TRIBUNJAKARTA.COM - Transjakarta masih menjadi moda transportasi umum dengan jumlah penumpang terbesar di Jakarta.
Sepanjang Mei 2026, layanan bus rapid transit (BRT) ini melayani 35.585.808 penumpang, meski jumlahnya sedikit menurun dibandingkan April 2026.
Berdasarkan data resmi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang dirilis pada Rabu (1/72026), jumlah penumpang Transjakarta pada Mei 2026 turun 6,16 persen secara bulanan (month-to-month) dibandingkan April 2026 yang mencapai 37.921.279 penumpang.
Meski demikian, secara tahunan (year-on-year) kinerja Transjakarta masih menunjukkan tren positif. Jumlah penumpang pada Mei 2026 meningkat 6,98 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang tercatat sebanyak 33.263.199 penumpang.
Data tersebut menunjukkan minat masyarakat menggunakan transportasi umum masih terus meningkat dibandingkan tahun sebelumnya, meskipun terjadi penyesuaian jumlah perjalanan pada bulan berjalan.
Di sisi operasional, jumlah armada Transjakarta yang beroperasi juga bertambah.
Selama Mei 2026 tercatat 4.639 unit bus beroperasi, naik dibandingkan April 2026 yang berjumlah 4.589 unit.
Secara bulanan jumlah armada meningkat 1,09 persen, sedangkan dibandingkan Mei 2025 juga naik 1,07 persen dari sebelumnya 4.590 unit.
Terbaru, PT Transjakarta menghentikan operasional layanan rute 1N Tanah Abang–Blok M dan 10D Tanjung Priok–Kampung Rambutan pada mulai Rabu (1/7/2026).
Hal ini dilakukan karena menimbang adanya sejumlah rute yang tumpang tindih pada koridor yang sama.
Melalui penyesuaian ini, 25 armada diharapkan dapat dimanfaatkan secara lebih optimal untuk mendukung layanan pada rute dengan kebutuhan perjalanan yang lebih tinggi, dan mempersingkat waktu tunggu tanpa mengurangi akses mobilitas masyarakat karena alternatif perjalanan telah disiapkan.
Direktur Utama PT Transportasi Jakarta, Welfizon Yuza, mengatakan bahwa evaluasi layanan merupakan bagian dari upaya Transjakarta untuk memastikan jaringan angkutan umum tetap adaptif terhadap kebutuhan pelanggan.
Seluruh fasilitas publik yang berada di sepanjang rute yang ditata (68 titik di rute 10D dan 47 titik di rute 1N) dipastikan tetap diakomodasi dan dilayani dengan baik oleh rute-rute alternatif.
“Kami secara berkala melakukan evaluasi terhadap setiap layanan berdasarkan pola perjalanan pelanggan dan kinerja operasional. Penyesuaian ini dilakukan agar armada dapat dimanfaatkan secara lebih optimal sekaligus menjaga kualitas layanan secara keseluruhan. Kami juga telah menyiapkan alternatif perjalanan sehingga pelanggan tetap dapat melakukan mobilitas dengan nyaman,” kata Welfizon dalam keterangan resminya, Jumat (26/6/2026).
a) Menuju Blok M
b) Menuju Tanah Abang
a) Menuju Tanjung Priok
Opsi 1
Opsi 2
b) Menuju Kampung Rambutan
Opsi 1
Opsi 2
Transjakarta mengimbau pelanggan untuk merencanakan perjalanan melalui aplikasi Transjakarta atau kanal informasi resmi Transjakarta guna memperoleh informasi rute dan layanan terbaru.