Gunung Lewotolok Meletus Pagi Ini, Semburkan Abu 600 Meter
Gordy Donovan July 02, 2026 10:47 AM

Gunung Api Ili Lewotolok meletus, Kamis (2/7/2026) pagi.

Gunung Api Ili Lewotolok terletak di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur dengan posisi geografis di Latitude -8.272°LU, Longitude 123.505°BT dan memiliki ketinggian 1423 mdpl.

Gunung Api Ili Lewotolok saat ini status Waspada atau level II.

"Terjadi erupsi G. Ili Lewotolok pada hari Kamis, 02 Juli 2026, pukul 07:55 WITA. Tinggi kolom letusan teramati ± 600 m di atas puncak (± 2023 m di atas permukaan laut),"tulis petugas Posmat Gunung Api Ili Lewotolok, Yeremias Kristianto Pugel dikutip dari laman magma.esdm.go.id.

Ia menyebutkan kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah tenggara. 

Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 40 mm dan durasi 54 detik.

Kondisi 24 Jam Terakhir

Berdasarkan kondisi 24 jam terakhir, Rabu 1 Juli 2026 pukul 00-00 -24.00 Wita, secara visual Gunung api terlihat jelas hingga tertutup Kabut 0-I. 

Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas sedang hingga tebal tinggi sekitar 20-100 meter dari puncak. Cuaca cerah, angin lemah hingga sedang ke arah tenggara dan barat.

Sedangkan berdasarkan pengamatan kegempaan Gunung Lewotolok 78 kali gempa Letusan/Erupsi dengan amplitudo 8.8-40 mm, dan lama gempa 37-86 detik.

3 kali gempa Guguran dengan amplitudo 2.8-11.1 mm dan lama gempa 31-61 detik.

58 kali gempa Hembusan dengan amplitudo 3.3-27.6 mm, dan lama gempa 18-53 detik.

1 kali Harmonik dengan amplitudo 4.4 mm, dan lama gempa 136 detik.

1 kali gempa Vulkanik Dangkal dengan amplitudo 40 mm, dan lama gempa 18 detik.

5 kali gempa Vulkanik Dalam dengan amplitudo 4.4-11.1 mm, S-P 0.7-1.3 detik dan lama gempa 8-13 detik.

1 kali gempa Tektonik Jauh dengan amplitudo 16.6 mm, S-P 17 detik dan lama gempa 58 detik.

Rekomendasi

1. Masyarakat di sekitar G. Ili Lewotolok maupun pengunjung/pendaki/wisatawan agar tidak memasuki dan tidak melakukan aktivitas di dalam wilayah radius 2 km dari pusat aktivitas G. Ili Lewotolok.

2. Mewaspadai potensi ancaman bahaya guguran/longsoran lava dan awan panas pada sektor selatan dan tenggara, sektor barat, serta sektor timur laut G. Ili Lewotolok.

3. Masyarakat yang berada di sekitar G. Ili Lewotolok diimbau menggunakan masker pelindung mulut dan hidung serta perlengkapan lain untuk melindungi mata dan kulit serta menghindari gangguan pernapasan (ISPA) maupun gangguan kesehatan Iainnya, serta menutup tempat penampungan air bersih agar terhindar dari paparan abu vulkanik.

4. Pemerintah daerah dan masyarakat senantiasa berkoordinasi dengan Pos Pengamatan G. Ili Lewotolok di Desa Laranwutun, Kecamatan Ile Ape atau Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi atau Badan Geologi di Bandung untuk mendapatkan informasi terkait aktivitas G. Ili Lewotolok.

5. Perkembangan aktivitas serta rekomendasi teknis G. Ili Lewotolok dapat juga dipantau melalui aplikasi/website Magma Indonesia (www.vsi.esdm.go.id atau https://magma.esdm.go.id) dan media sosial Badan Geologi, serta website Badan Geologi (www.geologi.esdm.go.id).

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.