TRIBUNBATAM.id - Masyarakat sekitar merasa sangat terkejut saat mengetahui bahwa dalang di balik hilangnya nyawa Eddy Yono Subagyo alias EM (67), seorang pemilik bengkel di Kelurahan Arcawinangun, Kecamatan Purwokerto Timur, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, ternyata adalah istrinya sendiri yang berinisial IF.
Di mata para tetangga, rumah tangga pasangan suami istri ini selama ini terlihat adem ayem dan jauh dari desas-desus konflik.
Salah seorang warga setempat, Mugi (56), menuturkan bahwa dalam kesehariannya korban mengelola sebuah bengkel yang berlokasi di Jalan Baru Masjid Baru Nomor 9, Arcawinangun.
Dalam menjalankan usahanya tersebut, Eddy dibantu oleh satu orang karyawan.
Mugi menambahkan, walaupun Eddy mengidap gejala stroke, ia tetap bersemangat dan aktif bekerja di bengkel miliknya.
"Korban memang sudah punya gejala sakit stroke lumayan lama dan bapaknya (Eddy, Red) memang suka utak-atik kendaraan."
"Operasional bengkelnya sudah lama," kata Mugi kepada Tribunbanyumas.com, Senin (1/7/2026).
Almarhum juga dikenal sebagai sosok yang ramah, supel, dan gemar bertegur sapa dengan masyarakat sekitar.
"Setahu saya, aktivitasnya biasa. Dan istrinya juga hanya ibu rumah tangga biasa."
"Tidak ada yang aneh, bahkan tidak ada gelagat bertengkar," ujarnya.
Mugi juga menceritakan bahwa sang istri selalu setia mendampingi dan mengantar korban setiap kali jadwal kontrol ke rumah sakit.
Oleh sebab itu, warga benar-benar syok begitu mendengar kabar bahwa korban diduga kuat dihabisi oleh istrinya sendiri.
Baca juga: Kronologis Noval Tewas Terseret Arus di Batam, Ditemukan Jauh dari Lokasi Pertama Jatuh
Polisi Tetapkan 4 Orang Tersangka
Titik terang dari teka-teki kematian Eddy Yono Subagyo akhirnya berhasil diungkap oleh pihak kepolisian.
Petugas resmi menetapkan istri korban, Ifaryanti alias IF (61), sebagai tersangka utama.
Tidak hanya IF, Satreskrim Polresta Banyumas juga berhasil meringkus tiga orang pria yang bertindak sebagai eksekutor dalam aksi keji tersebut.
Motif di balik tindakan nekat IF ditengarai karena ingin menguasai harta suaminya serta berencana membina rumah tangga baru dengan pria idaman lain yang ia kenal melalui platform TikTok.
Pengungkapan kasus ini bermula dari kecurigaan warga yang kemudian melapor ke polisi pada Sabtu (27/6/2026) dini hari.
Ketua RT setempat, Nartim, membeberkan bahwa warga mulai mendatangi kediaman korban sekitar pukul 02.00 WIB setelah mendapat informasi bahwa Eddy telah meninggal dunia.
Saat itu, jasad korban terbaring di dalam kamar tidur dengan kondisi mayoritas tubuhnya sudah diselimuti kain oleh sang istri.
Namun, kecurigaan mulai menyeruak ketika warga membuka kain penutup tersebut dan mendapati adanya bekas luka memar pada bagian kepala korban.
Kecurigaan masyarakat semakin menguat begitu melihat adanya aliran darah yang keluar dari telinga korban.
Temuan janggal ini langsung dilaporkan warga kepada aparat kepolisian, yang kemudian bergerak cepat menangkap para pelaku hingga berhasil membongkar motif kejahatan tersebut.
(TribunBatam.id)