TRIBUNMANADO.CO.ID, SITARO - Warga Kampung Makalehi, Kecamatan Siau Barat, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara (Sulut) dikejutkan dengan penemuan puluhan karung berisi butiran kristal putih yang diduga merupakan bahan berbahaya jenis sianida (CN) di kawasan Pantai Kiaeng Batu Lindongan III.
Penemuan tersebut pertama kali diketahui oleh seorang warga bernama Farli Kasiadi pada Selasa (30/6/2026) sekitar pukul 17.30 WITA saat sedang memancing ikan menggunakan teknik opase di perairan Pantai Kiaeng Batu.
Saat mencari bambu untuk mengambil gurita yang berada di sela-sela karang, Farli menemukan sejumlah bungkusan yang terdampar di pesisir pantai.
Bungkusan tersebut dibalut plastik berwarna biru dan sebagian sudah dalam kondisi sobek.
Ketika diperiksa sekilas, salah satu karung yang terbuka memperlihatkan isi berupa butiran kristal putih berbentuk bulat.
Karena tidak mengetahui jenis benda tersebut, Farli kemudian melanjutkan aktivitas memancingnya.
Usai memancing, Farli menceritakan temuannya kepada Elias Mamontho.
Merasa penasaran, Elias mendatangi lokasi sekitar pukul 19.30 WITA dan menemukan pemandangan yang mencurigakan.
Di sekitar lokasi penemuan, Elias melihat sejumlah ikan mati mengapung di perairan.
Ia kemudian memeriksa bungkusan yang ditemukan dan mendapati karung berwarna kuning bertuliskan huruf China yang berisi butiran kristal putih.
Melihat kondisi tersebut, Elias segera melaporkan temuannya ke Pospolsubsektor Makalehi.
Menerima laporan warga, Kapospolsubsektor Makalehi Iptu Gas Jefry Johanis bersama Babinsa Makalehi SERKA Wolter Karo dan sejumlah warga langsung menuju lokasi sekitar pukul 21.00 WITA untuk melakukan pengecekan.
Di lokasi, petugas menemukan beberapa ekor ikan yang telah mati mengapung serta sejumlah karung berisi kristal putih yang dikemas dalam karung kuning dan dibungkus plastik biru.
Benda tersebut diduga kuat merupakan bahan kimia berbahaya jenis sianida (CN).
Kapospolsubsektor Makalehi Iptu Gas Jefry Johanis menjelaskan bahwa petugas bersama warga langsung mengevakuasi barang tersebut untuk mengantisipasi terbawa arus pasang laut.
"Kami menemukan sebanyak 10 koli yang diduga berisi bahan sianida. Seluruh barang kemudian diamankan dan dipindahkan dari lokasi pantai agar tidak hanyut terbawa air laut," ujarnya.
Pada Rabu (1/7/2026) sekitar pukul 08.00 WITA, barang-barang tersebut kemudian diangkut menggunakan kendaraan roda empat dengan bantuan warga dan diamankan di Pospolsubsektor Makalehi.
Dari hasil pemeriksaan awal, lima karung diketahui telah bocor dan kemasukan air laut sehingga isinya dipindahkan ke dalam tong plastik berwarna biru yang berada di samping kantor Pospolsubsektor.
Sementara lima karung lainnya masih dalam kondisi utuh.
Hingga saat ini, aparat kepolisian masih melakukan pendalaman terkait asal-usul barang tersebut serta akan berkoordinasi dengan instansi terkait guna memastikan kandungan dan jenis bahan yang ditemukan.
Penemuan ini menjadi perhatian serius mengingat dugaan adanya bahan kimia berbahaya yang berpotensi mengancam keselamatan masyarakat serta ekosistem laut di wilayah perairan Makalehi.
(TribunManado.co.id/Edu)
WhatsApp TribunManado.co.id : KLIK