Jembatan Mbarung Ambruk Diterjang Banjir Bandang, Warga Minta Kemen PU Segera Bangun Kembali
Mawaddatul Husna July 02, 2026 12:54 PM

Laporan Wartawan Tribun Gayo Asnawi Luwi | Aceh Tenggara

TribunGayo.com, KUTACANE - Banjir bandang yang menerjang Aceh Tenggara pada 27 November 2025, menyebabkan jembatan kerangka baja Mbarung menghubungkan Mbarung Datuk Saudane, Kecamatan Babussalam menuju Kecamatan Lawe Alas, Aceh Tenggara, Provinsi Aceh, ambruk. 

Akibatnya, masyarakat terpaksa melintasi jalan alternatif melalui jalur dibawah jembatan Mbarung. 

Namun kondisi jalan tanah tersebut berbatu sehingga menyulitkan kendaraan roda tiga maupun roda dua melintas.

Seorang Tukang Becak di Aceh Tenggara, Abdurrahman yang juga warga Desa Buah Pala Kecamatan Lawe Sumur, mengharapkan jembatan Mbarung kerangka baja yang diterjang banjir bandang secepatnya diperbaiki.

Karena, pascajembatan ambruk mereka terpaksa melintasi jalan alternatif melalui tanah warga dengan kondisi bebatuan dan tanjakan.

Sehingga penumpang dari dalam becak mesin harus turun karena terlalu terjal tak mampu mendaki.

Hal lain diutarakan Denny seorang pengendara sepeda motor.

Dikatakan jembatan ini menjadi harapan masyarakat karena sejak jembatan itu ambruk kendaraan roda empat tak bisa melintas untuk menuju Kecamatan Lawe Alas.

Sehingga mereka terpaksa melintasi jembatan kerangka baja Silayakh Pedesi Kecamatan Bambel, Kabupaten Aceh Tenggara.

Menurutnya, saat ini kenderaan roda dua dan tiga bisa melintas.

Namun, sedikit sulit karena jalannya bebatuan dan jembatan kayu sebagai transportasi alternatif juga menyulitkan kenderaan melintas di daerah itu.

"Kami minta Kementerian Pekerjaan Umum (PU) diback-up Komisi V DPR RI untuk segera membangun jembatan kerangka Baja Mbarung yang ambruk akibat banjir bandang agar dua kecamatan itu mudah dilintasi masyarakat," ujar Denny kepada TribunGayo.com, Kamis (2/7/2026).

Pascabanjir Bandang Banyak Infrastruktur Rusak

Terkait hal itu, Pengamat Kebijakan Publik Aceh, Dr Nasrul Zaman mengatakan pascabanjir bandang cukup banyak infrastruktur rusak di Aceh Tenggara.

Seperti jembatan kerangka Baja Mbarung dan jembatan Natam yang ambruk akibat ganasnya Sungai Alas.

Saat ini, di Jembatan Natam dibangun jalan alternatif dan bisa dilintasi roda empat dan berbeda dengan Jembatan kerangka Baja Mbarung.

Akan tetapi di Jembatan Natam berisiko tinggi karena apabila musim penghujan jalan alternatif jadi sasaran amukan ganasnya Sungai Alas, bahkan sudah berulangkali rusak.

"Jadi, kita berharap jembatan ini dapat menjadi perhatian Kemen PU dan Gubernur Aceh Muzakir Manaf untuk segera membangunnya kembali.

Karena, akibat kondisi jembatan yang masih ambruk masyarakat kesulitan membawa hasil panen pertanian dalam arti luas," demikian Nasrul Zaman yang juga Tokoh Masyarakat Aceh Tenggara. (*)

Baca juga: Harga Seragam Sekolah di Aceh Tenggara Naik, Pembeli Masih Sepi Jelang Tahun Ajaran Baru

Baca juga: SPBU Lawe Desky Aceh Tenggara Mulai Salurkan BBM B50 pada 1 Juli 2026, Stok Awal 16 Ton

Baca juga: Harga Biji Kopi Robusta di Aceh Tenggara Hari Ini 30 Juni 2026 Naik, Menjadi Rp80.000/Kg

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.