Kawal Sidang Dokter Tifa, Aliansi Rakyat Menggugat Tuntut Keadilan Ijazah Jokowi
Hironimus Rama July 02, 2026 02:35 PM

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, JAKARTA – Suasana Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur tampak berbeda pada Kamis (2/7/2026).

Area pengadilan dipadati oleh aparat kepolisian dan massa pendukung yang hadir untuk mengawal sidang perdana perkara pencemaran nama baik terkait isu ijazah Presiden Joko Widodo yang diduga palsu, dengan terdakwa dokter Tifa.

Terdakwa dokter Tifa hadir di ruang persidangan mengenakan kemeja putih dengan blazer dan rok hitam serta kerudung cream untuk mendengarkan pembacaan dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Baca juga: Hadiri Sidang Perdana Dokter Tifa, Roy Suryo Berikan Dukungan Moral

Dukungan Aliansi Rakyat Menggugat

Di luar ruang sidang, dukungan mengalir dari berbagai pihak. Salah satu sosok yang menyita perhatian adalah mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Roy Suryo, yang hadir mengenakan jaket hitam.

Roy menyatakan kehadirannya sebagai bentuk dukungan moral terhadap dokter Tifa.

Dalam kesempatan tersebut, Roy juga menyoroti materi dakwaan yang menurutnya belum mencakup pihak-pihak lain yang diduga terlibat.

"Dan tadi kita sudah mendengar ya, dakwaannya kalau menurut saya, banyak sekali yang dakwaan itu masih terkait dengan tersangka lain sebelumnya yang ternyata harusnya masih ikut juga terlibat di dalamnya," ujar Roy Suryo, Kamis (2/7/2026).

Selain Roy Suryo, massa dari Aliansi Rakyat Menggugat (ARM) yang mengenakan kaos merah bertuliskan 'Tim Pemburu Ijazah Palsu' juga memadati area tenda dan kursi yang disediakan PN Jakarta Timur.

Perwakilan ARM, Menuk Wulandari, menegaskan bahwa aksi mereka adalah bentuk perjuangan demi masa depan bangsa.

"Kami ingin selamatkan Indonesia di mata dunia, jangan sampai tidak terungkap asli atau pulsunya ijazah Jokowi. Kasihan pihak kampus Universitas Gadja Mada (UGM)," kata Menuk, Kamis (2/7/2026).

Menuk menambahkan kekhawatirannya jika isu manipulasi ijazah ini dibiarkan, maka reputasi anak bangsa yang menempuh pendidikan di luar negeri bisa dipertanyakan di masa depan.

"Komitmen bangsa Indonesia itu ditentukan pada hari ini. Saya adalah orang yang selama 10 tahun Jokowi berkuasa selalu berteriak karena setiap kebiajakan Jokowi tidak berpihak kepada rakyat," tegas Menuk.

Tolak Jokowi Bapak Pembangunan

Dalam aksi tersebut, Menuk Wulandari juga melontarkan kritik keras terhadap citra Presiden Joko Widodo sebagai "Bapak Pembangunan".

Menurutnya, klaim tersebut tidak sejalan dengan realitas yang dirasakan rakyat kecil.

"Jokowi hanya meninggalkan hutang yang begitu banyak buat negara," kata Menuk di PN Jakarta Timur, Kamis (2/7/2026).

Menuk berpendapat bahwa pembangunan jalan tol yang dilakukan pemerintah tidak dirasakan oleh semua rakyat, mengingat mayoritas masyarakat lebih banyak menggunakan sepeda motor.

Ia menyoroti banyaknya jalanan rusak yang tidak tertangani dengan baik selama masa pemerintahan Joko Widodo.

Terkait persidangan ini, Menuk berharap adanya transparansi hukum yang adil bagi semua pihak, termasuk mengharapkan kehadiran Presiden Joko Widodo dalam proses persidangan.

"Adil atau tidak itu untuk rakyat?, saya berharap, dari sidang perdana ini sampai akhir nanti, Jokowi bisa hadir karena semua sama di mata hukum," pungkasnya.

Menuk memastikan bahwa pihaknya akan terus mengawal jalannya persidangan, baik dalam kasus dokter Tifa maupun kasus yang melibatkan Roy Suryo, demi terciptanya keadilan bagi kepentingan rakyat.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.