Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ahmad Syarifudin
TRIBUNSOLO.COM, SOLO – Pakar Ekonomi Pembangunan Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Jawa Tengah, Lukman Hakim, mengkritik kebijakan pemerintah terkait pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menurutnya, pemerintah masih menerapkan kebijakan yang berorientasi jangka pendek sehingga menimbulkan dampak besar ketika program dihentikan secara tiba-tiba.
Kritik tersebut muncul setelah Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara pelaksanaan MBG selama masa libur sekolah sebagai langkah efisiensi.
Kebijakan itu membuat pasokan sejumlah komoditas pangan yang sebelumnya disiapkan untuk program MBG tidak terserap.
"Kebijakan pemerintah hari ini kan selalu begitu. Hanya jangka pendek enggak jangka panjang sehingga kemudian ya sekarang semua terkena imbasnya," kata Lukman saat dihubungi, Rabu (1/7/2026).
Menurut Lukman, program MBG yang memiliki skala besar memang mampu memberikan dorongan signifikan terhadap aktivitas ekonomi.
Namun, ketika pelaksanaannya dihentikan secara mendadak, dampaknya juga dirasakan oleh banyak pihak, terutama petani, peternak, dan pemasok bahan pangan.
Ia menilai pemerintah seharusnya menyampaikan rencana penurunan permintaan jauh hari sebelum penghentian program dilakukan.
Dengan begitu, para pelaku usaha dan pemasok memiliki waktu untuk menyesuaikan produksi sehingga tidak mengalami kelebihan pasokan.
Baca juga: Dampak MBG Libur, Harga Telur dan Daging Ayam di Solo Turun, Pedagang Raup Untung
Meski mengkritik pola pengambilan kebijakan pemerintah, Lukman menilai penghentian sementara MBG tidak boleh hanya dilihat dari sisi dampaknya terhadap rantai pasok.
Menurutnya, pemerintah juga harus mempertimbangkan beban anggaran negara.
"Kemudian jadi alasan gara-gara itu kemudian harus diadakan lagi menurut saya juga enggak. Karena menurut saya MBG sendiri kan beban buat fiskal kita berat ya 300 triliun hanya untuk MBG ini kan berat ya," jelasnya.
Ia menilai evaluasi program tetap diperlukan agar penggunaan anggaran negara menjadi lebih efektif tanpa mengabaikan dampaknya terhadap masyarakat.
Baca juga: Efek Liburnya MBG: Stok Pangan di Pasar Jungke Karanganyar Menumpuk, Harga Ayam & Telur Terjun Bebas
Lukman berharap pemerintah ke depan menyusun kebijakan MBG dengan perencanaan yang lebih matang dan berorientasi jangka panjang.
Menurutnya, pemerintah perlu memperhitungkan dampak terhadap seluruh rantai pasok pangan sebelum mengambil keputusan menghentikan atau mengubah pelaksanaan program.
(*)