SURYA.CO.ID - Cuaca Surabaya pada hari ini, Kamis (2/7/2026), diperkirakan cerah berawan sepanjang hari tanpa potensi hujan.
Meski demikian, warga yang beraktivitas di luar ruangan tetap diimbau waspada karena suhu udara diprediksi cukup terik, terutama saat siang hari.
Berdasarkan prakiraan BMKG, suhu udara di Surabaya hari ini berkisar antara 21 hingga 31 derajat Celsius. Suhu tertinggi mencapai 31 derajat Celsius pada siang hari.
Sementara itu, angin bertiup dari arah timur laut dengan kecepatan hingga 19 km/jam. BMKG menyebut kondisi tersebut masih tergolong normal untuk wilayah pesisir Jawa Timur.
Berikut adalah deskripsi kondisi cuaca di Kota Surabaya selengkapnya:
Cuaca Pagi Hari: Pukul 07.00 - 10.00 WIB
Matahari mulai muncul dengan tutupan awan tipis (cerah berawan).
Kondisi ini sangat ideal untuk aktivitas luar ruangan karena suhu udara naik secara bertahap namun belum terasa menyengat.
Cuaca Siang Hari: Pukul 13.00 WIB
Langit Surabaya sedikit lebih tertutup awan (berawan).
Meskipun suhu udara mencapai puncaknya di angka 31°C, intensitas awan ini membantu meredam terik matahari langsung di tengah hari.
Cuaca Malam Hari: 16.00 - 22.00
Cuaca kembali beralih ke cerah berawan. Sinar matahari mulai meredup, memberikan kondisi yang nyaman bagi warga yang memulai mobilitas pulang kerja.
Hingga malam hari, langit tetap dalam kondisi cerah berawan hingga menjelang tengah malam.
1. Jangan lupa pakai sunscreen
Meski siang hari diprediksi berawan, suhu maksimal tetap mencapai 31°C. Gunakan pelindung kulit jika harus berada di luar ruangan dalam durasi lama.
2. Jaga Kebutuhan Cairan
Suhu 31°C di wilayah perkotaan seperti Surabaya tetap berpotensi menyebabkan dehidrasi. Pastikan asupan air putih tercukupi sepanjang siang hari.
3. Aman untuk Aktivitas Outdoor
Karena tidak ada potensi hujan dari pagi hingga malam, hari ini adalah waktu yang tepat untuk mencuci kendaraan atau melakukan perbaikan rumah.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat setelah banjir dan genangan terjadi di sejumlah wilayah Surabaya pada Senin (22/6/2026) dan Selasa (23/6/2026).
Menurut Eri, banjir dipicu hujan deras yang turun lebih dari empat jam saat sejumlah proyek pembangunan saluran dan gorong-gorong masih berlangsung.
Ia mengatakan kondisi tersebut di luar perkiraan karena Surabaya sebenarnya sudah memasuki musim kemarau berdasarkan informasi dari BMKG.
"Jadi hari ini saya mohon maaf kepada warga Surabaya. Kita tidak memprediksi karena BMKG tidak mengatakan ini musim hujan. Ini adalah musim kemarau. Sehingga kita besar-besaran menjalankan proyek gorong-gorong dan saluran," kata Cak Eri ketika dikonfirmasi SURYA.co.id di Surabaya, Selasa (23/6/2026).
Eri menjelaskan, pemerintah kota mulai mengerjakan berbagai proyek pengendalian banjir setelah memperoleh informasi bahwa Jawa Timur telah memasuki musim kemarau.
Pengerjaan saluran dilakukan untuk mengejar penyelesaian sebelum musim hujan tiba pada akhir tahun.
Selama proses pembangunan, kontraktor memasang sandbag atau karung pasir sebagai penahan sementara agar area pekerjaan tetap aman.
Namun, hujan deras yang datang tiba-tiba membuat aliran air tidak berjalan normal sehingga memicu genangan di sejumlah titik.
Menurut Eri, pemasangan sandbag membuat kapasitas saluran berkurang untuk sementara karena sebagian aliran air ditutup selama proses pembangunan.
Akibatnya, saat hujan deras turun, air meluap dan menggenangi beberapa kawasan.
"Seperti di Simo Kalangan, memang terjadi karena kita sudah melakukan sandbag. Saluran sudah mulai dikerjakan, lalu hujan datang. Ada dua pilihan, proyek ini dibuka dan menjadi rusak, atau kita pertahankan sambil melakukan penanganan genangan," ujarnya.
Pemkot Surabaya kemudian memilih mempertahankan proyek sambil mempercepat penanganan genangan.
Mobil pemadam kebakaran, pompa penyedot air, dan personel Dinas Lingkungan Hidup (DLH) diterjunkan ke lokasi. Petugas juga membuka sebagian sandbag secara bertahap agar air kembali mengalir tanpa merusak konstruksi.
"Kita fungsikan kekuatan mobil PMK dan DLH. Sandbag itu kita buka sedikit demi sedikit supaya air bisa mengalir, tetapi pekerjaan yang sudah terpasang tidak rusak," kata Eri.
Pasang Air Laut Perparah Banjir
Selain hujan deras, Eri mengatakan banjir juga dipengaruhi pasang air laut yang terjadi pada waktu bersamaan.
Kondisi itu membuat aliran air dari daratan menuju laut menjadi terhambat. Di kawasan pesisir Wonorejo, air laut bahkan masuk ke permukiman warga.
"Yang pertama, air pasang lautnya tinggi. Yang kedua, hujannya tidak di musim hujan, tapi di musim kemarau dengan curah yang tinggi," ujarnya.