TRIBUNGORONTALO.COM – Ketersediaan Minyakita di Provinsi Gorontalo dipastikan dalam kondisi aman meski sebelumnya sempat terjadi kekosongan di sejumlah titik penjualan.
Perum Bulog Cabang Gorontalo menyebut kendala yang terjadi bukan disebabkan keterbatasan stok, melainkan gangguan distribusi dari daerah pemasok menuju Gorontalo.
Sebagaimana disampaikan Kepala Cabang Perum Bulog Gorontalo, La Ode Sulaiman, kondisi tersebut turut menjadi perhatian saat Direktur Utama Bulog melakukan kunjungan ke Provinsi Gorontalo.
Di sela rangkaian kegiatan Pekan Nasional (PENAS), Direktur Utama Bulog menyempatkan diri meninjau Pasar Sentral Kota Gorontalo untuk melihat langsung kondisi harga bahan pokok sekaligus memastikan ketersediaan Minyakita di lapangan.
"Dalam pemantauan itu ditemukan bahwa kondisi harga pangan secara umum cukup stabil dan ketersediaan bahan pangan juga cukup di Pasar Sentral Gorontalo," kata La Ode Sulaiman.
Selain memantau harga kebutuhan pokok, Direktur Utama Bulog juga mengecek distribusi Minyakita di tingkat pengecer.
Menurut La Ode, hasil pengecekan menunjukkan stok Minyakita masih tersedia dengan baik di sejumlah pengecer.
"Minyakita menurut hasil pengecekan kemarin stoknya sangat cukup di pengecer-pengecer pasaran," ujarnya.
Tidak hanya memastikan stok tersedia, Direktur Utama Bulog juga mengingatkan para pengecer agar menjual Minyakita sesuai ketentuan pemerintah.
"Pak Dirut Bulog langsung menyosialisasikan harga eceran tertinggi Minyakita di sejumlah pengecer untuk memastikan bahwa pengecer tidak menjual Minyakita di atas harga eceran tertinggi dari pemerintah," bebernya.
Baca juga: Moh Furqon Albasyri Rahim, Peserta Termuda MTQ Kota Gorontalo: Belajar Hafalan Sejak Kelas 1 SD
La Ode mengakui masyarakat memang sempat menemukan Minyakita kosong di beberapa lokasi penjualan dalam beberapa waktu terakhir.
Namun, ia menegaskan kondisi tersebut terjadi akibat hambatan distribusi dari pemasok, bukan karena produksi maupun stok Bulog yang menipis.
"Kami dapat Minyakita itu dari Sulawesi Barat, dari PT TSL. Memang dalam beberapa waktu kemarin ada sedikit gangguan distribusi dari TSL ke sini," tegasnya.
Dirinya menjelaskan, gangguan distribusi dipicu persoalan yang dialami armada pengangkut selama perjalanan menuju Gorontalo.
"Sopir-sopir truk itu mengeluhkan antrean BBM di sejumlah SPBU di perjalanan antara Sulawesi Barat sampai ke Gorontalo," ujarnya.
Akibat antrean tersebut, proses pengiriman Minyakita ke Gorontalo mengalami keterlambatan sehingga sempat memengaruhi pasokan di lapangan.
Meski demikian, kondisi itu kini telah berangsur normal. Bulog memastikan persediaan Minyakita yang tersimpan di gudang masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Gorontalo.
"Ketersediaan stok di gudang kami cukup, baik itu beras maupun Minyakita," kata La Ode.
Lebih lanjut dirinya menjelaskan, mekanisme penyediaan Minyakita dilakukan berdasarkan kebutuhan yang diajukan Bulog kepada produsen.
Setelah menerima pesanan, produsen akan memproduksi sesuai jumlah yang diminta sebelum dikirim ke Gorontalo.
"Produsen itu memproduksi sesuai dengan pesanan kami. Berapa pun yang kami pesan, produsen akan memproduksi Minyakita, lalu kemudian kami angkut ke gudang kami di Kota Gorontalo," ungkapnya.
Menurut La Ode, kebutuhan Minyakita di Provinsi Gorontalo cukup besar. Dalam satu bulan saja, permintaan dari wilayah Gorontalo berkisar antara 200.000 hingga 300.000 liter.
"Kurang lebih 200.000 sampai 300.000 liter per bulan," ujarnya.
Meski Bulog memastikan stok di gudang mencukupi, pantauan TribunGorontalo.com di Pasar Sentral Kota Gorontalo pada Kamis (2/7/2026) menunjukkan Minyakita masih sulit ditemukan di lapak pedagang.
Salah seorang pedagang, Rahman Karim, mengaku hingga kini stok Minyakita belum kembali tersedia.
"Kalau stok minyakita masih kosong, kami jualannya minyak premium," ungkapnya.
Menurut Rahman, kelangkaan Minyakita telah dirasakan para pedagang selama hampir satu bulan terakhir sehingga mereka terpaksa menjual minyak goreng jenis lain.
Dirinya berharap pemerintah dapat segera mencarikan solusi agar pasokan Minyakita kembali normal di pasaran.
"Harapan kami masih sama, semoga stok minyakita mulai ada. Sebab banyak warga juga yang membutuhkanya," harapnya.
Saat ini, minyak goreng yang tersedia di lapaknya didominasi minyak premium dan minyak curah.
Selain itu kondisi Pasar Sentral Kota Gorontalo juga masih terlihat sepi.
Para pedagang berharap pasokan Minyakita segera pulih dan daya beli masyarakat kembali meningkat seperti sediakala. (*/Jefri)