TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Pembangunan Sekolah Menengah Atas atau SMA Unggul Garuda di Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), memasuki tahap akhir.
SMA baru ini dibangun di lahan eks Unit Pelaksana Teknis Daerah Balai Produksi Benih Tanaman Perkebunan (UPTD-BPBTP) Dinas Perkebunan dan Hortikultura Sultra.
Lokasinya di Desa Lebo Jaya, Kecamatan Konda, Kabupaten Konsel, berjarak sekitar 20 kilometer (km) atau 35 menit berkendara dari Kota Kendari, ibu kota Provinsi Sultra.
Progres pembangunan sekolah ini disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan ( Dikbud Sultra), Aris Badara, dikonfirmasi wartawan TribunnewsSultra.com, Kamis (02/06/2026).
Target penyelesaian pekerjaan sesuai papan proyek SMA Unggul Garuda Baru dijadwalkan hingga 27 September 2026, sementara masa pemeliharaan berlangsung mulai 28 September 2026.
Berdasarkan pemaparan dari pihak pelaksana proyek, progres pembangunan kawasan sekolah ini secara keseluruhan per 28 Juni 2026 sudah mencapai 61,933 persen.
Sehari sebelumnya, Rabu (01/02/2026), Aris ikut mendampingi kunjungan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto.
Baca juga: Kuota SMA Unggulan Garuda Konawe Selatan 160 Siswa, Sosialisasi ke SMP Agar Pelajar Lokal Bisa Lolos
Brian bersama Gubernur Sultra Andi Sumangerukka (ASR), Bupati Konsel Irham Kalenggo, dan pejabat lainnya, meninjau progres pembangunan SMA Unggul Garuda Baru ini.
Pembangunan kawasan sekolah di atas lahan seluas 20 hektare (ha) ini meliputi gedung pembelajaran, dan asrama putra dan putri.
Hunian kepala sekolah, hunian guru dan tenaga kependidikan, gedung multifungsi, kantin atau food court, fasilitas olahraga, serta berbagai fasilitas penunjang lainnya.
Mendiktisaintek Brian Yuliarto mengatakan pembangunan SMA Unggul Garuda Baru di Konsel tersebut sedang memasuki tahap akhir.
Sehingga, gedung sekolah yang diselenggarakan Kemendiktisaintek ini ditargetkan siap digunakan dalam tahun ajaran baru 2026/2027.
Sebanyak 307 siswa terbaik dari berbagai daerah di Indonesia saat ini dinyatakan lolos sebagai angkatan pertama SMA Unggul Garuda.
Mobilisasi peserta didik akan dilakukan sesuai jadwal yakni pada 16-19 Juli 2026.
Sementara, kegiatan belajar mengajar resmi dimulai pada 20 Juli 2026.
Akademisi Institut Teknologi Bandung (ITB) inipun menginstruksikan agar proses pembangunan dapat diselesaikan tepat waktu.
Dengan tetap mengutamakan aspek keamanan dan keselamatan siswa saat fasilitas mulai digunakan.
Secara keseluruhan, progres fisik pembangunan gedung sekolah ditargetkan meningkat menjadi sekitar 90 persen pada Juli 2026 ini.
Menurut Brian, gedung sekolah menjadi fokus utama penyelesaian karena akan menjadi fasilitas pertama yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran siswa-siswi SMA Unggul Garuda di Konsel.
“Progres pembangunan gedung sekolah telah mencapai sekitar 87,58 persen,” kata Brian yang juga peneliti bidang nanoteknologi ini.
“Dengan target penyelesaian struktural dan fungsional pada Juli 2026 sehingga ruang-ruang kelas dapat segera dimanfaatkan,” lanjutnya.
Baca juga: Pengumuman Seleksi PPPK Guru 4 SMA Unggul Garuda di Konawe Selatan, Belitung Timur, Bulungan, TTS
Brian juga memastikan pembangunan fasilitas pendukung, seperti kantin dan dapur berjalan beriringan pembangunan gedung utama.
Begitupun pembangunan asrama siswa dan rumah dinas guru untuk mendukung kenyamanan tenaga pendidik yang akan bertugas.
Selain itu, untuk mengantisipasi kemungkinan adanya pekerjaan konstruksi yang masih berlangsung saat kegiatan belajar dimulai, disiapkan skema pengamanan kawasan.
Area operasional siswa akan dipisahkan dari area pekerjaan menggunakan pembatas dan jalur akses khusus.
“Sehingga keamanan dan keselamatan warga sekolah tetap terjaga selama masa transisi penyelesaian pembangunan,” ujar Brian dalam laman resmi Kemendiktisaintek.
Usai menerima pemaparan progres proyek, Menteri Brian, Gubernur ASR, dan rombongan, meninjau sejumlah titik pembangunan untuk memastikan seluruh pekerjaan berjalan sesuai target, spesifikasi, dan standar yang telah ditetapkan.
Gubernur ASR, mengatakan, kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten, merupakan kunci utama dalam membangun ekosistem pendidikan yang berkualitas.
“Melalui sinergi ini, kita dapat menciptakan ekosistem pendidikan yang berkualitas, inklusif, dan berdaya saing tinggi,” kata Purnawirawan Perwira Tinggi (Pati) TNI-AD ini.
SMA Unggul Garuda adalah program sekolah berasrama (boarding school) yang diinisiasi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto melalui Kemdiktisaintek.
Sekolah berstandar internasional ini fokus pada sains (science), teknologi (technology), teknik/rekayasa (engingeering), dan matematika (math), atau disingkat STEM.
Pada tahap awal terdapat 16 lokasi SMA Garuda di Indonesia yang diluncurkan, Oktober 2025 lalu.
Terdiri 11 sekolah transformasi atau penguatan sekolah yang sudah ada, dan 4 sekolah baru yang pembangunannya sudah berlangsung.
Pembangunan SMA Unggul Garuda baru tersebut berlokasi di:
1. Desa Lebo Jaya, Kecamatan Konda, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra);
Baca juga: Pendaftar SPMB SMAN 1 Kendari Capai 860 Orang, Sejumlah Calon Siswa Tarik Berkas Hari Terakhir
2. Kawasan Kota Baru Mandiri (KBM), Desa Jelai Selor, Kecamatan Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara);
3. Desa Mayang, Kecamatan Kelapa Kampit, Kabupaten Belitung Timur (Beltim), Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel);
4. Kelurahan Karang Siri, Kecamatan Soe, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Sebanyak 307 siswa secara nasional telah dinyatakan lolos seleksi untuk angkatan perdana di 4 SMA Unggul Garuda Baru tersebut.
Biaya pendidikan di sekolah ini menerapkan dua skema yakni 80 persen siswa menerima beasiswa penuh dari pemerintah.
sementara, 20 persen lainnya berasal dari keluarga mampu dengan biaya mandiri.(*)
(TribunnewsSultra.com/Dewi Lestari)