TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Barat menilai Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memberikan dampak positif terhadap perekonomian daerah melalui peningkatan aktivitas ekonomi dan belanja pemerintah.
Kepala BPS Sulawesi Barat, Suri Handayani, mengatakan pelaksanaan program MBG melibatkan jaringan pemasok (supplier) bahan pangan yang secara langsung menggerakkan roda perekonomian di Sulawesi Barat.
Baca juga: Pemkab Mamuju Tengah Serahkan Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2025 ke DPRD
Baca juga: UPDATE TERBARU Harga BBM 1 Juli 2026, Tiga Jenis BBM Turun Termasuk Dexlite
Menurutnya, keberadaan program tersebut turut memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi karena masuk dalam komponen konsumsi akhir pemerintah.
"Yang jelas kontribusinya ada dan positif, karena dia merupakan konsumsi akhir pemerintah," katanya.
Suri menjelaskan, setiap belanja pemerintah yang digunakan untuk menjalankan program MBG akan mendorong perputaran ekonomi, mulai dari pengadaan bahan baku hingga distribusi kepada penerima manfaat.
Karena itu, BPS menilai program MBG tidak hanya berdampak pada peningkatan gizi masyarakat, tetapi juga mampu menciptakan aktivitas ekonomi melalui keterlibatan pelaku usaha lokal sebagai pemasok kebutuhan program.
"Ada pengaruh positif, artinya memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi," tuturnya.(*)
Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Baiq Sukma Widiawati