengah.

"Selisih mereka dengan Argentina sebenarnya sangat tipis," sambungnya.

Baca juga: Masa Tunggu Menyakitkan 40 Tahun, Prancis Akhirnya Panen Talenta di Era Modern

Terlepas dari itu, skuad Prancis benar-benar menikmati masa mereka di Piala Dunia kali ini.

Mereka merasa area Boston benar-benar memberikan sambutan dan penerimaan yang luar biasa.

"Kami merasa bahwa Boston, Massachusetts, menginginkan tim nasional Prancis untuk berada di sini," kata Ketua Keamanan dan LO Prancis, Mohamed Sanhadji, dikutip dari Waltham Times.

"Kami bisa mendapatkan berbagai fasilitas di mana saja. Di Bentley, kami menemukan kerja sama yang tulus dan sangat baik. Semua pihak yang bertanggung jawab di Universitas Bentley menginginkan Prancis, sehingga bagi kami keputusan ini menjadi mudah."

"Mereka benar-benar membuat segala sesuatunya menjadi sangat mudah bagi kami," ujarnya.

Sanhadji menggambarkan rutinitas harian tim di Boston.

Mereka biasanya memulai dengan sarapan yang berlangsung hingga pukul 09.30 pagi.

Wanita asal Karanganyar mengenakan stiker Prancis di wajah sebagai bentuk dukungan dalam Piala Dunia 2026, di Kota Solo, Jawa Tengah, Senin (15/6/2026).
Wanita asal Karanganyar mengenakan stiker Prancis di wajah sebagai bentuk dukungan dalam Piala Dunia 2026, di Kota Solo, Jawa Tengah, Senin (15/6/2026). (Tribunnews.com/Tribun-Video.com/Akmal Khoirul Habib)

Setelah itu, para pemain menuju pusat kebugaran dan mengikuti sesi rapat atau pertemuan tim.

Sekitar pukul 12.30 siang, para pemain makan siang, kemudian beristirahat tidur selama sekitar 30 menit.

Setelah itu, tim berangkat menjalani sesi latihan. Saat pulang ke hotel, para pemain menjalani program pemulihan, termasuk pijat dan peregangan, serta latihan individu maupun kelompok.

Hari ditutup dengan makan malam sekitar pukul 20.30, yang kemudian dilanjutkan dengan sesi pemulihan tambahan.

Setiap pemain menempati kamar masing-masing dan memiliki perangkat untuk meninjau kembali pertandingan sebelumnya maupun mempelajari calon lawan yang akan dihadapi.

Sanhadji mengatakan rombongan tim sangat berterima kasih atas sambutan hangat yang mereka terima dari Boston, Waltham, dan Universitas Bentley.

(Tribunnews.com/Guruh)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.