Pelajar di Kulon Progo Rawan Terjebak Pinjol hingga Judol, Para Guru Diharapkan Ikut Mencegah
Yoseph Hary W July 02, 2026 06:14 PM

 

TRIBUN JOGJA.COM, KULON PROGO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulon Progo mendorong masyarakat agar melek terhadap investasi yang tepat dan tidak mengandung risiko tinggi. Upaya ini juga dilakukan terhadap para Aparatur Sipil Negara (ASN) hingga para pelajar.

Sebab para pelajar saat ini juga punya potensi untuk terjebak dalam investasi bodong, pinjaman online (pinjol), serta judi online (judol). Apalagi dengan perkembangan teknologi informasi saat ini.

Pelajar terjebak judol

Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA), Sekretariat Daerah (Setda) Kulon Progo, Ari Fitriani menyampaikan bahwa saat ini sudah cukup banyak pelajar yang terjebak dalam modus pinjol, judol, hingga investasi bodong.

"Kalau secara DIY, persentasenya bisa sekitar 30 sampai 40 persen dari total pelajar yang terjebak permasalahan tersebut," kata Ari ditemui di Aula Adikarta, Kantor Setda Kulon Progo, Kamis (02/07/2026).

Ia menyebut saat ini anak berumur di bawah 10 tahun juga telah mengetahui bagaimana cara bermain judol atau mengajukan pinjol. Namun mereka belum paham akan risikonya yang tinggi pada finansial.

Peran guru dalam pencegahan

Itu sebabnya, Ari berharap para guru ikut berperan dalam upaya pencegahan dari risiko tersebut. Salah satunya menguatkan edukasi ke para pelajar agar mereka terhindar dari jebakan pinjol, judol, hingga investasi bodong.

"Pelajar perlu diedukasi dengan baik agar mereka tidak terjebak dalam modus tersebut," ujarnya.

Agar bisa ikut serta dalam pencegahan, para guru pun turut dibekali dengan ilmu keuangan, terutama cara investasi yang tepat. Seperti melalui seminar yang dilakukan di Aula Adikarta hari ini.

Lewat seminar ini, para guru diajak untuk bisa berinvestasi sejak dini dengan cara yang tepat. Ajakan ini dinilai penting agar mereka tetap sejahtera secara finansial meski sudah pensiun nantinya.

"Para guru bisa berinvestasi ke dalam bentuk saham dan reksadana, yang hasilnya bisa dirasakan dalam waktu 5 sampai 10 tahun," jelas Ari.

Ingatkan pelajar

Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kulon Progo saat ini juga memiliki program kunjungan ke sekolah secara rutin. Program ini terutama menyasar pada pelajar jenjang SMP dan SMA.

Kepala Badan Kesbangpol Kulon Progo, Pratiwi Ngasaratun menjelaskan lewat program ini pihaknya ingin agar para pelajar bisa memanfaatkan perangkat teknologi informasi secara tepat. Salah satunya agar mereka tidak terjebak pada modus investasi bodong atau terjerumus pinjol dan judol.

"Kami ingatkan pelajar bahwa pemanfaatan teknologi informasi dan gawak memiliki dua sisi agar mereka tidak terjerumus ke dalam hal yang bersifat negatif," kata Pratiwi beberapa waktu lalu.(alx)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.