BANGKAPOS.COM--Dalam kehidupan, setiap orang dihadapkan pada berbagai pilihan yang memerlukan pertimbangan matang.
Mulai dari memilih pekerjaan, pasangan hidup, melanjutkan pendidikan, membuka usaha, hingga mengambil keputusan penting lainnya.
Bagi seorang Muslim, Islam mengajarkan agar setiap keputusan tidak hanya didasarkan pada logika dan pertimbangan manusia, tetapi juga disertai doa dan memohon petunjuk kepada Allah SWT.
Salah satu amalan yang sangat dianjurkan ketika menghadapi kebimbangan adalah melaksanakan salat istikharah, kemudian membaca doa istikharah sebagaimana diajarkan oleh Rasulullah SAW.
Melalui ibadah ini, seorang Muslim memohon agar Allah SWT memberikan pilihan terbaik yang membawa kebaikan di dunia maupun akhirat.
Salat istikharah merupakan salat sunah yang dikerjakan ketika seseorang menghadapi dua atau lebih pilihan yang sama-sama baik dan belum mengetahui mana yang paling membawa maslahat.
Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Abbas dan Jabir bin Abdullah, Rasulullah SAW mengajarkan doa istikharah sebagaimana beliau mengajarkan surah-surah Al-Qur'an kepada para sahabat.
Hadis tersebut diriwayatkan dalam Sahih al-Bukhari.
Tulisan Arab
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْتَخِيرُكَ بِعِلْمِكَ، وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ، وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ الْعَظِيمِ، فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلَا أَقْدِرُ، وَتَعْلَمُ وَلَا أَعْلَمُ، وَأَنْتَ عَلَّامُ الْغُيُوبِ.
اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الْأَمْرَ خَيْرٌ لِي فِي دِينِي وَمَعَاشِي وَعَاقِبَةِ أَمْرِي، فَاقْدُرْهُ لِي وَيَسِّرْهُ لِي ثُمَّ بَارِكْ لِي فِيهِ.
وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الْأَمْرَ شَرٌّ لِي فِي دِينِي وَمَعَاشِي وَعَاقِبَةِ أَمْرِي، فَاصْرِفْهُ عَنِّي وَاصْرِفْنِي عَنْهُ، وَاقْدُرْ لِي الْخَيْرَ حَيْثُ كَانَ، ثُمَّ أَرْضِنِي بِهِ.
Tulisan Latin
Allahumma inni astakhiruka bi'ilmika, wa astaqdiruka biqudratika, wa as'aluka min fadhlikal 'azhim. Fa innaka taqdiru wa la aqdir, wa ta'lamu wa la a'lam, wa anta 'allamul ghuyub.
Allahumma in kunta ta'lamu anna hadzal amra khairun li fi dini wa ma'asyi wa 'aqibati amri faqdurhu li wa yassirhu li tsumma barik li fih.
Wa in kunta ta'lamu anna hadzal amra syarrun li fi dini wa ma'asyi wa 'aqibati amri fashrifhu 'anni washrifni 'anhu waqdur liyal khaira haitsu kana tsumma ardhini bih.
Artinya
"Ya Allah, sesungguhnya aku memohon pilihan yang tepat kepada-Mu dengan ilmu-Mu. Aku memohon kekuatan kepada-Mu dengan kekuasaan-Mu. Aku memohon kepada-Mu sebagian dari karunia-Mu yang agung. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa sedangkan aku tidak berkuasa. Engkau Maha Mengetahui sedangkan aku tidak mengetahui. Engkau Maha Mengetahui segala yang gaib.
Ya Allah, apabila Engkau mengetahui bahwa urusan ini baik bagiku, bagi agamaku, kehidupanku, dan akibat urusanku, maka tetapkanlah urusan itu untukku, mudahkanlah, lalu berkahilah.
Namun apabila Engkau mengetahui bahwa urusan ini buruk bagiku, bagi agamaku, kehidupanku, dan akibat urusanku, maka jauhkanlah urusan itu dariku, jauhkanlah aku darinya, dan tetapkanlah bagiku kebaikan di mana pun berada, kemudian jadikanlah aku ridha terhadap ketetapan-Mu."
Doa istikharah dibaca setelah selesai melaksanakan salat sunah dua rakaat.
Pada bagian kalimat "hadzal amra" (urusan ini), seseorang dianjurkan menghadirkan dalam hati perkara yang sedang dipilih, misalnya pekerjaan, jodoh, pendidikan, atau keputusan penting lainnya.
Salat istikharah dilakukan seperti salat sunah pada umumnya dengan dua rakaat.
Langkah-langkahnya yaitu:
Tidak ada ketentuan khusus mengenai waktu pelaksanaannya, namun salat istikharah dianjurkan dilakukan pada sepertiga malam terakhir karena merupakan waktu yang mustajab untuk berdoa.
Meski demikian, salat ini dapat dikerjakan kapan saja selain pada waktu-waktu yang dilarang untuk melaksanakan salat.
Banyak orang beranggapan bahwa jawaban salat istikharah harus berupa mimpi. Padahal, para ulama menjelaskan bahwa hal tersebut bukan syarat.
Petunjuk dari Allah SWT dapat hadir dalam berbagai bentuk, seperti:
Karena itu, seseorang tetap dianjurkan melakukan ikhtiar, musyawarah, dan mempertimbangkan berbagai aspek sebelum mengambil keputusan.
Salat istikharah mengajarkan seorang Muslim untuk tidak bergantung sepenuhnya pada kemampuan diri sendiri.
Melalui ibadah ini, seorang hamba mengakui bahwa Allah SWT adalah Dzat Yang Maha Mengetahui segala sesuatu, termasuk perkara yang belum diketahui manusia.
Selain mendatangkan ketenangan hati, istikharah juga menjadi wujud tawakal kepada Allah SWT setelah melakukan usaha terbaik.
Dengan memadukan doa, ikhtiar, dan tawakal, seorang Muslim diharapkan dapat mengambil keputusan yang membawa keberkahan serta kebaikan bagi kehidupan dunia dan akhirat.(*)