Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tri Widodo
TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI – Evakuasi ular kobra di Boyolali berlangsung dramatis hingga memakan waktu hampir empat jam.
Ular berbisa tersebut bersembunyi di celah gorong-gorong dalam sumur rumah warga di Desa Gombang, Kecamatan Sawit, Boyolali, Jawa Tengah, sehingga menyulitkan proses penyelamatan oleh petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Boyolali, Kamis (2/7/2026) dini hari.
Proses evakuasi berjalan cukup rumit karena posisi ular berada di sela-sela gorong-gorong tepat di atas permukaan air sumur.
Selain itu, kondisi sumur yang berada di dalam rumah membuat ruang gerak petugas sangat terbatas.
Petugas Damkar Boyolali, Miftahul Huda, mengatakan tim tidak bisa menggunakan peralatan evakuasi secara maksimal.
Untuk menjangkau ular, petugas akhirnya memodifikasi galah kayu dengan memasang jaring di bagian ujungnya.
"Ularnya bersembunyi di sela-sela gorong-gorong di atas permukaan air, sehingga evakuasinya cukup lama. Selain itu, ular kobra juga berbahaya karena mampu menyemburkan bisa," ujar Miftahul Huda.
Petugas juga memutuskan tidak turun ke dalam sumur karena kedalamannya mencapai sekitar 10 meter.
Selain berisiko, ular kobra dikenal agresif dan memiliki bisa yang berbahaya.
Peristiwa tersebut bermula saat pemilik rumah, Mudrikah, sedang memasak di dapur.
Tiba-tiba seekor ular kobra melata masuk ke dalam rumah hingga membuatnya panik dan terjatuh.
"Saya mau masak, tiba-tiba ularnya melata masuk ke dapur. Saya panik sampai terjatuh. Tetangga yang biasa menangani ular juga datang membantu, tetapi ularnya malah masuk ke sumur," kata Mudrikah.
Sebelum menghubungi Damkar, pemilik rumah sempat meminta bantuan tetangga yang dikenal sebagai pawang ular.
Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil karena ular lebih dulu masuk ke dalam sumur melalui celah penutup sumur.
Baca juga: Ribuan Ulat Hijau Ganggu Aktivitas Jemaat, Gereja Katolik HTB SP Maria Boyolali Panggil Damkar
Setelah hampir empat jam melakukan penyisiran, petugas akhirnya berhasil menangkap ular kobra sepanjang sekitar 1,5 meter tersebut.
Saat hendak dimasukkan ke dalam galon evakuasi, salah seorang petugas sempat terkena semburan bisa ular.
Beruntung, bisa hanya mengenai pakaian sehingga tidak menimbulkan cedera.
(*)