Timnas Belanda Disingkirkan Pemain Buangan Sendiri, Efek Kualat Ucapan Legenda?
Beri Bagja July 02, 2026 03:33 PM

SEBASTIEN BOZON / AFP
Sofyan Amrabat dan Noussair Mazraoui, dua pemain Timnas Maroko yang lahir di Belanda tapi memilih untuk memperkuat negara leluhurnya. Keduanya berhasil meloloskan Maroko ke babak 16 besar Piala Dunia 2026.

BOLASPORT.COM - Sejumlah pemain kelahiran Belanda di Timnas Maroko berperan menghancurkan negara asal mereka sendiri.

Keberhasilan Timnas Maroko melaju ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 disokong materi berkilau di skuadnya.

Hal menarik, mayoritas penghuni skuad Singa Atlas tidak lahir di negara Afrika Utara tersebut.

Kebanyakan dari mereka ialah pemain diaspora yang lahir di negara lain sebelum memutuskan berganti haluan membela tanah leluhurnya.

Tiga dari banyak contoh itu ialah trio Noussair Mazraoui, Sofyan Amrabat, dan Anass Salah-Eddine, yang lahir di Belanda.

Alih-alih memperkuat Oranje, mereka kini menjadi pilar Singa Atlas.

Ironisnya, Mazraoui dkk berandil menyingkirkan tim nasional negara kelahirannya di babak 32 besar Piala Dunia 2026.

Secara perkasa, Timnas Maroko mendepak Belanda melalui adu penalti di Stadion BBVA, Monterrey, Senin (29/6/2026).

Bukan cuma lolos ke babak 16 besar, Maroko unggul mutlak dalam segi penguasaan bola maupun penyerangan atas Belanda.

Bisa dibilang pasukan magribi ini terasa lebih total football daripada Belanda sendiri.

Gugurnya armada Ronald Koeman memunculkan kembali ironi soal komentar lawas legenda mereka, Rafael van der Vaart, soal isu pemain kelahiran Belanda yang 'membelot' ke Timnas Maroko.

Dalam kacamata Van der Vaart, pemain semodel Mazraoui atau Amrabat dianggap terbuang dan tidak layak untuk standar Belanda sehingga memilih negara asal orang tuanya.

 

Timnas Belanda tersingkir di babak 32 besar Piala Dunia 2026 setelah takluk via adu penalti oleh Maroko dalam duel di Stadion BBVA, Monterrey (29/6/2026).
ALFREDO ESTRELLA / AFP
Timnas Belanda tersingkir di babak 32 besar Piala Dunia 2026 setelah takluk via adu penalti oleh Maroko dalam duel di Stadion BBVA, Monterrey (29/6/2026).

"Saya tidak bermaksud bercanda, tapi semua pemain Maroko yang tidak cukup bagus di Timnas Belanda akan bermain untuk Maroko," katanya.

"Jika Belanda ingin memenangkan turnamen ini, tidak perlu khawatir soal Maroko," lanjut eks gelandang Real Madrid, dikutip BolaSport.com dari RMC Sport.

Ucapan Van der Vaart malah berbalik menjadi bencana beberapa bulan kemudian.

Seperti kualat, Belanda dipermalukan tim yang dianggapnya berisi para pemain buangan tersebut.

Selepas tragedi di Monterrey, pria 43 tahun itu bak menjilat ludahnya sendiri.

Van de Vaart akhirnya menganggap Timnas Maroko lebih pantas menang atas Belanda.

"Sejujurnya, Maroko memang pantas lolos. Mereka tampil lebih baik sejak menit pertama," katanya di laman Morocco World News.

"Saya merasa sangat kecewa. Itu adalah pertandingan yang sangat buruk bagi tim nasional Belanda."

"Memang benar kami sempat memimpin dan kemudian mulai yakin bahwa dengan sedikit keberuntungan kami akan lolos."

"Akan tetapi, Maroko memang tim yang lebih baik," ujar anggota skuad Oranje saat mencapai final Piala Dunia 2010.

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.