Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Novanda Halirat
AMBON, TRIBUNAMBON.COM- Daerah pemasok seperti Pulau Seram, Saparua, Haruku, sementara untuk Kota Ambon kebanyakan dari Leitimur Selatan.
Salah seorang pedagang, Gani Sangadji (50), mengatakan meski mengalami peningkatan pasokan, tetapi jumlah peminat juga bertambah.
"Meski begitu masih ada pembeli, lebih banyak dari luar daerah," ujarnya.
Untuk durian yang di jual Gani berasal dari Negeri Rohomoni, Kecamatan Haruku, Kabupaten Maluku Tengah.
Sementara untuk biaya transportasi biasanya menggunakan speed boat dan mobil. Sekali angkut memakan biaya lebih dari Rp. 500 ribu.
Baca juga: Curi Belasan Payung dan Jas Hujan dari MR DIY, Empat Ibu-ibu di Ambon Dibekuk Polisi
Baca juga: Kapolres SBT Tegaskan Komitmen Tingkatkan Pelayanan Masyarakat di Hari Bhayangkara ke-80
Meski begitu, karena variatif penjual buah masih memberikan keuntungan kepada pedagang.
"Biasanya di angkut menggunakan speed kemudian angkot. Transportasi speed Rp. 200 ribu, Angkot Rp. 200 ribu, biaya lain-lain Rp. 100 lebih, jadi rata-rata Rp. 500 ribu sekali angkut," ungkapnya.
Gani memperkirakan pasokan durian masih terus bertambah, karena periode buah masih panjang.
Ia berharap, durian yang di jual dapat memberikan rasa puas kepada pembeli, sehingga peluang untuk berjualan tetap tinggi. (*)