KPID NTT Jajaki Kerja Sama dengan Universitas Muhammadiyah Kupang
Ryan Nong July 01, 2026 11:19 PM

POS-KUPANG.COM, KUPANG – Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Nusa Tenggara Timur (NTT) menjajaki kerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Kupang (UMK) dalam bidang edukasi, literasi media, riset, serta penguatan pengawasan isi siaran media penyiaran di era digital.

Pertemuan penjajakan kerja sama tersebut berlangsung di ruang rapat Rektor Universitas Muhammadiyah Kupang, Rabu (1/7/2026). Kegiatan ini dihadiri jajaran KPID NTT dan pimpinan Universitas Muhammadiyah Kupang.

Rombongan KPID NTT terdiri dari Ketua Yohanes Hamba Lati, Wakil Ketua KPID NTT, Kekson Fole Salukh, Koordinator Bidang Pengawasan Isi Siaran (PIS) Fredrikus Royanto Bau, Koordinator Bidang Kelembagaan Ichsan Arman Pua Upa, Anggota KPID NTT Yohanes AR Teme dan Trisna Lilyana Dano.

Baca juga: Saring Sebelum Siar, KPID NTT Dorong Ekosistem Digital yang Edukatif dan Berimbang

Suasana pertemuan antara KPID NTT dan pimpinan Universitas Muhammadiyah Kupang
DISKUSI - Suasana pertemuan antara KPID NTT dan pimpinan Universitas Muhammadiyah Kupang pada Rabu (1/7/2026)

Sementara dari pihak Universitas Muhammadiyah Kupang diwakili Wakil Rektor I, Dr. Abdul Majid, S.Pi., M.M, Wakil Rektor II UMK, Dr. Baco Tang, M.Si, serta Wakil Rektor III, Dr. Ir. Syamsul Bahri, M.M.

Ketua KPID NTT, Yohanes Hamba Lati mengatakan, kerja sama dengan perguruan tinggi merupakan amanat Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran untuk menciptakan iklim penyiaran yang sehat, berkualitas, dan edukatif di daerah.

“KPID NTT memiliki tugas melakukan pengawasan terhadap isi siaran lembaga penyiaran yang ada di daerah, baik lembaga penyiaran publik maupun swasta. Kami juga menjaga kepentingan publik agar siaran yang hadir memiliki nilai pendidikan, hiburan, dan fungsi kontrol sosial,” jelas Yopi, sapaan Yohanes dalam keterangan yang diterima POS-KUPANGCOM.

Ia menuturkan, KPID NTT juga memiliki tanggung jawab melindungi masyarakat, khususnya anak-anak, dari konten yang mengandung unsur kekerasan, pornografi, isu SARA, maupun konten yang tidak memberikan nilai edukasi.

Selain fungsi pengawasan, kata Yohanes, KPID NTT juga berperan dalam mendorong promosi potensi daerah melalui media penyiaran, termasuk kekayaan budaya dan sektor pariwisata NTT.

“Karena itu perlu ada kerja sama dalam edukasi dan literasi media digital maupun penyiaran agar mahasiswa mampu menggunakan media secara bijak dan tidak terjebak dalam penyalahgunaan media sosial yang dapat mengganggu kehidupan keberagamaan serta persatuan,” ujarnya.

Menurutnya, kolaborasi antara KPID NTT dan perguruan tinggi juga menjadi bagian penting dalam menghadapi maraknya penyebaran informasi bohong atau hoaks di tengah masyarakat.

“Kita perlu bersama-sama melawan hoaks yang semakin masif terjadi. Literasi media menjadi kunci agar masyarakat, khususnya generasi muda, mampu memilah informasi secara kritis dan bertanggung jawab,” pungkasnya.

Wakil Rektor I, Dr. Abdul Majid, S.Pi., M.M menyampaikan pihaknya terbuka untuk membangun kemitraan dengan KPID NTT, khususnya dalam bidang edukasi dan literasi media.

Menurut Dr Abdul Majid, perguruan tinggi tidak dapat berjalan sendiri, tetapi harus membangun kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk lembaga penyiaran dan institusi yang bergerak dalam pengembangan dunia industri.

“Penyiaran juga merupakan bagian dari dunia industri, sehingga kami perlu bermitra dengan berbagai lembaga. Universitas tidak bisa berdiri sendiri tetapi harus berkolaborasi dengan semua pihak,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kerja sama tersebut juga dapat membuka ruang bagi mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kupang untuk melakukan magang maupun praktik kerja di KPID NTT sebagai bagian dari pengembangan kompetensi mahasiswa.

“Kami bisa menandatangani PKS maupun MoU dengan KPID NTT agar ke depan dapat berkolaborasi. Kami juga sangat terbuka apabila KPID NTT memberikan edukasi kepada mahasiswa tentang pengawasan konten siaran di lembaga penyiaran publik,” katanya.

Ia menambahkan, kerja sama tersebut dapat dimanfaatkan pada kegiatan pengenalan kehidupan kampus bagi mahasiswa baru agar KPID NTT dapat memberikan pemahaman terkait literasi media dan penyiaran. (*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.