TRIBUNJOGJA.COM - Indonesia dengan kekayaan alam yang melimpah memberikan kontribusi terhadap jumlah barang ekspor yang dikirim oleh negara ke seluruh dunia.
Salah satu produk pertanian yang berhasil menembus pasar dagang internasional adalah biji kopi.
Dalam salah satu jurnal yang ditulis oleh Bunga Wirda pada tahun 2025 menyampaikan bahwa negara Indonesia menempati peringkat keempat sebagai negara dengan produksi kopi terbesar di dunia.
Luas perkebunan kopi di negara ini mencapai 1,26 juta hektar yang tersebar ke dalam berbagai wilayah di nusantara meliputi Sumatera Selatan, Lampung, Aceh, Sumatera Utara, dan Bengkulu. terdapat dua jenis kopi utama yang dihasilkan dari perkebunan tersebut, yaitu kopi jenis arabika dan robusta.
Dengan iklim tropis dan berbagai macam area wilayah yang ada di Indonesia, mempengaruhi kualitas kopi yang dihasilkan, salah satunya yaitu kopi arabika.
Kopi arabika dari indonesia menjadi salah satu kopi yang memiliki variasi rasa yang beragam tergantung wilayah penghasilnya, dan hal ini membuat kopi jenis arabika dari indonesia memiliki potensi yang kuat di pasar internasional.
Namun bagi Anda pecinta kopi, wajib mengetahui kopi hasil produksi Indonesia yang populer memiliki kualitas terbaik dan rasa unik.
1. Kopi Gayo
Kopi Gayo merupakan kopi yang menduduki peringkat ke-8 kedalam daftar kopi terbaik di dunia, dan sekaligus kopi paling populer di Indonesia.
Asal produksi kopi ini dari daerah Gayo yang mencakup daerah Kabupaten Aceh Tengah, sehingga kopi ini dinamakan Kopi Gayo.
Sampai saat ini eksistensi kopi Gayo semakin menyebar dengan dieskpornya biji kopi ini ke berbagai macam negara di belahan dunia seperti Amerika Serikat, Jepang dan Eropa. Tidak hanya sampai situ, kualitas kopi gayo telah dibuktikan dengan berbagai pengakuan dan penghargaan yang telah diterima, melalui jurnal yang ditulis oleh Bunga Wirda pada tahun 2025, kopi Gayo telah menerima penghargaan dari Fair Trade Certified, Organic Certified, dan juga verifikasi Cafée Practice dari Starbucks.
2. Kopi Toraja
Kopi yang terkenal dengan keunikannya yaitu rasa pahit yang langsung hilang pada tegukan pertama ini memiliki rasa khas tanah dan hutan dengan tingkat keasaman yang rendah, dikutip tribun jogja dalam jurnal yang ditulis oleh Muhammad Hasyim pada tahun 2018.
Dengan aromanya yang harum, kopi yang berasa dari Sulawesi Selatan ini merupakan salah satu produk kopi yang terkenal di wilayah Jepang, dimana terdapat 5000 restoran dan cafe disana menyajikan kopi Toraja.
Tidak hanya di Jepang, kopi ini juga disebarluaskan di wilayah Islandia, Finlandia, Denmark dan Swedia.
Kualitas terbaik dari kopi ini dibuktikan dengan mendapatkanya gelar juara pertama kategori jenis kopi arabika yang diperoleh kopi Toraja melalui ajang Kontes Kopi Spesialti pada tahun 2016 yang diselenggarakan oleh Asosiasi Eksportir dan Industri
Dengan sejarahnya yang panjang kopi Toraja telah berusia 200 hingga 300 tahun sejak ditemukannya tanaman kopi di daerah Sa’dan, selanjutnya mulai abad 19 pemerintah VOC mulai memasarkan kopi ini ke daerah Eropa dan juga dipasarkan ke para pedagang dari Arab yang berdagang di daerah Sulawesi Selatan.
Selain melalui cita rasa yang khas, Identitas adat Toraja juga memegang peran besar didalam popularitas kopi Toraja.
3. Kopi Kintamani
Dalam buku yang berjudul “Profil Kopi Arabika Kintamani Bali” karya Nurul Asiah menyebutkan bahwa kopi Kintamani yang berasal dari kota Kintamani Pulau Bali sudah ada sejak tahun 1800 dengan ditemukanya ekspor kopi dari daerah Kintamani, Bali.
Uniknya dari kopi ini terdapat rasa segar yang khas di dalam rasa kopi, karena ditanam di daerah dengan lingkup yang bercampur dengan area lahan penanaman buah, yaitu buah jeruk.
Selain itu kopi ini juga memiliki 6 cara pengolahan yang berbeda, dengan hasil yang berbeda dari setiap cara pengolahannya.
Salah satu cara pengolahan yang menghasilkan kopi dengan cita rasa yang khas dan unik dinamakan jenis pengolahan secara honey dimana kopi yang dihasilkan memiliki rasa yang beraneka ragam diantaranya chocolaty, flowery, strawberry, caramel, hazelnut, dan fruity.
4. Kopi Luwak
Kopi yang cukup familiar oleh masyarakat Indonesia ini merupakan kopi yang dihasilkan melalui sisa kotoran hewan luwak atau musang kelapa.
Melalui sejarahnya yang cukup unik, kopi luwak lahir ketika pada abad 18 para kolonial belanda yang sedang mengembangkan tanaman biji kopi di indonesia tidak memperbolehkan para petani Indonesia mencicipi kopi dari buah yang dipetik secara langsung.
Pada akhirnya para petani tersebut menemukan bahwa terdapat biji kopi sisa yang telah dimakan oleh hewan luwak, namun yang dimakan hanyalah buahnya saja, bagian biji dan kulitnya tersisa secara utuh.
Setelah para petani mencicipi kopi dari bekas hewan luwak tersebut ternyata memiliki rasa yang nikmat, setelah para kolonial mendengar hal tersebut kopi luwak menjadi kopi favorit para kolonial belanda dan dijual dengan harga mahal karena jumlahnya yang langka.
Daerah dengan penghasil kopi luwak terbesar di Indonesia ada di daerah Sidikalang, kota sigi lawang dan lampung.
5. Kopi Sidikalang
Kopi yang disebut harta karun Batak ini memiliki salah satu keunggulan yaitu tingkat keasamannya yang tidak terlalu tinggi.
Selain itu kopi Sidikalang memiliki sisa rasa yang bersih dan ringan dengan sentuhan rempah yang lembut.
Sesuai namanya, kopi ini berasalkan dari daerah Sidikalang, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara. Daerah dengan area wilayah dataran tinggi dengan tipe tanah vulkanik ini memiliki curah hujan yang stabil setiap tahunya, membuat rasa tanaman biji kopi yang dihasilkan juga konsisten.
Salah satu keunggulan dari kopi ini adalah jenis kopi yang disebut “Multifungsi”, karena jenis kopi Sidikalang bisa digunakan untuk berbagai macam jenis varian kopi di antaranya Espresso, kopi saring, kopi seduh dingin.
(MG ABIL PRAMUDYA)