POS-KUPANG.COM, KUPANG - Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menyampaikan bahwa Universitas Nusa Cendana Kupang akan menjadi kampus pelopor implementasi Program KUR Masuk Kampus.
Program tersebut merupakan langkah strategis untuk memperluas akses pembiayaan sekaligus membangun ekosistem kewirausahaan di lingkungan perguruan tinggi.
Hal itu diungkapkan Gubernur Melki saat menjadi Keynote Speaker pada Kuliah Umum bertajuk "Peningkatan Akses Keuangan Bagi Pelaku Usaha Berbasis Komunitas Kampus sebagai Bentuk Implementasi One School One Product (OSOP)" di Undana pada Rabu (1/7/2026).
Baca juga: Pemprov NTT Jadi Jembatan Perbankan dan Masyarakat dalam Program KUR Masuk Kampus
Menurutnya, Nusa Tenggara Timur saat ini menunjukkan perkembangan ekonomi yang positif dengan pertumbuhan ekonomi mencapai 5,32 persen pada Triwulan I Tahun 2026.
Namun demikian, tantangan adalah bagaimana potensi lokal dapat dibiayai, diolah, dikemas, dan dipasarkan sehingga memiliki nilai tambah.
"Kita tidak kekurangan potensi, yang menjadi tantangan adalah bagaimana potensi lokal tersebut dibiayai, dikemas, dan dijual dengan nilai tambah,” katanya.
Gubernur juga mengungkapkan bahwa terdapat sekitar 432 ribu UMKM di NTT yang mayoritas masih berada pada skala mikro dan kecil. Dari jumlah tersebut, baru sekitar 7,6 persen yang mampu mengakses pembiayaan formal melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari Plafon KUR konvensional sebesar 3,17 triliun.
"Persoalannya bukan semata-mata kekurangan modal, tetapi banyak pelaku UMKM produktif yang belum terhubung dengan literasi keuangan, pendampingan usaha, akses perbankan, dan pasar," ujarnya.
Melalui Program KUR Masuk Kampus, Pemerintah Provinsi NTT bersama Universitas Nusa Cendana mendorong lahirnya ekosistem kewirausahaan yang dimulai dari ide mahasiswa, dilanjutkan dengan inkubasi bisnis di kampus, pendampingan usaha, akses pembiayaan KUR, proses produksi, implementasi OSOP, hingga pemasaran melalui NTT Mart dan berbagai jaringan pasar lainnya.
Program tersebut diharapkan mampu mendorong tumbuhnya wirausaha muda, memperkuat literasi dan inklusi keuangan, menghubungkan mahasiswa dengan dunia perbankan, mengubah hasil riset dan inovasi kampus menjadi usaha produktif, serta menghasilkan produk unggulan berbasis potensi lokal.
Sementara itu, Rektor Universitas Nusa Cendana, Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng., menyampaikan bahwa kuliah umum tersebut bertujuan membangun budaya kewirausahaan di lingkungan kampus.
Menurutnya, Universitas Nusa Cendana sangat mendukung intervensi struktural "KUR Masuk Kampus" karena akan memberikan dampak nyata bagi mahasiswa dan lulusan. Program ini diharapkan mampu merekonstruksi mentalitas mahasiswa secara radikal melalui penguatan literasi keuangan dan akses pembiayaan sejak dini. (*)